Mantan Pj Kades dan Kaur Keuangan di Butur Diduga Korupsi Dana Desa Rp 344 Juta

Ilustrasi : Dugaan Korupsi Dana Desa

BUTON UTARA, AnalisNews.co.id – Mantan Penjabat (Pj) Kepala Desa Laeya, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Anton Iradat dan Kaur Keuangannya, La Runi diduga kuat telah melakukan korupsi Dana Desa sebesar Rp 344 juta pada Tahun Anggaran 2020.

Dugaan korupsi yang mencapi ratusan juta tersebut, di saat Anton Iradat masih menjabat sebagai Pj Kepala Desa Laeya pada 2020 dan pada saat itu La Runi menjabat sebagai Kaur Keuangan.

Berdasarkan data rekomendasi temuan Laporan Hasil Pengawasan Audit Inspektorat Kabupaten Buton Utara yang berhasil diperoleh Media ini, dikatakan, pengelolaan APBDes Tahun Anggaran 2020 pada Desa Laeya, Kecamatan Wakorumba Utara terdapat uang penarikan dana desa Tahun Anggaran 2020 yang dikuasai oleh Pj Kepala Desa Anton Iradat dan tidak diketahui keberadaannya, serta tidak ada bukti belanja senilai Rp 344.919.980.

Sehingga Pj Kepala Desa Laeya yang dijabat oleh Laode Abdul Rislin, dengan memperhatikan rekomendasi temuan hasil pengawasan audit inspektorat tersebut, dirinya membuat surat perintah bernomor 145/III/Ly/2021 yang ditujukan kepada Anton Iradat untuk segera mengembalikan dana temuan tersebut, dengan rincian sebagai berikut:
1. Mengembalikan ke kas desa atas kegiatan yang belum direalisasikan senilai Rp 223.158.000,00.
2. Mengembalikan kas BUMDes Desa Laeya senilai Rp 84.466.000,00.
3. Membayarkan honor perangkat desa senilai Rp 18.188.000,00.

Selain itu Laode Abdul Rislin memberikan surat perintah bernomor 145/III/Ly/2021 yang ditujukan kepada La Runi yang saat itu sebagai Kaur Keuangan di Desa Laeya untuk melengkapi bukti-bukti kegiatan sebagai penunjang pertanggungjawaban atas kegiatan Posyandu yang tidak dilengkapi dokumentasi kegiatan serta daftar hadir peserta Posyandu senilai Rp 8. 000.000.

Salah serang Perangkat Desa Laeya, La Ode Bungi yang saat ini menjabat Kaur Keuangan Desa Laeya, membenarkan adanya surat perintah yang ditujukan kepada Anton Iradat dan La Runi, terkait dana temuan tersebut.

Menurut pengakuan La Ode Bungi, disetiap pencairan dana desa pada saat itu, keterlibatan La Runi soal dugaan korupsi yang mencapai ratusan juta itu disaat La Runi masih menjabat Kaur Keuangan Desa Laeya.

Lanjut La Ode Bungi, pada saat pencarian dana desa, La Runi yang saat itu menjabat Kaur Keuangan telah menandatangani slip-slip penarikan dana desa sebanyak 3 kali pencairan di tahun 2020.

“Dia (La Runi) menandatangani slip pencairan itu terus dia serahkan sama Pak Anton Iradat,” ungkap La Ode Bungi kepada sejumlah awak media, Kamis (23/6/2022).

Hingga berita ini diterbitkan mantan Pejabat Kades Laeya, Anton Iradat belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangannya.

Sementara itu, mantan Kaur Keuangan desa Laeya, La Runi saat dikonfirmasi melalui telfon selulernya tidak aktif.

Tinggalkan Balasan