Komoditas Jantung Pertahanan Ekonomi Masyarakat Keo Tengah

Nagekeo merupakan kabupaten yang kaya akan sumber daya alam, tidak menutup kemungkinan Keo Tengah adalah bagian dari Kecamatan penyumbang komoditi cukup besar di wilayah kabupaten Nagekeo. Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagekeo, luas wilayah Kecamatan Keo Tengah 65,62 km2 dengan 16 Desa/Kelurahan. Keenambelas desa tersebut yakni: Keli, Kotadirumali, Kotawuji Barat, Kotawuji Timur, Ladolima, Ladolima Timur, Ladolima Utara, Lewangera, Mbaenuamuri, Ngera, Paumali, Pautola, Udiwuruwatu, Wajo, Wajo Timur, dan Witurombaua. Pusat kecamatan Keo Tengah berada tidak jauh dari pesisir pantai di wilayah Maunori. Yang kemudian membagi tempat tinggal masyarakat untuk daerah pesisir pantai dan masyarakat di pegunungan.

Aktivitas perekonomian masyarakat Keo Tengah lebih didominasi oleh sektor pertanian. Hal ini diperkuat dengan hasil komoditas yang dihasilkan oleh petani diwilayah ini cukup tinggi. Topografi wilayah Keo Tengah yang umumnya berlahan kering mendukung pendapatan disektor pertanian seperti Kelapa, Kemiri, Cengkeh, Kakao, Kopi, Pisang, Pala, dan hasil alam lainnya.

* Kelapa
Kelapa berada diurutan pertama untuk hasil komoditi diwilayah ini. Letak wilayah Keo Tengah selain di daerah ketinggian juga persis di daerah pesisir pantai. Kelapa termasuk dalam kategori tanaman yang dapat tumbuh di daerah pesisir pantai juga di daerah dataran tinggi. Keadaan inilah yang mendukung fakta bahwa kelapa yang kemudian diolah menjadi kopra oleh masyarakat sekitar mendominasi hasil kekayaan alam di Keo Tengah.

* Kemiri,
Kemiri pada umumnya dihasilkan oleh masyarakat Keo Tengah yang desa-desanya terletak di daerah ketinggian/perbukitan. Hampir seluruh petani yang berasal dari daerah ketinggian seperti Desa Lewangera, Wajo, Wajo Timur dan beberapa desa lainnya memiliki kebun kemiri masing-masing. Kemiri yang dihasilkan dalam tiap tahunnya juga cukup banyak.

* Cengkeh
Cengkeh merupakan salah satu jenis komoditi yang bernilai jual tinggi, harga cengkeh rata-rata diatas seratus ribu rupiah per kilogramnya. Hampir sama seperti Kemiri, tanaman cengkeh lebih banyak dimiliki oleh masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan. Kendala terbesar petani yang menghasilkan cengkeh adalah ketika buah cengkeh berkurang jumlahnya bahkan tidak berbuah samasekali dalam setahun. Peristiwa ini berdampak pada kondisi ekonomi keluarga memburuk, akibat tidak ada pemasukan. Masalah seperti ini tidak hanya dialami oleh masyarakat Keo Tengah tetapi juga setiap petani cengkeh. Fatalnya jika masyarakat yang hanya mengandalkan cengkeh sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Terhadap situasi seperti ini, masyarakat Keo Tengah yang berprofesi sebagai petani juga memiliki hasil komoditi lainnya untuk menopang perekonomian sebagai alternatif apabila tidak ada pemasukan yang diperoleh dari hasil panen cengkeh. Kendala lainnya terkait penurunan harga cengkeh yang berkurang drastis. Misalnya dari harga 150 kemudian menurun hingga 50 ribu rupiah. Kondisi ini sangat merugikan petani, dan sering terjadi. Tidak jarang kebanyakan petani menyimpan hasil panennya hingga kurun waktu yang lama, sampai harga cengkeh melonjak tinggi barulah dijual.

* Kakao (Coklat)
Masyarakat Keo Tengah juga banyak yang menanam Kakao sebagai sumber penghasilan. Selain karena cara panennya yang mudah dan efektif serta proses penanamannya terbilang lebih cepat ketimbang jenis tanaman lainnya. Lebih lagi jika yang ditanam adalah hasil persilangan dua jenis kakao unggul, akan menghasilkan buah-buah kakao dengan kualitas baik dan jumlah yang lebih banyak.

* Pala
Tak banyak, tetapi beberapa petani di daerah ini juga menanamkan pala karena harganya terbilang mahal. Hampir sama seperti cengkeh, tanaman pala adalah tanaman musiman yang kadang berbuah dan kadang tidak samasekali. Tetapi pala cukup menopang perekonomian masyarakat untuk petani-petani yang memiliki tanaman ini.
Hasil komoditi lainnya yang turut menunjang perekonomian masyarakat adalah Pisang, Ubi, Jagung, Kopi, dan jenis hasil alam lainnya. Hasil Komoditi seperti ini lebih banyak untuk dikonsumsi daripada dijual karena jumlah yang dihasilkan tidak sebanyak beberapa hasil Komoditi diatas.

# Permasalahan pertanian masyarakat Keo Tengah

* Kondisi iklim yang kering di musim kemarau dan topografi berbukit membuat pengembangan pertanian di Keo Tengah umumnya mengalami hambatan yang berdampak pada hasil perekonomian yang menurun.

* Krisis ekonomi akan terjadi, pada saat situasi ketidakstabilan harga hasil panen, kronisnya lagi apabila penurunan harga jual hasil komoditi secara drastis. Terlebih ketika hasil Komoditi dengan harga jual tinggi pada saat tertentu tidak berbuah, dan harga jual komoditi lainnya malah menurun maka sangat berakibat fatal bagi sebagian masyarakat. Dimana harga kebutuhan pokok semakin melunjak tetapi pendapatan merendahkan.

* Keberhasilan pertanian di lahan kering adalah ketersediaan air yang cukup dan suhu udara yang tidak terlalu tinggi. Faktor-faktor tersebut dikendalikan oleh distribusi hujan yang merata sepanjang tahun.

* Ketidaksuburan tanah turut menjadi faktor pendukung kegagalan panen.

Menyikapi situasi seperti diatas Pemerintah bersama masyarakat diharapkan mampu bekerjasama untuk membangun terobosan baru/ inovasi sebagai jalan keluar.

* Pembangunan pertanian yang dikembangkan difokuskan untuk memenuhi ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat Keo Tengah, baik makanan pokok maupun pelengkap.

*Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat
Dalam rangka meningkatkan Kesejahteraan masyarakat, melalui APBD Pemerintah dapat merancang program yang dapat meningkatkan perekonomian rakyat. Mengalokasi dana khusus untuk pengembangan usaha disektor pertanian, sebagai bagian dari pemberdayaan mutu ekonomi rakyat. Lebih konkritnya seperti pembagian bibit tanaman, mengadakan pembagian pupuk atau zat perangsang pertumbuhan buah sebagai salah satu solusi ketika tanaman tidak menghasilkan buah.

* Meningkatkan Sumber Daya Manusia
Tolak ukur kesejahteraan ekonomi masyarakat tidak semata-mata didasarkan pada kekayaan alam yang terkandung didalamnya, tetapi terutama adalah sumber daya manusia yang tinggi. Pemerintah melalui APBD juga wajib memprioritaskan program peningkatan mutu sumber daya manusia. Program tersebut bisa berupa peningkatan mutu pendidikan mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Di daerah Keo Tengah, saat ini untuk masyarakat jenjang usia 40an tahun keatas rata-rata pendidikan terakhir adalah sekolah menengah pertama bahwa untuk masyarakat yang tinggal di pedalaman kebanyakan hanya menempuh pendidikan sekolah dasar. Terhadap situasi seperti ini, pemerintah dalam hal meningkatkan sumber daya manusia bisa menggunakan metode sosialisasi dan praktek secara langsung oleh dinas pertanian. Sebab kekayaan sumber daya alam tidak sepenuhnya menjamin kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan.

* Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur
Topografi daerah ketinggian sesungguhnya menjadi kendala masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Infrastruktur yang memadai jelas menjadi jawaban bagi masyarakat. Pembangunan infrastruktur perlu ditingkatkan agar kesejahteraan masyarakat bisa tercapai. Perekonomian masyarakat dapat lebih berkembang dengan kemudahan-kemudahan yang ada.

* Pemerintah membantu masyarakat dalam hal membuat kebijakan terkait penetapan harga jual hasil komoditi agar tidak sewenang-wenang para pengusaha dipasaran. Faktanya nilai jual hasil komoditi yang terlampau rendah akan melumpuhkan perekonomian masyarakat desa. Apalagi pada saat beberapa jenis komoditi dengan harga jual tinggi tidak berbuah tetapi nilai jual hasil komoditi lainnya menurun.
Sektor pertanian bagi masyarakat Keo Tengah merupakan lapangan pekerjaan. Perekonomian dan kesejahteraan masyarakat didorong langsung oleh sektor pertanian, berbagai upaya peningkatan mutu disektor pertanian harus terus dilakukan guna tercapainya masyarakat yang sejahtera, pada akhirnya angka kemiskinan akan menurun.