Mundakir: Jamaah Haji Kota Pekalongan Tahun 2022 Sebanyak 360 Orang

  • Bagikan

ANALISNEWS, Pekalongan – Pada tahun 2022 ini atau 1443 H, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyiapkan skenario pelaksanaan dan pemberangkatan jemaah haji, kendati belum ada kepastian dari otoritas Pemerintah Arab Saudi.

Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan melalui Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), H. Mundakir, SH menjelaskan bahwa, sembari menunggu kepastian pemberangkatan haji, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan kelengkapan dokumen jemaah haji, sebagaimana instruksi dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag RI.

Saat ini informasi penyelesaian kelengkapan dokumen tersebut sudah diinformasikan ke jemaah melalui masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Kota Pekalongan seperti KBIH Yayasan As-Salamah, KBIH Alfairus, KBIH Aisyiyah, dan KBIH As-Salamah Kopena.

“Dokumen tersebut diantaranya perpanjangan paspor jemaah yang sudah expired, rusak dan hilang. Proses penggantian jemaah yang meninggal atau sakit permanen. Selain itu, jemaah juga diminta mengumpulkan foto 3×4 sebanyak 4 lembar,” ucap Mundakir, Jumat (14/1/2022).

Mundakir juga menyampaikan KBIH dan calon jemaah haji untuk mempersiapkan segala sesuatunya baik dari biaya, kesehatan, vaksin booster dan pelaksanaan proses karantina agar penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Lebih lanjut, Mundakir menyebutkan, calon jemaah haji yang akan berangkat di tahun 2022 sebanyak 360an orang.

Pihaknya terus melihat perkembangan kondisi dan situasi di Arab Saudi terkait aturan-aturan yang sebelumnya diklasifikan beberapa kemungkinan. Nantinya, pemberangkatan haji akan menerapkan kebijakan one gate policy yakni dengan berangkat dan pulang melalui Bandara Soekarno Hatta.

“Yang pertama, bisa fifty-fifty artinya berangkat 50 persen, kemudian tidak berangkat 50 persen. Tetapi, kami berharap bisa berangkat semua. Yang kedua, ada pembatasan umur dan sebagainya, kami masih menunggu kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji ini,” tambahnya.

“Kami juga menghimbau kepada para calon jemaah haji untuk segera mengirimkan foto yang kami minta, karena foto terdahulu beberapa sudah usang/rusak dan bisa diganti. Calon jemaah haji yang meninggal/sakit permanen khususnya yang berangkat pada tahun 2022 ini bisa segera digantikan oleh ahli warisnya yaitu suami/istri/anak/saudara kandung,” tegas Mundakir.

“Pasalnya, jika Pemeritah Arab Saudi segera mengumumkan pemberangkatan, kita sudah siap untuk pelaksanaan pemberangkatan haji di tahun ini,” pungkasnya. (tim/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan