Musda FKSPP Kabupaten Sumbawa, Perkokoh Ukhuwah dan Peradaban Pondok Pesantren Yang Berkarakter

  • Bagikan

ANALISNEWS SUMBAWA-NTB,   Dua Puluh pimpinan pondok pesantren Se-kabupaten Sumbawa menggelar musyawarah daerah(Musda) Forum Komunikasi Dan Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Sumbawa untuk kali pertama Yang Di Selenggarakan Di Lembaga Ponpes DEENIYAAT Yang berlokasi Di jalan Unter katimis Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Pada Hari Selasa(16/11/2021).

Ketua Satu FKSPP Kabupaten Sumbawa Ahmad Syaichu Rauf Yang Juga Pimpinan Salah Satu Ponpes Al-Isro menyebutkan, “total ada sekitar 20 Ponpes di wilayah Kabupaten Sumbawa. Namun, untuk Musda FKSPP kali ini tercatat ada 15 pimpinan ponpes yang hadir, “Ungkapnya Kepada Wartawan AnalisNews.

Ustadz Syaichu, Sapaan Akrap Beliau Juga Menjelaskan, “Pada Hari Ini Akan Melaksanakan Musyawarah Daerah(Musda) Dalam Rangka Menentukan Siapa Yang Akan Memimpin Organisasi Dan Rencana Program Kerja Apa Yang Bisa Kita Realisasikan Dalam Masa lima Tahun Kedepan Ini Dan Tentu Seterusnya,Sehingga Semua Bisa Memberikan Manfaat, “Jelasnya.

Ustadz Syaichu Juga Berharap Semua Teman Teman Yang Membangun Pesantren Agar Bisa Bergabung Bersama Sama Dalam Organisasi Ini Sehingga Kita Bisa Shering Informasi,Shering Pengetahuan, Shering Kebajikan, Kita Ingin Sama Sama Memajukan Pesantren,Ingin Memajukan Anak Didik, Memajukan Putra Bangsa Kita, Tentunya Kita Mengajak Bersinergi Baik Bersinergi Dengan Pesantren Yang Sudah Ada Maupun Dengan Organisasi Bahkan Bersinergi Membentuk Pesantren Pesantren Yang Lain Lagi, “Cetusnya.

Saat Di Wawancarai Terpisah Oleh wartawan AnalisNews Pimpinan Lembaga Ponpes DEENIYAAT Ustadz.Slamet Ryadi,S.PdI. Beliau Mengatakan, “Dalam Acara Musda Ini Yang Kita Undang Khusus Pimpinan Ponpes Yang Ada Di wilayah Kabupaten Sumbawa(FKSPP) Ada Dua Puluh Pesantren, Dan Kegiatannya Untuk Persiapan Musda Provinsi Yang Waktunya masih Menyusul, Dan Intinya Dengan Adanya Forum Kerja Sama ini Bagaimana Pesantren ini Kembali Kepada perjalanan pesantren Terdahulu Berhidmat Kepada Umat Agar Umat ini Punya Keyakinan Yang Kuat Karna Hidup Ini Sarat Dengan tantangan Dan ujian, Jadi Kalau tidak kuat dia punya Mental Dan Mentalnya Tidak Akan Bisa Kuat Tanpa Ada Hubungan Dengan Kekuatan Allah S.w.t, Jadi Mental Kita Akan Kuat ketika Kita Sangat Kuat Hubungannya Sama Allah, Ujian Sehebat Apapun Ketika Kita Dekat Sama Allah Selesai Semuanya, “Ungkapnya.

Pimpinan Lembaga DEENIYAAT, Slamet Ryadi,S.PdI

Ustadz.Slamet Berharap Ketika Pesantren Ini Sudah Seperti Namanya Forum Kerja Sama, Kalau Sudah Mulai Ada Kerja Sama Kualitas Pesantren Ini Kan Akan Standard, Jadi Kecendrungannya Itu Lebih Standard Dan Tidak Ada Perasaan Lebih Dari Yang Lain Karna Masing Masing Dia Punya Ciri khas, Seumpamanya Aisyah Ciri Khas nya Spesialisasinya Khusus Kepada Tahfidzul Qur’an, Kemudian Kalau Di Al-Hikmah atau Di Attanwir Yang Di Maronge Atau Di Dea Melela kekhususannya Kepada Bahasa Arab dan Inggris Dan Hubungan Internasional Itu punya Ciri khas Disitu, Sehingga tidak Saling Menjatuhkan Kalau Ciri khas Di DEENIYAAT adalah khusus pada Pendidikan Karakter Islami,dengan silabus DEENIYAAT, yang silabus Tersebut tidak dimiliki Di Tempat Lain, yang Ciri Khasnya Pembentukan Karakter, Mungkin Kalau Di Tempat Lain Ada Tamu Dan Sbagainya itu Di Cuekin, Kalau Anak-Anak Disini Insya Allah Kalau Ketemu Tamu Di Sapa Dan Lain-Lain.

Dan Tidak Hanya Pembentukkan Karakter bagi anak didik tapi guru juga Harus berkarakter agar anak lebih mudah menduplikasi bagaimana sih karakter yang Islami itu,”Imbuhnya.

Disisi lain, FKSPP hadir tiada lain Adalah Dalam Rangka Menautkan Setiap Kegiatan Menjadi Ajang Silaturrahim Dan Komunikasi Antar Pondok Pesantren Yang ada di Provinsi NTB pada Umumnya dan di Kabupaten Sumbawa khusunya.

Dalam tatanan Pedoman Organisasi yang melibatkan banyak institusi Pesantren. FKSPP telah syah menjadi wadah yang bertujuan guna menciptakan kerja sama antar pondok pesantren dalam peningkatan Sumber Daya Insani (SDI) dan pemberdayaan kelembagaan pesantren.

Catatan penting yang perlu digaris bawahi yaitu tentang memahami Trilogi Dasar UU Pesantren No. 18 Tahun 2019, yang menganut pada 3 (tiga) sektor dasar yang wajib dilakukan oleh pihak Pondok Pesantren. (Sal)

  • Bagikan