Aksi protes: Puluhan Pemuda Mautapaga memblokir ruas Jln. Gatot subroto, Ende

  • Bagikan


ENDE- Hujan lebat yang berakibat banjir melanda kota Ende, Nusa tenggara timur pada Kamis,(18/11/2021).

Banjir bukan perkara baru tentunya bagi warga kota Ende, sebab setiap turun hujan pada akhirnya pasti terjadi banjir. Hal tersebut sudah menjadi lazim bagi warga kota Ende dan sekitarnya.
Ungkapan kekecewaan tak henti-hentinya dilontarkan, baik dalam bentuk ungkapan verbal IRL maupun di media sosial.
Yang paling sering didengungkan adalah Pemerintah kabupaten Ende dianggap lalai dalam menangani persoalan banjir.

Lain hal dengan yang dilakukan puluhan Pemuda, yang diketahui warga Kelurahan Mautapaga ini.

Puluhan Pemuda Mautapaga memblokir ruas jalan di Jln. Gatot subroto, Ende

Saat ditemui AnalisNews di lokasi aksi pada kamis (18/11/2021), kelompok Pemuda yang diwakili Firman Abdul Muis(20) mengaku bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk protes mereka kepada Pemerintah kabupaten Ende yang tak kunjung menghadirkan solusi bagi mereka, terkait mengatasi banjir.
FIRMAN ABDUL MUIS, warga RT19/RW10, Kel. Mautapaga, Kec. Ende timur, Kab. Ende

“Maaf pak, aksi ini adalah bentuk protes kami pada Pemerintah Kabupaten Ende. Kami sudah bosan teriak di media sosial, saatnya aksi nyata. Karena mereka hanya datang, minta data di kami, habis itu hilang. Tunggu hujan datang lagi, banjir lagi baru mereka datang lagi kastunjuk muka lagi. Capek, kasihan kami. Setiap hujan harus mengungsi, kaspindah perabot-perabot kami. Kalau satu minggu hujannya empat kali berarti empat kali juga kami kaspindah perabot”, ungkap Firman dengan terbatah-batah di tengah guyuran hujan.

Lebih lanjut saat dimintai keterangan terkait batas waktu dari aksi yang mereka lakukan, Firman mengaku hingga Pemerintah turun langsung dan menemui mereka.

Editor: Kis WR
  • Bagikan