Seekor satwa dilindungi, jenis Orangutan Sumatera atau Pongo Abelii ditemukan tidak bernyawa di kawasan TN Gunung Leuser

AnalisNews | Gayo Lues – Seekor satwa dilindungi, jenis Orangutan Sumatera atau Pongo Abelii ditemukan tidak bernyawa di kawasan TN Gunung Leuser tepatnya Desa Puteri Betung, Kecamatan Puteri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Jasad hewan tersebut ditemukan pada Sabtu (23/07/2022) sekira pukul 12:45 WIB, oleh tim patroli Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Blangkejeren, Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah II Kutacane, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BB TNGL).

Balai Besar TNGL dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (28/07/2022), menerangkan, pada tubuh Orangutan berjenis kelamin jantan tersebut ditemukan 8 (delapan) bekas luka yaitu 5 (lima) di bahu kanan dan 3 (tiga) di bahu kiri.

Tak hanya itu, tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan serpihan rambut Orangutan pada jarak sekitar 300 meter dari lokasi temuan jasad Orangutan tersebut.

Lokasi temuan rambut Orangutan ini berada pada koordinat 3(48’30,6”N 97(32’3,9”E yang masuk dalam area Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) Aih Gumpang.

“Tim memutuskan membawa jasad Orangutan tersebut ke desa dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Puteri Betung. Kemudian pukul 15.26 WIB, tim kembali ke lokasi kejadian untuk mendapatkan data pendukung,” terang Plh Kepala Balai Besar TNGL, Ruswanto SP, MH.

Sementara untuk mengetahui kondisi jasad dan penyebab kematian Orangutan yang diperkirakan beratnya 45-50 kg tersebut, pada Minggu (24/07/2022) bertempat di kantor Resort Jamur Gele, SPTN III Blangkejeren dilakukan pemeriksaan lanjutan atau proses nekropsi.

Nekropsi dilakukan oleh Drh. Ikhwan Amir (YOSL-OIC) dan Drh.Zulhimi (YOSL-OIC) disaksikan petugas BBTN Gunung Leuser. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat beberapa luka dalam pada bagian tubuh Orangutan.

Adapun beberapa luka itu diantaranya pada bahu ventral dextra (kanan), bahu dorsal dextra, lengan sinister, bahu ventral sinister (kiri), telapak kaki, jari tangan, paha serta fraktur bagian tangan os radius ulna sinister yang kuat dugaan akibat pukulan benda keras.

Dari bekas luka tersebut, penyebab kematian diduga akibat traumatic gigitan hewan bertaring (anjing) sehingga menyebabkan pendarahan dan infeksi.

Perlu diketahui, Orangutan Sumatera merupakan salah satu satwa kebanggaan Indonesia yang masuk dalam daftar satwa yang dilindungi sebagaimana Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/Menlhk/Setjen/KUM.112/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Sejen/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Kemudian, Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya meyebutkan pada Pasal 21 ayat 2 huruf a, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Memperhatikan beberapa kejadian atau pelanggaran di lokasi kerjasama kemitraan konservasi, BBTN Gunung Leuser juga akan segera menggelar evaluasi terhadap KTHK yang terlibat program kemitraan konservasi lingkup TN Gunung Leuser. (M.amin)