Disenyalir Adanya Kecurangan Panitia Pilkades Di Langkat , Sejumlah Calon Kades Datangi DPRD

Analisnews, Co, Id, Langkat – Pesta demokrasi untuk tingkat desa akan digelar. Masyarakat Langkat dari 167 Desa akan memilih Pemimpin Desa untuk enam tahun kedepan.

Namun sangat disayangkan, menjelang Pemilihan Kepala Desa Kabupaten Langkat pada 19 Juni 2022 mendatang, sejumlah permasalahan mulai bermunculan.

Sejumlah problem inipun menjadi perhatian bagi DPRD Langkat, sehingga DPRD melakukan  pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung Dewan Perwakilan Raykat Daerah (DPRD) Langkat, pada Kamis (12/5/22) kemarin.

Munculnya permasalahan berawal dari pengaduan sejumlah Bakal Calon Kades yakni Rita Hariani dan Muhammad Rabial Efendi di Desa Halaban, Kecamatan Besitang. Bakal calon Kepala Desa tersebut didampingi sejumlah simpatisan  mendatangi gedung DPRD.

Salah satu yang menjadi akar permasalahan adalah disenyalir adanya  kecurangan yang dilakukan oleh panitia Pilkades di wilayah mereka.

Informasi yang diperoleh, dimana para  kandidat yang mengikuti seleksi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Langkat dan  pengumuman hasil tes pemenang sudah beredar luas di tengah masyarakat sebelum waktu yang ditentukan.

Bahkan   bakal calon yang menggunakan ijazah  paket B dan paket C , bisa mengalahkan calon kandidat lain dari akademisi, pada ujian tertulis dan wawancara yang digelar beberapa waktu lalu di tingkat Kabupaten.

Kemudian anehnya lagi, kandidat calon yang menggunakan ijazah paket B dan paket C dalam perolehan nilai ujian lebih tinggi dari kandidat yang memiliki ijazah akademik saat mengikuti uji wawancara dan uji tulis.

Masalah tersebut  menjadi pertanyaan masyarakat khususnya simpatisan dan menimbulkan kecurigaan.

Selain dari nilai hasil uji wawancara dan uji tulis, domisili alamat kandidat juga menjadi kecurigaan.

Pasalnya,  kandidat hanya baru beberapa bulan saja beralamat didesa mereka sudah bisa menjadi kandidat Calon Kepala Desa, di desa mereka.

Menyikapi permasalahan itu, Kepala Bidang (Kabid) PMD Langkat Selfian Ardy yang hadir dalam rapat tersebut mengakui, jika penilaian dan hasil tes dilakukan dari pihak Universitas Sumatera Utara (USU) sehingga mereka tidak mencampuri masalah penilaian yang diujikan.

“Terkait domisili, hal ini sudah tidak menjadi permasalahan. Karena sudah diatur oleh Permendagri nomor 65 tentang domisili. Calon boleh mendaftarkan diri sesuai dengan lokasi pemilihan meski baru tinggal 2 bulan, di desa tersebut” terang dia.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD DR Donny Setha, S.T, S.H, M.H didampingi anggota DPRD Kabupaten Langkat dari partai Perindo Safi’i mengakui, memang ada permasalahan yang terjadi.

Salah satunya ada kebocoran pengumuman yang dinilai terlalu lambat, Sehingga Bacalon dan pendukung menduga ada kebocoran pengumuman.

“Tentu ini menjadi kecurigaan, kenapa simpatisan atau Bacalon sendiri sudah tahu mereka lulus seleksi dan Dirinya juga heran dari cakedes yang dari Calon petahana 90 Persen mendapatkan nilai tertinggi dalam hasil tes ujian tersebut” terang dia.

Untuk itu ia menyarankan, agar pelaksanaan yang ada ini, pihak PMD sudi kirannya melakukan seleksi ulang untuk uji coba pertama yakni di lokasi pemilihan Desa Halaban.

“Intinya kita selaku DPRD siap untuk menfasilitasi ujian atau seleksi ulang nanti guna meberi jawaban atau persoalan yang tengah bergulir ditengah-tengah masyarakat,” saran Donny Setha.

Donny Setha  mengakui, sejauh ini ada 19 desa yang mengalami persoalan yang hampir sama. Di desa itu ada sekitar 8 bacalon kades yang mengikuti seleksi dan maksimalnya bacalon yang lulus sebanyak 5 orang saja yang dapat mengikuti pemilihan kepala Desa sesuai aturan yang berlaku.

Untuk di ketahui,   240  desa, 23 Kecamatan  yang ada di kabupaten Langkat,  untuk Pilkades serentak pada 9 Juni 2022 yang akan datang,  167 Desa yang mengikuti pesta demokrasi tingkat desa, sebanyak 626 pendaftar calon Kepala Desa.

Rinciannya yaitu, Incunmbent sebanyak  73 orang, perangkat desa sebanyak 44 orang, BPD (badan pemusyawaratan desa) sebanyak  35 orang dan calon berasal dari masyarakat sebanyak 473 orang.(top)