“Viral” Postingan Di FB Salah Seorang Warga Desa Tobai Tengah Mengaku Kades, Dugaan Ini Ada Unsur Melawan Hukum

Viral postingan milik salah satu nitizen dimedia sosial (medsos) Facebook, bahwa survey lokasi jembatan yang ambruk di Desa Tobai Tengah Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, oleh BPBD Kabupaten Sampang dan BPBD Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu

Dalam postingan tersebut, bertuliskan ; Alhamdulillah survey lokasi jembatan ambruk di Dusun Gambillah, Desa Tobai Tengah oleh BPBD Kabupaten Sampang dan BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Klebun Tobai Tengah Bpk. Mosderi, Insya Allah sebentar lagi akan segera diperbaki.

Padahal di Desa Tobai Tengah, tidak ada Klebun (Kades) karena kepala desanya sudah purna tugas pada akhir tahun 2021, sehingga pemerintah harus mengangkat PJ, dan semua kebijakan berada ditangan PJ Kades yang telah mendapatkan amanat resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Sampang secara sah dan mutlak.

Berdasarkan penelusuran tim pencari fakta media ini, dan hingga berita ini ditulis, bahwa postingan tersebut sudah dilike 84 Nitizen, dan mengundang 53 Komentar, serta sudah dibagi 8 kali oleh pengguna media sosial Facebook.

Maka dengan diuploadnya postingan tersebut, akan menuai gejolak dan diduga kuat akan menimbulkan hal-hal yang merongrong atas ketentraman suasana di desa, yang mana saat ini pemerintah sedang berusaha untuk mengendalikan suasana di Kabupaten Sampang Madura, supaya tetap aman, tentram, tertib dan kondusif, pasca diundurnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di tahun tahun 2021.

Postingan tersebut kini menuai tanggapan serius dari publik dan berbagai kalangan, mulai dari Tokoh dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga Pejabat Publik.

Salah satu tokoh Pantura (ID disembunyikan) saat dikonfirmasi oleh media ini dengan nada kecewa menyayangkan postingan tersebut, karena menurutnya Jabatan Klebun (Kades) itu bukan jabatan sementara, melainkan jabatan bagi pejabat Divinitif.

“Kepala Desa (Klebun) itu, adalah jabatan resmi yang dipilih oleh Masyarakat dan dilantik oleh Bupati, kenapa jabatan itu dengan mudah disandangkan pada seseorang yang berinisial (M), apalagi sampai disebarluaskan di media sosial.” Cetusnya dengan nada heran

Terpisah, Ketua Laskar Merah Putih Abd. Azis SH, Korda Sampang mengecam keras adanya postingan di akun Facebook atas Mas Kunjek, yang mana disama seorang warga biasa dibilang seorang Klebun, dan didalam postingan tersebut ada gambar Publik Figure (Camat) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari BPBD Kabupaten Sampang dan BPBD Provinsi Jawa Timur, saat melakukan survey lokasi longsor di Dusun Ganbillah Desa Tobai Tengah Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang.

“Saya berharap,. Janganlah bermain-main dengan mengakui jabatan, biar situasi ini aman, damai dan kondusif.” Ungkapnya penuh harap

Saya mewakili seluruh pengurus dari Lembaga Laskar Merah Putih Korda Sampang, mengecam keras akun Facebook (Mas Kunjek) yang memposting seseorang bersama Camat dan Pegawai dari BPBD Daerah dan Provinsi. karena potongan tersebut menulis seseorang inisial M adalah seorang Klebun / Kepala Desa (Kades). Sedangkan jabatan itu adalah jabatan resmi untuk Pejabat Divinitif yang disahkan oleh Pemerintah Daerah dan dilantik secara sah dihadapan publik.” Ucap Abd. Azis SH, dengan geram

Kami berencana Untuk Mengkonsultasikan Hal ini dengan pakar Hukum, Kalau memang Ada Unsur Melawan Hukum Nanti Kita Akan Laporkan Ke pihak Berwajib, Ini Saya Duga Sudah Ada Pembohongan Publik, Serta Penipuan

“bahwa seseorang yang berkata bohong dapat dijerat pidana. Lain halnya apabila kebohongan itu dibarengi dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. Misalnya dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya. Tindak pidana ini dikenal dengan nama penipuan yang diatur dalam Pasal 378 KUHP” ungkapnya.

Penulis: Tamyiz

Tinggalkan Balasan