DPUPR Respon Cepat Lakukan Penanganan Terhadap Genangan Banjir Rob

ANALISNEWS, Pekalongan – sejak Rabu sore, pesisir utara Kota Pekalongan mengalami air pasang yang cukup tinggi (rob), sehingga membuat sejumlah titik wilayah di Kecamatan Pekalongan Utara tergenang banjir rob dengan ketinggian bervariasi. Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat langsung merespon cepat dengan melakukan sejumlah upaya penanganan.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan melalui Teknik Pengairan Muda, Donny Agung Prihanto, mengungkapkan bahwa, merespon adanya kejadian banjir rob ini, DPUPR telah mengoptimalkan pengoperasian pompa-pompa pengendali banjir yang sudah dilakukan sejak sebelum libur Lebaran.

Menurutnya, dalam pengoperasian pompa-pompa tersebut terus di standby kan sejumlah petugas jaga yang bekerja secara shift selama 24 jam, sehingga apabila terjadi banjir rob, pengoperasian pompa untuk mengurangi volume genangan bisa langsung dilakukan.

“Untuk genangan-genangan hampir merata di wilayah Pekalongan Utara. Hal ini disebabkan karena kondisi air rob yang tinggi dan melimpas melebihi tanggul pantai dan melimpas dari Sungai Lodji ke permukiman warga dan jalan-jalan raya seperti di WR Supratman, Tentara Pelajar, sejumlah wilayah Clumprit dan Degayu dengan ketinggian bervariasi,” tutur Doni, saat dikonfirmasi di Kantor DPUPR Kota Pekalongan, Kamis siang (12/5/2022).

Donny menjelaskan, disamping dari upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan, langkah pengendalian banjir di Kota Pekalongan juga tengah dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui BBWS Pemali Juana dengan 3 paket pekerjaan fisik dengan anggaran total sekitar Rp 1,24 Triliun. Paket pekerjaan penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan ini dilakukan secara multiyears dan ditarget selesai pada akhir tahun 2023 mendatang.

Untuk Paket 1 meliputi kolam retensi, pembangunan parapet, pekerjaan bendung gerak, dan pekerjaan regular gate untuk Sistem Sungai Lodji. Paket 2 meliputi normalisasi Sungai Banger, pembangunan parapet, normalisasi Sungai Gabus, dan tanggul rob. Sementara Paket 3 meliputi pekerjaan pompa serta pekerjaan long storage Sibulanan sepanjang 2 km dan long storage Susukan dan Celumprit. Di masing-masing sungai tersebut, BBWS akan memasang 3×1 ditambah 2×1,5 meter/kubik pompa.

“Setelah selesai paket pekerjaan dari BBWS tersebut Insha Allah penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan bisa teratasi dengan baik dan besar manfaatnya untuk Kota Pekalongan. Oleh karena itu, masyarakat dimohon sedikit bersabar karena pemerintah tengah mengupayakan yang terbaik untuk warganya. Bahkan, di tahun 2021 lalu sudah terbangun tanggul pantai sepanjang 400 meter, sedangkan di tahun 2022 ini, Pusdataru Provinsi Jawa Tengah akan kembali menyelesaikan pembangunan tanggul pantai ke arah barat sampai titik Krematorium kurang lebih 700 meter,” tandasnya. (tim)

Tinggalkan Balasan