RajaBackLink.com
RajaBackLink.com
 

Pelaku Kasus Dugaan Pornografi di Buton Lawele Masih Berkeliaran

Ilustrasi

• Kasat Reskrim : Untuk Surat ke Ahli ITE dan Pidana Belum Ada Konfirmasi

AnalisNews.co.id, BUTON, | Pelaku kasus dugaan pornografi inisial M (43) terhadap korban pengidap autisme inisial D (30) masih berkeliaran di Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton.

 

Padahal keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Buton. Namun sampai saat ini pelaku yang diduga oknum perangkat desa itu belum juga ditahan.

 

Burhan salah satu keluarga korban, meminta, Polres Buton agar pelaku kasus dugaan Pornografi segera ditahan. Kata Burhan, jangan sampai keluarga mengambil tindakan yang anarkis.

 

“Pelakunya ditangkap dulu. ditahan, jangan sampai keluarga ambil tindakan yang anarkis”, kata Burhan kepada Media ini melalui telfon selulernya, Jumat (16/09/2022).

 

 

Burhan juga mengungkapkan, keluarga sudah mulai resah melihat pelaku kasus dugaan pornografi masih berkeliaran di kampung.

 

” Karena jujur saja ini keluarga baru-baru ini dia mengamuk, tapi kita masih bisa tahan”, tuturnya.

 

 

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Buton, Busron Kamal meminta kepada keluarga korban untuk menahan diri, penyidik telah menyampaikan perkembangan hasil penyelidikan kepada keluarga korban melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP)

 

“Penyidik sudah sampaikan perkembangan hasil penyelidikan kepada kepada keluarga melalui SP2HP lid”, tulis Nusron melalui pesan Whatsappnya, Jumat malam, (16/09/2022).

 

Busron Kamal mengatakan, sampai saat ini surat yang dikirim penyidik ke ahli ITE dan pidana belum juga dibalas.

 

“Untuk surat ke ahli ITE dan ahli pidana belum ada ada konfirmasi kapan kami di jadwalkan sehingga kami bisa minta keterangan di Kendari dan Jakarta”, katanya.

 

Menurut Busron, pihak ahli belum membalas surat yang dikirim penyidik dikarenakan belum ada jadwal.

 

” Jadwal mereka mungkin Dinda belum pasti dan kami juga cantumkan kontak person”, ujarnya.

 

Seperti yang dikutip pada Hukumonline.com. Hukuman Penyebar Gambar dan Video Pornografi.

Pasal 27 ayat (1) UU ITE melarang:

 

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

 

Pelanggar pasal di atas dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

 

 

Tinggalkan Balasan