RajaBackLink.com
RajaBackLink.com
 

Lepidak-Sultra Sebut Plt. Kepala DKP Butur Gagal Paham Masalah yang Terjadi di Perairan Butur

Ketua Lembaga Pemerhati Infrastruktur Daerah dan Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (Lepidak- Sultra), La Ode Harmawan menyanyangkan pernyataan Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan, La Ode Muhamad Said yang mengatakan pengawasan sumber daya laut melekat di DKP Provinsi. 

AnalisNews.co.id, Buton Utara | Ketua Lembaga Pemerhati Infrastruktur Daerah dan Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (Lepidak- Sultra), La Ode Harmawan menyanyangkan pernyataan Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan, La Ode Muhamad Said yang mengatakan pengawasan sumber daya laut melekat di DKP Provinsi.

Menurut Mawan, Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan gagal memahami permasalahan yang terjadi di wilayah perairan Buton Utara. Yang dibutuhkan masyarakat pesisir saat ini bukan menjelaskan kewenangan seperti guru Sekolah Menengah Atas.

“Coba Pak Kadis kalau menelaah suatu permasalahan harus diurai anatomi kejahatannya dan bicara data dan tindakan yang dilakukan sehingga analisa kinerja pak Kadis bisa diukur dimata Publik, bukan bicara tupoksi karena peristiwa pemboman ikan ini terjadi di perairan wilayah Buton Utara, kejadiannya bukan baru kali ini sudah berlansung cukup lama kapan ombak tedu maka pelaku ini datang membom bardir pantai kita”, tulis Mawan, Kamis (22/09/2022).

 

Ketua Lembaga Pemerhati Infrastruktur Daerah dan Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (Lepidak- Sultra), La Ode Harmawan menyanyangkan pernyataan Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan, La Ode Muhamad Said yang mengatakan pengawasan sumber daya laut melekat di DKP Provinsi.

Mawan juga menjelaskan, masyarakat saat ini membutuhkan tindakan nyata sebagai perpanjangan tangan DKP Provinsi dalam mencegah pelaku ilegal Fishing di Butur.

“Seharusnya tindakan Kadis mencari informasi sebenarnya pelaku ini berasal dari mana setelah itu bapak sebagai Kadis Perikanan bangun koordinasi dengan Pol Airud, Lanal Kendari atau laporkan ke Dinas Perikanan Provinsi bahwa wilayah Butur sedang dilanda Bom Ikan, sajikan data, bukan menjelaskan tupoksi bapak. Kasihan gaya seperti ini jadi pejabat teknis, jangan takut rugi”, pungkasnya.

Lebih lanjut Mawan mengungkapkan, jika mental kabinet Ridwan -Ahali seperti Plt. Kadis DKP Butur, makan ia menduga visi misi Bupati dan Wakil Bupati yaitu, menuju masyarakat yang maju, adil, sejarah tidak akan tercapai.

“Kalau model seperti ini Kabinet Ridwan – Ahali saya ada keraguan untuk mencapai Visi – Misinya menuju masyarakat yang maju, Adil, sejaterah”, beber Mawan.

Hingga berita ini diturunkan kami belum bisa menghubungi Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan Buton Utara, La Ode Muhamad Said untuk dimintai tanggapannya.

Tinggalkan Balasan