Menko PMK Pimpin Apel Siaga Bencana Kota Sungai Penuh dan Kab Kerinci

ANALISNEWS, JAMBI – Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Hadiri Apel Kesiapsiagaan di Lapangan Walikota sungai Penuh Sekaligus sebagai pembina apel,

Dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan di ikuti oleh Semua Dinas instansi Yang berkaitan dengan tupoksi di antaranya BPBD, Sat Pol PP Damkar, Basaemas, TNI Polri, Dinkes, Tagana,dan yang lainnya.

Dalam sambutannya Menko PMK mengatakan Menteri memintak data yang ril tentang Penangulan bencana pada bupati kerinci dan walikota Sungai Penuh.

Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh merupakan daerah yang kerap memiliki beberapa potensi bencana, seperti gempa, maupun bencana hidrometeorologi diantaranya banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan agar tiap level pemerintahan dan masyarakat melakukan tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi yang dipengaruhi oleh La Nina.

“Saya senang sekali hari ini dari seluruh kekuatan yang ada di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menunjukkan kesiapannya menghadapi kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana. Yang sebetulnya ini tidak kita kehendaki, yang bisa saja terjadi menimpa kepada rakyat dan penduduk yang ada di sini,” ujarnya saat menjadi Pembina dan memberikan arahan di Apel Kesiapsiagaan Bencana La Nina di Halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Minggu (28/11).

Pada apel tersebut, bertindak selaku Pemimpin Apel ialah Mayor Inf. Liswar, SH, Pamen Kodim 0417 Kerinci. Turut pula mengikuti apel Gubernur Jambi AlHaris,Bupati Kerinci Adirozal dan Wali Kota Sungai Penuh Ahmadi Zubir.

Menko PMK menekankan, kesiapsiagaan bencana sangat penting untuk meminimalisir risiko serta dampak yang tidak diinginkan. Sebagaimana dilaporkan, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menjadi ‘langganan’ banjir dan dampaknya sawah di sana hanya mampu panen sekali dalam setahun.

Selain itu, dalam rangka mempersiapkan kemungkinan terjadinya bencana alam yang memang seringkali terjadi tiap tahunnya, baik Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai Penuh, saat ini hanya memiliki satu dapur umum.

“Itu nanti mesti saya bicarakan dengan kementerian terkait yang membidangi dan akan kita koordinasikan, termasuk kekurangan-kekurangan peralatan misalnya dapur umum yang saat ini hanya ada satu. Terutama Kemensos untuk membantu pengadaan dapur umum. ( Jaka )