Salah Satu Oknum Guru Di Tasikmalaya Akui Telah Membantu Membuatkan Sertifikasi Palsu Sejumlah Oknum Guru Lain Untuk Jaminan Pinjaman Uang Di Koperasi

AnalisNews.co.id | Tasikmalaya, Jawa Barat,- Masih berlanjut dengan pemberitaan sebelumnya terkait sejumlah oknum guru yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang mengakui telah memalsukan dokumentasi sertifikasi nya melalui salah satu oknum guru lain berinisial SR yang diduga berperan sebagai seorang yang mengajak sejumlah oknum guru lain untuk membuatkan dokumentasi sertifikasi palsu melalui oknum pembuat berinisial NN sebagai salah satu jaminan pinjaman sejumlah uang disalah satu PT Koperasi yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, tim AnalisNews.co.id dan beberapa awak media lain akhirnya berhasil melakukan wawancara lansung dengan SR di ruang kantor sekolah tempat dirinya bertugas atau mengajar, (Sabtu, 14 Mei 2022).

Saat dikonfirmasi awak media, SR mengakui bahwa dirinya hanya sebatas membantu memfasilitasi menunjukan salah satu Koperasi kepada sejumlah oknum guru yang hendak meminjam sejumlah uang dengan jaminan sertifikasi nya dan mengakui hanya mendapat fee atau uang jasa dari setiap oknum guru yang dibantunya sebesar Rp. 5.000.000,-. Namun saat awak media mempertanyakan tentang keterkaitan dirinya yang diduga telah membantu membuatkan dokumentasi sertifikasi palsu kepada oknum warga berinisial NN, SR pun tidak ingin menjawab dan malah mengalihkan ke pembicaraan lain yang mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan sejumlah oknum guru untuk menyelesaikan permasalahan yang dipertanyakan oleh awak media.

“Jadi secara garis besarnya, awalnya saya didatangi oleh sejumlah mafia guru yang ingin meminjam uang dengan jaminan sertifikasi untuk menujukan salah satu Koperasi nya, jadi kalau mereka yang mengatakan saya yang telah mengajak atau mempromosikan untuk membuat sertifikasi palsu itu salah Pak, yang benar yang mereka yang meminta tolong saya carakan Koperasi nya, dan saya memang mendapat uang jasa dari mereka sebesar Rp. 5.000.000,- adapun yang tidak memberi sama sekali, mungkin masalah ini akan segera saya koordinasikan atau bicarakan dengan tiga guru itu untuk mencarikan solusi untuk menyelesaikan masalah ini”, ungkap SR.

Diberitakan sebelumnya yang sempat viral disejumlah media menuliskan, demi mendapatkan pinjaman sejumlah uang senilai puluhan bahkan sampai ratusan juta rupiah, sejumlah oknum guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya diduga kuat dan mengakui memalsukan sertifikasi guru melalui pihak ketiga untuk jaminan pinjaman uang disalah satu koperasi milik salah satu PT yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Dari hasil investigasi tim AnalisNews.co.id dan beberapa awak media lain, puluhan oknum guru PNS yang diduga telah memalsukan dan menggandakan sertifikasi nya tersebut tersebar di beberapa wilayah yang berada di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, adapun pemalsuan dokumentasi tersebut diduga kuat dilakukan melalui salah satu oknum yang sama yang bekerjasama dengan oknum pihak Koperasi dari PT yang sama dengan meminta fee sebesar 20 sampai dengan 30% dari pencairan uang yang telah diterima oleh oknum guru yang terlibat.

Seperti yang diakui oleh salah satu oknum guru yang terlibat berinisial EL saat dikonfirmasi oleh tim AnalisNews.co.id dan awak media lain dirumah kediamannya yang berlamat di Wilayah Kelurahan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, (Senin, 09 Mei 2022) mengakui, dirinya bersama rekan guru lainnya yang bertugas di berbeda sekolah berinisial AI, YT dan SR telah memalsukan dokumen sertifikasi dirinya melalui salah satu oknum guru berinisial SR yang berperan sebagai penawar jasa dan mengajak membuatkan dokumentasi sertifikasi palsu melalui oknum berinisial NN untuk dijaminkan disalah satu PT. Koperasi senilai Rp. 110.000.000,- dengan potongan sebesar 30.000.000,- atau yang diterima bersih dirinya dan guru lainnya sebesar kurang lebih Rp. 80.000.000,- .

“Memang benar Pak, saya ini dan yang lainnya sebenarnya korban Pak, saya juga nggak tau kenapa saya dan yang lainya seperti Ibu AI, YT dan SR mau, awalnya saya diiming-imingi Pak sama Ibu SR dan NN itu, dia yang membuatnya, terus uang yang saya sama yang lainnya terima waktu pencairan dari koperasi itu tidak semuanya saya terima, dari 110.000.000,- yang saya terima hanya 80 jutaanlah,,sisanya buat Ibu SR dan NN itu, dan itupun diluar sepetahuan suami saya Pak, kalau masalah ini sampai diberitakan, saya mah lebih baik mati saja Pak, tapi saya coba mau bicara dulu sama yang lainnya, kalau bisa saya minta nomor bapak yang bisa dihubungi pak”, ungkap EL. (Bersambung)

 

Penulis: Chandra Foetra S/Tim.Editor: Chandra F. Simatupang.

Tinggalkan Balasan