Seorang Mama Dari Bukambero, Dinyatakan Positif Corona oleh Petugas Puskesmas Bila Cenge, Padahal Mama ini Hanya Batuk Saja yang Di Alaminya

  • Bagikan

Analisisnew.co.id-Bukambero-Menurut pengakuan seorang mama atas nama Hangga Ngedo berasal dari Bukambero, kampung Dede Ghanggo, Desa Kadu Eta, Kec. Kodi Utara, Sumba barat daya.

Semula dari permeriksaan dari seorang ibu (Mama Sinta) yang sakit Tumur Di kampung yang sama. Dan ternyata dari pihak puskesmas di lebelkan positif corona.(Sabtu, 09/10/2021

 

Dari pihak puskesmas Bila Cenge melakukan pemeriksaan di satu kampung, semua orang di kampung tes swab, telah menemukan mama Hangga Ngedo yang sudah sering sakit-sakitan dari sebelum munculnya covid-19 di Indonesia. Dan situlah awal mulanya mama tersebut dinyatakan positif Corona.

 

 

 

Sehabis di lakukan tes SWAB pada Jam 3 sore Jumat, 08 Oktober 2021 di rumah kediaman. Di nyatakan positif dan di bawa ke puskemas Bila Cenge. Sorenya di bawa ke Hotel tempat untuk di karantina.

 

Malamnya Saya hanya di beri pisang, susu, dan didalam nasi kotak ada beberapa macamnya yaitu nasi putih, ikan kering,tomat, sayur putih dengan campuran pedas’. Lalu saya menolak nasi itu karena masakan terlalu keras, jadi saya minta nasi bubur/agak lunak saja. Saya tidak dihiraukan oleh seorang yang bertugas disana, entah nama siapa saya tidak tahu. ( Ungkapnya).

 

Lalu pada pagi hari tadi saya di beri nasi dengan campuran daging ayam, saya juga menolak karena nasinya terlalu keras dan pedas lagi. Saya minta pula nasi bubur. Tidak ada respon sama sekali orang di sana. Saya di berikan nasi macam hewan, binatang saja yang hanya di simpan di depan pintu kamar. Jadi untungnya ada seorang mama yang sebelah kamar saya menanyakan, ” mama sudah sarapan?, (tanya mama sebelah kamar), saya belum di kasih nasi(jawabnya), itu nasi ada di depan pintu yang sudah di antarkan petugas tadi.(keluh bincang)

 

Sore tadi saya kabur sudah karena saya tidak tahan lapar lagi, dan saya pergi kerumah anak saya di belakang Rujab Tambolaka. Dan sampai disana anak saya di buatkan nasi bubur, dan saya bisa legah sekarang. Saya bersyukur sekali kalau saya kabur dari tempat karintina itu, jika 2-3 hari bisa-bisa saya mati sudah karena disana hidupnya tidak terjamin. (Katanya).

 

Hidup saya terkucilkan disaya, katanya makanan terjamin, hingga saya mau untuk di jemput dan di karantinakan di hotel tersebut.

 

 

Menurut Andrey” yang adalah anak dari mama tersebut, saya akan mengecam dan akan menuntut dengan secara hukum bagi para petugas di puskesmas Bila Cenge yang tidak bertanggungjawab atas perlakuan krusial tidak beretika, mama saya itu di perlakukan seperti binantang, hewan. Kok bisa sorong nasi kotak di depan pintu tanpa di beritahukan supaya dia bisa makan. Padahal ada itu peralatan APD guna untuk menutupi wajahnya mereka, jika kalaupun takut melihat mama saya. (Tegasnya).

 

Hati-hati memang kalau mengkovidkan seseorang, karena hanya di alami sakitnya, batuk, pilek dan bersin. Dan mama saya itu sudah bertahun-tahun sakit sebelum ada Corona. Jangan sembarang mengkovidkan orang-orang di kampung saya. Jangan ko bawa itu kau punya alat tes swab, lalu kau Cap Corona pada orang-orang yang tidak mengerti.

 

Saya minta dari pihak kepala Puskesmas Bila Cenge, tolong tertib itu petugas bawahan mu yang sudah di beri mandat, supaya jangan sembarangan saja kovid orang-orang di kampung. Mama saya di bawa ke hotel, lalu tidak di jamin makan minum di sana. Di beri nasi cuma di sarapan pagi saja, lalu sekian jam dari pagi sampai sore tidak makan apa-apanya. (Tutupnya).

 

Penulis: AGEditor: Analisisnew.co.id
  • Bagikan