Misi Kemanusiaan di Wakatobi, 37 Pasien Katarak Dioperasi Gratis

WAKATOBI – Berlatar misi kemanusiaan di Kabupaten Wakatobi, Rumah Sakit (RS) Apung Nusa Waluya II mencatat sebanyak 37 pasien penderita katarak berhasil dilakukan dioperasi.

Dr Rio Rhendy yang merupakan koordinator PERDAMI RS Apung Nusa Waluya II menerangkan, katarak ialah salah satu penyakit degenetif dan mayoritas muncul pada masyarakat yang tinggal di daerah dengan cuacanya cukup panas.

” Ada 37 pasien yang kami operasi kemarin. Ada pasien yang tidak bisa jalan atau harus dipapah oleh pengantarnya, sudah bisa melihat setelah dilakukan penanganan atau operasi,” terangnya saat membawa sambutan pada Launching pelayanan operasi Katarak di pelataran Marina Beach Wakatobi, Selasa (10/5).

Di lokasi yang sama, Direktur RS Apung Nusa Waluya II Dr Ivan Reynaldo menyatakan dari 37 pasien telah ditangani dan dilakukan operasi tersebut telah kerjakan sejak tanggal 9 Mei lalu.

“Sekedar informasi kalau semua pasien kita yang kerumah sakit apung Nusa Waluya II dipapah, yang dua-duanya tidak bisa melihat dioperasi sebelah matanya dan bisa melihat dan pagi ini kita operasi sebelah matanya lagi semoga kedua matanya bisa berfungsi kembali,” katanya.

Bupati Wakatobi Haliana SE mengucapkan syukur dan sekaligus berterima kasih pada Tim Medis dan Crew RS Apung Nusa Waluya II yang telah berbulan-bulan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis.

Bupati Wakatobi, Haliana dalam sambutannya memgatakan rasa syukur yang paling dalam kepada segenap tim medis beserta crew RS Apung Nusa Waluya II yang telah berbulan-bulan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis di Kabupaten Wakatobi.

 

” Ini adalah anugerah bagi kita semua bahwa keluhan-keluhan kita mudah-mudahan dengan bhakti, amal serta do’a mereka bisa memberikan solusi seperti bapak La Mani beserta 36 orang lainnya yang telah dioperasi katarak kemarin dan allhamdulillah dapat melihat kembali dunia ini seperti sedia kala,” tukasnya.