Pengembangan Sistem Energi Terbarukan, Irigasi Pompa Tenaga Surya (IPTS) Modern di Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu dalam memenuhi Pasokan Air Bersih

AnalisNews.Sumbawa Besar, NTB – Universitas Teknologi Sumbawa melalui Pengembang Sistem energi terbarukan Nova Aryanto, S.T., M.M.Inov, mengonfirmasikan kepada wartawan Analisnews bahwa Persediaan dan kebutuhan air yang timpang dalam ruang dan waktu merupakan salah satu kendala dalam pengelolaan lahan pertanian dan lain-lainnya.

Dosen Teknik Rekayasa Sistem tersebut mengungkapkan jika tahap Penelitian telah dilaksanakan, khususnya wilayah Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa. Nova sapaan akrab beliau juga menambahkan “Keterbatasan sumberdaya air pada lahan kering iklim kering belum banyak memberi peluang dan harapan bagi petani untuk mengembangkan budidaya tanaman secara sungguh-sungguh, sehingga walaupun mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi, lahan kering beriklim kering seperti Sumbawa ini seringkali terbengkalai sebagai lahan yang tidak produktif. Kondisi tersebut memerlukan penanganan pengelolaan sumberdaya air dalam menentukan strategi pengembangan tanaman terutama berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya air.

Nova mengungkapkan point penting pada Penelitian tersebut menyimpulkan beberapa permasalahan klasik yang sering terjadi. “Permasalahan utama pengembangan pertanian di lahan kering yaitu adanya keterbatasan ketersediaan air terutama di musim kemarau, maka diperlukan upaya peningkatan produktivitas lahan kering dengan meningkatkan ketersediaan air, memperpanjang masa tanam, dan menekan risiko kehilangan hasil untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan. Upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan kering yaitu dengan menyediakan air untuk digunakan sebagai irigasi suplementer dengan memanfaatkan potensi sumberdaya air”, Imbuh Nova.

Pompa air yang merupakan kebutuhan pokok bagi kebanyakan masyarakat khususnya petani untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dari sumber air yang lebih rendah menuju hamparan tanaman lahan pertanian mereka. Pada umumnya para Petani di Sumbawa dalam memanfaatkan air untuk irigasi suplementer seringkali menggunakan pompa baik pompa listrik maupun pompa dengan mesin berbahan bakar minyak (BBM). Intensitas penyedotan atau pengairan yang tinggi pada bulan-bulan tertentu membutuhkan biaya besar untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) agar irigasi bisa berjalan optimal, akan Tetapi tidak semua lahan memiliki infrastruktur energi listrik berkaitan dengan kendala lokasi maupun keterbatasan pasokan listrik dan semakin tingginya harga BBM, maka radiasi surya dapat menjadi prasarana untuk menggerakkan pompa. Oleh karena itu perlunya dikembangkan suatu model teknologi irigasi yang hemat energi dan hemat air.

Nova Aryanto, ST., M.M, Inov, mengonfirmasi hasil penelitian pada media 24/01/2021

Pompa air tenaga surya ini lebih tepat guna, efisien, dan ekonomis, karena dalam pengelolaannya tidak tergantung pada tenaga listrik atau bahan bakar lainnya, membutuhkan biaya operasi dan pemeliharaan yang lebih sedikit, dan bahkan tidak membebani petani dalam melakukan kegiatan usaha taninya, tutur Nova. (Adt.red)