KADES CIHUNI : LAKSANAKAN PENGERJAAN JALAN LINGKUNGAN DAN TPT SESUAI PROSEDUR

Purwakarta,. Analisnews.co.id | Realisasi pengerjaan jalan linkungan di Desa Cihuni Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta sudah dilaksanakan sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk teksnis (Juknis), hal tersebut dikatakan Kepala Desa Cihuni, Anda Juanda saat dikonfimasi analisnews.co.id di tempat kediamanya Jum’at (05/08) terkait pemberitaan miring di salah satu media oneline tentang pembangunan jalan lingkungan.

Anda Juanda menepis berita miring tersebut, bahkan ia menenjelaskan bawa pembangunan jalan lingkungan tersebut sudah dikerjakan sesuai mekanisme oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa.

” Saya rasa tidak ada yang dilanggar karena dikerjakan sesuai prosedur, bahkan sudah disetujui oleh Badan Musyawarah Desa (Bamusdes) ” Jelas Anda Juanda.

Lebih lanjut Kasdes Cihuni menegaskan bahwa pembangunan jalan lingkungan yang lokasinya di Kampung Cihuni Rt 05/03 dengan volume P-50meter X L-2 meter dan ditambah pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) 30 meter lebih, menghabiskan biaya sebesar Rp. 100.789.918., dari Dana Desa (DD) anggaran Tahun 2022.

” Sebetulnya pembangunan itu tidak ada masalah karena berdasarkan hasil musyawarah dengan semua perangkat pemerintah Desa dan Musdes. Kalau disebut pembangunan siluman ya saya rasa itu mengada ada saja, sebab jelas pisiknya ada bahkan sudah dilakukan Monitoring dan Evaluasi (monev) oleh Inspektorat Kabupaten Purwakarta, hasinya tidak ada temuan dengan penilaian bagus. ” Tegas Kades Cihuni memaparkan.

Pemberitaan oleh salah satu media online terkait pembangunan jalan lingkungan di Desa Cihuni Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta, kini menjadi pro kontra berbagai pihak.

Sementara dilain pihak, Advokat aktifis anti korupsi yang menjabat Sekretaris Jenderal Lembaga Pemantau Independen Tindak Pidana Korupsi Indonesia, Budi Setiadi, SH saat diminta tanggapan oleh wartawan melalui telepon cellulernya, Jum’at (05/08), ia menanggapi bahwa menurutnya soal pelaksanaan pembangunan di Desa Cihuni yang di expose salah satu media online itu adalah hak wartawan, karena kegiatan wartawan sudah diatur oleh Undang Undang nomor 40 tentang PERS dan aturan kode etik jurnalistik.

” Kami sangat setuju kalau semua materi yang dimuat dalam pemberitaan di media apapun baik itu online maupun cetak berdasarkan fakta dari data yang otentik agar pemberitaan tersebut menjadi berimbang sesuai kode etik jurnalistik. Tapi sebaliknya kalau pemberitaan itu tidak berimbang, itu sangat berbahaya dan akan menimbulkan fitnah serta menjadi berita hoax yang berdampak terhadap exes sosial khususnya di lingkungan Desa Cihuni “) Jelas Budi Setiadi, SH menanggapi.

*Awaludin Jami / A Z