RajaBackLink.com
RajaBackLink.com
 
NTT  

Preman Birokrasi Harus Segera Dicopot Bupati Simon

ANALISNEWS_NTT|Malaka, Preman birokarasi seharusnya tidak dibiarkan tumbuh dan berkembang biak ditubuh birokrasi karena akan mencoreng nama baik pemerintahan serta menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan itu sendiri apapun alasannya.

Seperti diberitakan media online Kabar Malaka.com dan juga dilansir luas oleh media online, Kamis ( 15/9-2022) menyebutkan telah terjadi kasus pemukulan oleh oknum pejabat  yang terjadi di lingkup Pemkab Malaka.

Menanggapi hal itu, Unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Malaka mendesak Bupati Malaka, Simon Nahak untuk segera mengevaluasi dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum pejabat dilingkup Setda Malaka yang dinilai telah mencoreng birokrasi di lingkup Pemkab Malaka.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Hendrikus Fahik Taek, SH kepada wartawan, Minggu (18/9-2022).

Dikatakannya, sebagai salah satu unsur   Pimpinan DPRD Kabupaten Malaka, setelah   mencermati, melihat tindakan dan perbuatan yang dilakukan oknum pejabat  Kabag Protokol Setda Malaka yang melakukan tindakan  pemukulan kepada staf Bagian Pembangunan Setda Malaka patut disesalkan.” Kita sangat menyesal karena seorang Kabag itu  kelasnya adalah seorang pejabat. Kalau seorang pejabat itu masih bermental preman itu patut disesali. Sesungguhnya masih ada jalan lain yang ditempuh, tidak mesti harus menunjukkan sikap premanisme apalagi perbuatan itu dilakukan dihadapan pejabat-pejabat lain”, ujarnya.

“Sebagai Unsur Pimpinan DPRD dan Ketua Tim Pemenang Paket SN-KT sangat berharap supaya pejabat- pejabat yang bermental preman supaya segera dibina, ditindak sesuai aturan yang berlaku”

“Bupati Malaka sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian harus  segera  mengambil langkah konkrit melakukan pembinaan kepada oknum pejabat tersebut agar kedepan bisa dijadikan contoh bagi pejabat-pejabat lainnya.  Seorang ASN harus memberi contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat”.

“Seorang ASN apalagi Pejabat tidak boleh menunjukkan sikap arogan atau bermental preman. Bupati harus bersikap tegas untuk menegakkan aturan, memberi sanksi termasuk mencopot pejabat tersebut sebagai contoh dan  shock terapi bagi pejabat-pejabat lain”.

“Bupati Malaka harus mengambil langkah tegas dalam menyikapi persoalan diatas sebagai pembelajaran  dengan cara mengevaluasi total  kinerja para pejabat termasuk memberikan sanksi tegas termasuk pencopotan bila diperlukan”.

“Apalagi semangat SN-KT untuk membangun daerah ini harus mengedepankan budaya (hakneter no haktaek) dalam urusan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Harusnya spirit tersebut  dipedomani para pejabat dan ASN  didalam lingkungan kerja dan berperilaku ditengah masyarakat”, imbuhnya.

Bupati Malaka, Simon Nahak ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp hingga kini pukul 12.00 WITA ini belum merespon konfirmasi wartawan.

Redaksi berharap Bupati Malaka, Simon Nahak bisa merespon konfirmasi media ini guna memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait persoalan tersebut.

Kasus Pemukulan itu diduga kuat dilakukam  oknum pejabat Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Malaka, Ahmad Nenometa, S. Pi terhadap Staf Administrasi Pembangunan BFS.

Kasus pemukulan itu terjadi disela acara rapat evaluasi Pemaparan  realidasi  Belanja Pegawai, Belanja Barang Jasa,  belanja modal yang dihadiri seluruh Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Malaka. ( */tim )

Tinggalkan Balasan