Begini Kronologi Keterangan Atas Meninggalnya Drs. Thamrin pada Lakalantas Tunggal kemarin

Sumber foto : Internet
Foto prosesi pemakaman mendiang Drs. Thamrin di rumah kediaman nya
images (1)

Kendaraan Toyota Innova dengan Nopol 1416 LD yang dikemudikan oleh MN (40) warga Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya, oleng kesebelah kanan jalan arah Banda Aceh-Blangpidie. Sehingga menabrak pom bensin pertamini dan pondasi permanen sebuah warung. Kerugian akibat kecelakaan itu ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

MN (40) saat ini telah ditetapkan sebagai terdakwa dan sudah ditahan sebagai tahanan kota. Perkara Laka tunggal itu saat ini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Aceh Jaya dengan nomor register: 14/Pid.Sus/2022/PN Cg.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evan Munandar, SH. MH dalam dakwaannya mendakwa MN (40) dengan pasal 310 ayat (4) UU RI No.22 Tahun 2009 jo Pasal 310 ayat (2) UU RI No.22 Tahun 2009. JPU menduga MN (40) telah lalai mengemudikan kendaraan dengan kondisi mengantuk/tertidur sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia, luka berat dan kerugian harta/benda.

Sebelumnya, banyak pihak yang telah berupaya mendamaikan kasus ini. Namun gagal dikarenakan MN (40) diketahui tidak pernah hadir kerumah duka bahkan setelah ianya selesai dirawat akibat peristiwa naas itu. Keluarga Drs. Thamrin menanti kehadiran MN selama dua kali lebaran, namun MN tak kunjung datang.

Salah seorang saksi dalam sidang perkara tersebut, DS (25) yang merupakan puteri Almarhum Drs. Thamrin mengungkapkan kepada majelis hakim bahwa, MN mengirim Chat Whatsapp kepada abang kandungnya.

Didalam chat whattshap itu, MN meminta pertanggungjawaban kepada keluarga korban dan mengaku telah ditahan. Sementara pada saat itu ditemukan foto selfie terdakwa MN di akun facebook miliknya yang diupload oleh salah satu klub bola binaan MN. Diklub bola tersebut MN merupakan kapten sehingga DS berkeyakinan bahwa pengunggahan foto itu atas persetujuan MN.

Di dalam foto itu terlihat terdakwa MN yang mengenakan perban dikepala melakukan Swafoto (selfie) diduga di atas ranjang ruang pelayanan Unit Gawat Darurat RSUD Teuku Umar Calang. Foto itu diduga di potret oleh MN menggunakan ponsel miliknya. Foto itu ditemukan oleh saksi DS pada tanggal 26 Maret 2022 beberapa minggu pasca jenazah Bpk. Drs. Thamrin meninggal dunia.

Dengan berlinang air mata, DS mengungkapkan hal itu kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Hasnul Fuad yang juga merupakan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Calang.

“MN mengaku kepada abang saya melalui chat whatsapp dia ditahan dan meminta pertanggungjawaban. Sementara saya menemukan foto selfienya di facebook yang diupload oleh sebuah klub sepak bola. Didalam klub bola itu dia kaptennya sehingga saya yakin pengunggahan foto ini atas persetujuannya,” ungkap DS, saksi dipersidangan perkara tersebut, Selasa (26/07/2022).

Kalaulah ia punya rasa kemanusiaan, lanjut DS. Walau postingan itu dalam konteks berduka. Ia bisa saja menghapus foto itu. Tapi ini dia malah mengaku ditahan dan dari tamu yang datang takziah kerumah saya. MN kepada mereka mengaku sakit dan amnesia. Apakah mungkin yang mulia seseorang yang ditahan apalagi amnesia bisa melakukan selfie?.

Sumber foto : dari internet
Sumber foto : dari internet

Dikesempatan yang sama, saksi RN (55) menggunakan kursi roda, yang merupakan isteri Almarhum dengan nada tegas mengaku sangat kecewa terhadap perbuatan MN yang meminta pertanggungjawaban kepada anaknya melalui chat whatsapp selang beberapa waktu pasca insiden yang menyebabkan suaminya meninggal dunia. Sementara pada saat itu, RN juga masih dalam kondisi kritis pasca mengalami pendarahan dikepala akibat benturan.

“Kenapa minta tanggungjawab kepada anak saya Yudi?. Yang mengemudi mobil dia (MN), yang menyebabkan kecelakaan itu dia. Seharusnya kami yang minta tanggungjawab kepada dia, tapi tidak kami lakukan karena kami tahu semuanya sedang dalam kondisi kritis. Tapi kok dia berani-beraninya meneror anak saya lewat WA minta pertanggungjawaban?.” terang RN.

Saksi DS juga menjelaskan bahwa, satu hari pasca jenazah Almarhum dikebumikan. Salah satu keluarga saksi NZ datang kerumah meminta perdamaian. Keluarga NZ menyampaikan perihal perdamaian didepan sanak-saudara dan tamu yang sedang melakukan takziah.

“Momennya kurang tepat.” Kata Agus Andrian SH, Hakim Anggota menanggapi keterangan saksi DS.

NZ merupakan pihak yang diduga mengajak MN sebagai supir pada malam kejadian itu. Dihadapan majelis yang mulia NZ mengaku bahwa MN merupakan salah seorang stafnya. NZ mengalami patah pada kedua lengan nya akibat kecelakaan itu.

“Iya saya kenal (MN). Dia staf saya.” terang NZ.

Para Saksi keluarga Almarhum Drs. Thamrin dipersidangan meminta majelis hakim mencabut status penahanan atas terdakwa MN sebagai Tahanan Kota menjadi tahanan Lapas. Sebab, keluarga korban merasa terintimidasi dengan keberadaan terdakwa MN di sekitarnya.

“Keselamatan saya dan keluarga terancam pak. Bapak lihat saja dia tidak ada rasa penyesalan sama sekali. Mungkin, ibaratnya anak sekolah yang diberi hukuman. Penjara bisa jadi pelajaran agar dia (MN) merasa bersalah dan berubah menjadi baik.” pinta RN kepada Majelis Hakim.

Salah satu putera Almarhum Drs. Thamrin, Yudya diluar ruang persidangan mengungkapkan rasa kecewanya sebab terdakwa terlambat hadir diruang sidang.

“Saya terlarut dalam suasana sidang melihat ekspresi wajah dan gestur badan terdakwa itu tidak ada rasa penyesalan sama sekali. Dan yang membuat saya kecewa. Malah kami sebagai saksi yang duluan tiba diruang sidang. Sementara ia dengan bebas melenggang tanpa diborgol dengan saudara NZ. Seharusnya kan dia duluan yang tiba diruang sidang? Kalau begini dimana letak penghargaannya terhadap kami yang telah jauh datang untuk memenuhi agenda sidangnya?” ujar Yudya kepada awak media.

Sidang yang berlangsung dramatis itu juga turut dihadiri oleh adik kandung Almarhum, beserta warga setempat dan awak media.