Gelar Konferensi Pers, Terkait Klarifikasi Pembukaan Pagar Jalan Goa Lowo

Konferensi Pers ini dipimpin langsung Waka Polres Kotabaru Kompol Andi Sofyan, didampingi Kabag Ops Kompol Agus Rusdi Sukandar, Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil serta Kasat Intelkam Iptu Shoqif Fabrian di Mapolres Kotabaru, Rabu (11/5/22) sore.

Analisnews, Kotabaru – Polres Kotabaru menggelar Konferensi Pers terkait Klarifikasi Pembukaan pagar jalan menuju kolam renang Ciblon yang berlokasi di wisata Goa Lowo Desa Tegalrejo Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru.

Konferensi Pers ini dipimpin langsung Waka Polres Kotabaru Kompol Andi Sofyan, didampingi Kabag Ops Kompol Agus Rusdi Sukandar, Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil serta Kasat Intelkam Iptu Shoqif Fabrian di Mapolres Kotabaru, Rabu (11/5/22) sore.

Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar melalui Waka Polres Kotabaru Kompol Andi Sofyan yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Kotabaru AKP Abdul Jalil mengatakan, Konferensi pers ini dilaksanakan oleh Polres Kotabaru pada 6 Mei 2022 lalu, berdasarkan norma-norma dan aturan-aturan yang sudah berlaku.

“Abdul Jalil, juga menyampaikan, mediasi ini dilakukan sudah beberapa kali pada Januari lalu, dan kami pun sudah melakukan mediasi melalui dengan adanya rencana penutupan lahan salah satu milik masyarakat yang mengklaim mempunyai lahan tersebut.” Katanya.

Pemilik lahan yang mengklaim tersebut di antaranya Nurul Cs bersama Advokat dan pengelola Bumdes yang menuju kolam renang Ciblon berlokasi di wisata goa lowo.

“Kemudian hasil dari kesepakatan pada saat itu, kita meminta adalah untuk akses umum, jalan yang selalu dilalui oleh masyarakat umum untuk dibuka.” Tuturya.

Pada saat itu, kami sudah menjelaskan terkait lahan yang diklaim tersebut, dan apabila memang merasa hak milik silahkan digugat. akan tetapi tidak ada untuk memaksakan kehendak hingga melakukan penutupan, karena selama ini adalah merupakan jalan akses masyarakat.

“Setelah dilakukan mediasi dibulan Januari lalu, kemudian di lanjutkan melalui persidangan sehingga putusan pengadilan pun sudah ada, namun dari salah satu pihak melakukan banding.” Ujarnya.

Setelah diketahui Status lahan tersebut dilakukan Koordinasi dengan Dinas Transmigrasi dan BPN dan ternyata Overlay, sehingga tanah tersebut statusnya Hutan Negara yang dikuasakan kepada Dinas Transmigrasi pada tahun 1982 oleh Dinas Transmigrasi untuk mencanangkan melakukan program Tranmigrsasi dari warga Pulau Jawa Kekalimatan Selatan khususnya daerah Tegalrejo.

“Kemudian lahan tersebut sudah dibagi, yakni, dengan lahan pekarangan seluas 2.500 hektar dan luasan lahan usaha satu 10.000 meter persegi serta lahan usaha kedua 7.500, jadi untuk total per KK mendapatkan sekitar 2 hektar masing-masing KK.” Jelasnya.

Terkait lahan yang diklaim oleh Nurul cs itu adalah lahan pencadangan dari daerah Transmigrasi, setelah dikoordinasi dengan BPN boleh tidak warga memiliki tanah tersebut. dan ternyata tanah tersebut warga tidak bisa menerbitkan SKT, karena itu adalah wewenangnya Dinas Transmigrasi dan Pemerintah daerah.

“Menurutnya, sudah jelas bahwa pada tahun 2021 Pemerintah daerah juga sudah melihat lokasi tersebut membangun jalan untuk akses masyarakat, dan itu sebenarnya memang sudah ada akses jalan menuju kekolam renang Ciblon.” Ucapnya lagi.

Namun, setelah dilihat jalan tersebut memang sudah ada pada waktu tahun 1980 an dan sampai dengan sekarang masih dilalui oleh masyarakat setempat, Kami berharap jangan sampai ada memecah belah persatuan.

“Dikarenakan di wilayah Desa Tegalrejo tersebut ada Komunitas orang Jawa dan jangan sampai nanti merembet menjadi permasalahan menjadi besar lagi.” Harapnya.(zn)