NTT  

Nelayan di Ende keluhkan peruntukan SPBN (Nelayan) Ende

ENDE- Belum lama ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meninjau terminal bahan bakar minyak (TBBM) dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) nelayan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya Selasa (31/5/2022).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dan rombongan saat berada di terminal bahan bakar minyak (TBBM) dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) nelayan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sebagaimana dikutib dari Antaranews.com Terbitan selasa (31/5/2022), Menteri ESDM menghimbau agar supplay BBM untuk Nelayan harus terus dijaga agar Nelayan tidak kesulitan bahan bakar untuk keperluan melaut.
“Pastikan kebutuhan BBM untuk nelayan terpenuhi supaya nelayan dapat terus menangkap ikan”
Ujar Menteri Arifin kala itu.

Sepekan telah berlalu, himbauan Menteri ESDM justru berbanding terbalik dengan kondisi yang dialami warga di sekitar SPBN Ende saat ini. Hal ini dibuktikan dengan keluhan dan yang dilontarkan beberapa warga yang berdomisili di sekitar lokasi terminal SPBN pada Rabu (8/62022), sebut saja Badhiki Abdulah misalnya.
Di hadapan wartawan media ini Warga RT008/RW003, Kel. Paupanda tersebut mengaku sangat kesulitan memperoleh BBM jenis solar, juga mempertanyakan peruntukkan BBM di SPBN Ende. Selanjutnya Badhikipun menuturkan kesaksiannya akan hilir-mudik kendaraan yang masuk ke terminal SPBN, yang menurutnya asing. Ia menaruh curiga bahwa kendaraan-kendaraan tersebut banyak yang tidak mengantongi surat rekomendasi dari Dinas terkait.
“Kami sangat kesulitan mandapatkan pasokan BBM, khususnya solar. Paling kuat dua hari, habis. Kami jadi curiga dengan mobil pickup dan dumptruck yang masuk tiap hari di sini.” Ujar Badhiki sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah Terminal SPBN Ende.
“Itu mobil-mobil dari luar kota semua. Kami tau, karena tiap hari kami tinggal di sini, kami lihat tiap hari. Rata-rata mereka datang bawa jeringen dalam jumlah banyak. Yang jadi pertanyaan kami, betul tidak semua mereka mengantongi rekomendasi dari dinas perikanan, jangan-jangan ada petugas yang bermain untuk memperkaya diri ?!
Lalu sebenarnya BBM di SPBN ini untuk siapa ?!”

Demikian ungkap Badhiki yang dibenarkan oleh beberapa rekannya yang sesama nelayan.

Badhiki Abdulah (kiri) bersama rekan sesama nelayan Kel. Paupanda

Selanjutnya Badhiki Abdulah dan beberapa nelayan lainnya berharap kepada Pemerintah kabupaten Ende dan lembaga terkait segera melakukan pembenahan, agar di kemudian hari Nelayan di Kabupaten Ende tidak mengalami kesulitan seperti yang mereka alami saat ini.

Penulis: Kis WR