Surat Penyataan Sikap LLMB: Tangkap otak pelaku pengeroyokan masyarakat yang terluka di Terantang

Analisnews.co.id,Bangkinang-Lembaga Laskar Melayu Bersatu(LLMB) melalui Panglima Muda Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kampar, Panglima Muda Dewan Pimpinan Daerah Khusus (DPD K) Hamba Negeri, Panglima Muda dan Timbalan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Pekanbaru Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Propinsi Riau dan Kepri mendatangi Kapolres Kampar dan memberikan surat pernyataan sikap terkait terjadinya tindak pidana kekerasan kepada masyarakat Desa Terantang pada 19 Juni 2022 lalu. Kamis (28/7/22)

Dt. Ismail Amir SH. MH, Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Laskar Melayu Bersatu menugaskan kepada Dt. Ali Akbar, S.Sos Panglima Muda DPD Kampar yang berpusat di Bangkinang. Dt. Syafrijal Panglima Muda DPD K Hamba Negeri Berpusat di Kecamatan Perhentian Raja. Dt. Erjohan Panglima Muda DPD K Tapung Raya yang berpusat di Tapung Hilir. Dt. Muhammad Uzer Panglima Muda DPD Kota Pekanbaru dan di dampingi oleh timbalan nya yang berpusat di Kota Pekanbaru dan dilahirkan di Kecamatan Kuok untuk memberikan surat pernyataan sikap dari LLMB untuk Pihak Kepolisian Polres Kampar.

Surat pernyataan sikap tersebut diterima dan disambut dengan ramah oleh pihak kepolisian Polres Kampar Kasi Umum Aiptu Supartini dan akan meyampaikan aspirasi LLMB ke Kapolres Kampar, berhubung Kapolres Kampar sedang tidak ada ditempat karena ada pertemuan dengan PJ Bupati Kampar sedangkan Wakapolres sedang rapat bersama jajarannya.

Perihal terjadinya tindak pidana kekerasan kepada masyarakat Desa Terantang yang dilakukan oleh oknum yang sudah ditangkap oleh pihak Polres namun keluhan masyarakat sampai pada saat ini belum ada langkah konkrit yang dilakukan oleh pihak polres, tentang otak pelaku yang menyuruh atau membayar terhadap oknum-oknum tersebut.

Oleh karena itu, Dewan Pimpinan Pusat Propinsi RIAU dan KEPRI meminta agar pihak Polres melakukan langkah-langkah hukum yang seadil-adilnya. Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Laskar Melayu Bersatu meminta pihak Polres segera mengungkap dan menangkap otak dari pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan banyaknya masyarakat yang terluka sampai pada anak kecil. Tindakan tersebut sangat bertentangan dengan Adat dan Resam Adat Budaya Melayu, karena wilayahnya berada di Kabupaten Kampar Propinsi Riau.

LLMB berharap agar kasus tersebut secepatnya dituntaskan karena prinsip dari organisasi Lembaga Laskar Melayu Bersatu adalah dicubit satu sakit semua, tergores satu luka semua dan LLMB sebagai Perisai Negeri tentu ingin kelanjutan kasus ini secepatnya agar terlaksana secara transparan dan terbuka. Lembaga Laskar Melayu Bersatu tegakkan marwah menjadi tuan di negeri sendiri bisa menjadi pedoman untuk yang lainnya, sehingga tidak seenaknya orang datang mengobok-obok dan menjadi pengacau di Negeri kami.