RajaBackLink.com
RajaBackLink.com
 

Menstruasi Telat? Atasi Dengan Obat Pelancar Haid Ini

ANALISNEWS, JAKARTA | Menstruasi atau haid merupakan siklus bulanan yang terjadi pada saat lapisan dinding rahim atau endometrium dan sel telur yang tidak dibuahi dan kemudian akan meluruh dari vagina. Siklus ini biasanya terjadi setiap bulan dan berulang pada 28 hari.

Namun, ada juga beberapa wanita yang mengalami siklus haid yang tidak lancar dan telat menstruasi. Untuk mengatasinya, ada yang menggunakan obat pelancar haid atau dengan cara lain.

Jika Anda memiliki kondisi seperti ini dan berlangsung lama, Anda dapat melakukan konsultasi dokter online untuk konsultasi lebih lanjut. Untuk pencegahan haid yang tidak lancar atau telat, simak beberapa informasi tentang obat pelancar haid berikut ini!

Faktor Penyebab Haid Telat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, haid merupakan siklus bulanan yang terjadi pada wanita dewasa yang sel telurnya tidak dibuahi, sehingga akan meluruh dan mengeluarkan darah dari vagina.

Ada beberapa faktor yang berperan penting dalam siklus menstruasi wanita, seperti hormon estrogen, hormon progesteron, hormon perangsang folikel (FSH), hormon lutein (LH), dan hormon pelepas gonadotropin (GnRH).

Umumnya, siklus haid akan berulang pada hari ke-28 sejak tanggal haid terakhir. Siklus haid akan berlangsung selama 3-7 hari. Namun, ada pula wanita yang mengalami haid tidak teratur atau telat. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan haid telat, seperti:

  • Hamil,
  • Penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung hormonal,
  • Pengaruh pola hidup sehari-hari seperti olahraga berlebihan atau penurunan berat badan yang drastis,
  • Sindrom ovarium polikistik, dan
  • Gangguan pada kelenjar tiroid.

Pada intinya, siklus haid sangat dipengaruhi oleh hormon dan kondisi fisik seorang wanita. Siklus haid yang tidak lancar atau telat ini ditandai dengan menstruasi yang kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.

Rekomendasi Obat Pelancar Haid

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat pelancar haid. Obat-obatan ini pada dasarnya adalah obat penyubur kandungan yang dapat membantu tubuh untuk memproduksi hormon-hormon yang dapat melepaskan sel telur.

1.     Progestin

Obat progestin bekerja dengan cara berikatan dengan reseptor progesteron pada tubuh sehingga memicu hormon progesteron yang berpengaruh pada siklus haid.

2.     Metformin

Obat ini dapat menyeimbangkan hormon androgen dan estrogen pada wanita. Obat ini merupakan obat untuk penderita diabetes, namun dapat dikonsumsi juga oleh penderita sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang mengalami masalah menstruasi.

3.     Clomiphene

Obat ini dapat meningkatkan produksi sel telur pada ovarium. Obat pendukung ovulasi ini termasuk dalam golongan selektif estrogen receptor modulator. Sehingga, jika Anda mengkonsumsi obat ini dapat merangsang pelepasan sel telur.

4.     Bromocriptine

Cara kerja obat ini adalah dengan  menekan produksi hormon prolaktin dan mempengaruhi siklus menstruasi, sehingga haid pun akan lancar.

5.     Gonadotropin

Gonadotropin merupakan salah satu enzim yang mempengaruhi siklus menstruasi dan bertanggung jawab atas kesuburan wanita. Hormon gonadotropin ini biasanya dihasilkan oleh plasenta pada awal kehamilan dan berfungsi untuk menjaga dinding rahim. Di luar kehamilan, hormon gonadotropin ini dapat berfungsi untuk memicu pematangan sel telur.

6.     Pil KB

Pil KB biasa digunakan oleh wanita untuk mengatur siklus haid dan mengendalikan kesuburan. Cara kerja pil KB yaitu dengan cara meningkatkan protein yang mengikat hormon seks dan mengurangi aktivitas testosteron. Obat pil KB juga dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid.

Beberapa obat ini dapat Anda konsumsi jika penyebab haid tidak lancar yang Anda alami adalah karena masalah hormon.

Efek Samping Konsumsi Obat Pelancar Haid

Obat-obatan ini pada dasarnya aman untuk dikonsumsi karena sudah melalui berbagai macam prosedur, termasuk pengujian klinis.

Namun, Anda tetap perlu berkonsultasi pada dokter atau pihak apotek terkait untuk mengetahui dosis dan lama penggunaan karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping jika Anda tidak cocok menggunakan obat tersebut.

Beberapa efek samping akibat mengkonsumsi obat pelancar haid, yaitu:

  • Volume darah yang tidak menentu saat menstruasi;
  • Perubahan suasana hati dan mood yang signifikan;
  • Kenaikan atau penurunan berat badan;
  • Nyeri pada bagian payudara; dan
  • Perut terasa kembung.

Jika gejala sudah parah dan terjadi terus menerus, Anda dapat pergi dan konsultasi ke dokter terdekat Anda.

Makanan Pelancar Haid

Selain masalah hormonal, kondisi fisik dan pikiran juga dapat menjadi pemicu haid yang tidak lancar. Selain obat-obatan di atas, beberapa makanan ini juga dapat Anda konsumsi saat haid tidak lancar:

  • Daun peterseli, terkenal akan kandungan apiol dan myristicin yang dapat merangsang kontraksi rahim;
  • Pepaya, kandungan karotennya dapat merangsang hormon estrogen. Selain itu, pepaya mentah juga dapat merangsang kontraksi di dalam rahim dan menginduksi menstruasi;
  • Jahe yang diolah menjadi jamu atau teh, minuman ini dapat menghangatkan area di sekitar rahim dan memicu peluruhan dinding rahim;
  • Biji ketumbar;
  • Jus seledri; dan
  • Buah-buahan dan sayur lain yang mengandung vitamin C.

Cara Melancarkan Siklus Haid

Selain dengan obat-obatan, Anda juga dapat melakukan beberapa hal di bawah ini untuk melancarkan siklus haid Anda:

  • Makan secara teratur dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi gizi dan nutrisi,
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal,
  • Hindari melakukan aktivitas berat yang berlebihan seperti olahraga berlebihan,
  • Kelola tingkat stress Anda,
  • Istirahat minimal 8 jam dalam 1 hari, dan
  • Hindari mengkonsumsi obat-obatan tanpa saran dan resep dari dokter.

 

Itulah beberapa informasi tentang siklus haid yang tidak teratur dan beberapa rekomendasi obat pelancar haid serta beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga siklus haid tetap lancar. Jika kondisi Anda tidak membaik dalam waktu yang lama, jangan sungkan untuk melakukan konsultasi bersama dokter.

Tinggalkan Balasan