Kapolsek Perdagangan membiarkan Pungli sampai dua Titik.

Analisnews- Simalungun, pada hari senin tanggal 27-juni-2022 sekitar pukul 15:30 Wib saya tiba di Polsek Perdagangan untuk mengklarifikasi laporan saya tentang pungli yang berada di hukum polsek Perdagangan, tepatnya di depan Pom bensin Perlanaan, yang mana lokasi Pungli tersebut tidak jauh dari Pos Polisi Perlanaan, Saya sudah melaporkan Pungli ini dengan bukti foto, dan vedio kepada bapak Kapolres Simalungun, AKBP NICOLAS DEDY ARIFIANTO, bapak Kapolres Simalungun tersebut merespon baik dan menjawab akan kami tindak lanjuti ucap bapak Kapolres Simalungun itu kepada kami melalui pesan Whatsapp milik Kapolres tersebut, bapak Kapolres Simalungun juga menambahkan agar tetap melaporkan kasus ini kepada bapak Kapolsek Perdagangan ujarnya kepada kami.

Dengan mengikuti petunjuk atau saran dari bapak Kapolres Simalungun tersebut kami pun berupaya menghubungi bapak AKP. JOSIA. SH.MH sebagai kapolsek perdagangan pada tanggal 04-Juni-2022, via WhatsApp, namaun bapak Kapolsek tersebut tidak merespon atau tidak memberikan tanggapan apapun terhadap laporan saya tersebut, dan pada hari Senin tanggal 27-juni-2022 sekitar pukul 15:30,Wib.

Pada saat itu saya pergi ke ruang SPKT saya mengucapkan selamat sore pak  sampai 3 kali,karna tidak ada jawaban saya pergi menuju pintu utama, dan saya bertemu dengan orang yang berpakaian biasa disitu sambil berjalan, saya pun bertanya ada bapak yang berpakaian preman tersebut, kalau mau ketemu bapak Kapolsek dimana pak? Jawab orang yang berpakaian preman kepada saya ada di ruangan dan ini ruangannya sambil orang tersebut masuk keruangan Kapolsek itu, lalu saya menunggu 2 menit, setelah itu saya coba ketuk sambil mengucap permisi…. permisi pak, karena tidak jawaban lalu saya coba buka pintu ruangan Kapolsek tersebut, dan saya melihat bapak Kapolsek tersebut duduk dan tangannya di atas meja, lalu bapak Kapolsek tersebut menunjukkan tangan arah ke kanan dari ruangan itu, lalu sayapun masuk ke ruangan itu, lalu saya menemui 2 orang anggota polisi di dalam ruangan tersebut, dan ada satu perempuan menggunakan pakaian biasa

 

 

Lalu setelah saya masuk ruangan itu saya menceritakan kedatangan saya dari awak media dan saya menceritakan semua yang sudah kami tuliskan di atas, lalu bapak itu menjawab, saya tidak bisa berbuat apa-apa pak karena saya urusan Administrasi, tapi kalau bapak punya surat atau laporan tertulis saya bisa terima dan sampaikan ke pimpinan ujar beliau. Di perdagangan sendiri ada dua titik Pungli, namun terkesan Pungli ini terpelihara dengan baik dan terjaga  dengan  amat baik hingga mereka terang terangan melakukan aksi tersebu, Kami berusaha mengkonfirmasi kepada para pungli itu namun para pungli itu menyarankan agar saya bicara dengan satu orang ibu2 dengan nada nanti kita atur ucap si pungli ini, dengan nada begitu saya langsung melanjutkan perjalanan saya, dan saya tidak mau bernegosiasi dengan ibu tersebut.

Pungli ini pun sudah sangat meresahkan pengguna jalan dan khususnya supir2 truk yang melintas, para sopir tersebut juga merasa di rugikan dan meresahkan mereka yang sedang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Para Supir berharap kepada bapak Kapolres Simalungun dan Kapolda agar memperhatikan pungli ini karena sangat menggangu juga untuk para pengemudi karena mereka meminta uangnya berdiri di tengah jalan, kwatir bisa juga kena tabrak oleh pengemudi yang melintas pada saat melakukan pungli tersebut.