RajaBackLink.com
RajaBackLink.com
 
ACEH  

Terkait Dugaan Sejumlah Keuchik Di Aceh Timur Kena Prank, Begini Penjelasan Muhajir

 

Muhajir Keuchik Gampong Paya Deumam Sa kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur

Aceh Timur – Dikutip dari pemberitaan media online suaraindonesia-news.com yang berjudul “Jemput program ke Jakarta, sejumlah keuchik di Aceh Timur diduga kena prank Oknum Calo” Yang tayang pada hari kamis 8/9/22

 

Dalam berita media tersebut disebutkan, Sejumlah Kepala Desa/Keuchik di Kabupaten Aceh Timur diduga kena “Prank” oleh oknum calo dengan di iming- imingi program Bantuan Presiden (Banpres) untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 melalui Kementrian Desa dan PDT.

 

Beredar kabar, pada awal tahun 2022, sejumlah Keuchik di Kabupaten Aceh Timur di ajak berangkat ke Jakarta, untuk jemput program di Kementrian Desa dan PDT.

 

Tiba di Jakarta, Keuchik hadir pada sebuah pertemuan sejenis workshop, bahwa dijelaskan ada program bantuan khusus berupa Banpres melalui Kemendes PDT. dalam upaya pemulihan ekonomi pasca covid-19.

 

Setiap Kepala desa di minta biaya Rp 15 juta untuk biaya penyiapan berkas. Menurut keterangan sumber dari media tersebut.

 

Berdasarkan pemberitaan tersebut awak media ini mencoba melakukan penelusuran ke beberapa Keuchik di kecamatan Pante Bidari kabupaten Aceh Timur, Sabtu 10 September 2022.

 

Muhajir Keuchik Gampong Paya Deumam Sa yang ditemui media ini di sebuah Cafe di Pante Bidari membenarkan keberangkatan nya ke Jakarta beberapa waktu lalu.

 

“Iya benar bang, saya bersama beberapa Keuchik di kecamatan Pante Bidari berangkat ke Jakarta untuk menjemput program pembangunan di kementerian Desa, katanya.

 

Ditanya terkait dengan biaya keberangkatan dan biaya pengurusan berkas yang kabarnya harus menyetorkan uang sebesar Rp 15. Juta rupiah yang Diduga uang tersebut bersumber dari dana desa (DD) Tahun 2022.

 

Muhajir membantah informasi tersebut, “itu tidak benar bang, saya berangkat ke Jakarta itu menggunakan uang pribadi saya, dan saya tidak menyetorkan uang sepeserpun untuk melobi program pembangunan di kementerian Desa, kata Muhajir.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Mansur Keuchik Gampong Matang Pudeng Kepada awak media ini, “itu informasi hoax bang, kami berangkat ke Jakarta dengan uang pribadi, gak mungkin pun kami menggunakan Dana Desa, walaupun itu untuk kepentingan masyarakat, Karena itu tidak ada di APBG, ujar Mansur.

 

Lanjutnya, “kalo mau informasi yang sebenarnya, ya seperti ini langsung temui kami yang bersangkutan, kata Mansur yang Turut didampingi Oleh Keuchik Abdul Wahab Gampong Buket kareung.

 

Terpisah Keuchik Gampong Putoh Dua Syukri yang ditemui media ini mengatakan, “benar bang saya bersama 5 orang keuchik lainnya berangkat ke Jakarta pada awal tahun 2022, tujuan kami berangkat ke Jakarta untuk melobi program pembangunan di kementerian Desa kebetulan ada yang kita kenal di Jakarta, kata Syukri.

 

Lanjutnya, “setibanya kami di Jakarta kami disambut oleh asisten pak Ir, Sukandar, M.M. ketua bidang kajian 1 bidang (koordinator kebijakan ekonomi dan investasi Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes) di kementerian Desa, dan kami melakukan pertemuan disebuah tempat yang telah disediakan oleh pihak mereka, katanya.

 

Lebih lanjut Syukri mengatakan, “Setelah semuanya selesai kami kembali ke hotel tempat kami menginap, dan sampai hari ini kami tidak merasa sudah dirugikan oleh pihak lain terkait keberangkatan kami ke Jakarta, yang namanya juga usaha, kan belum tentu kita dapat, namun kita berdoa agar program pembangunan tersebut bisa terealisasi di tahun ini. Ujarnya.

 

Setelah acara kami dengan pihak kementerian Desa sudah selesai, malamnya kami melanjutkan bersilaturahmi dengan anggota DPR-RI dari Aceh Bapak Ilham Pangestu di sebuah Cafe di Jakarta Selatan, kami disambut langsung oleh beliau, jadi tidak benar yang sudah beredar di media kami bertemu dengan pak Ilham Pangestu di rumah dinasnya, sebut Syukri.

 

“Dalam silaturrahmi tersebut kami juga mengapresiasi pada pak Ilham pangestu yang telah menerima kami sebagai masyarakat Aceh di Jakarta, dan beliau memperlakukan kami layak nya sebagai sahabat. Sebut Syukri.

 

Saat awak media ini bertanya tentang isu ada setoran uang 15 juta untuk biaya penyiapan berkas, Keuchik Gampong putoh dua malah kembali bertanya, “kepada siapa uang disetor dan siapa yang setor, kami tidak pernah ada menyetorkan uang kepada siapa pun, jadi yang diberitakan kami menyetorkan uang sebesar Rp 15 juta itu tidak benar, Tegas Syukri

 

“Kami datang ke Jakarta untuk melobi program, bukan beli program pembangunan di kementerian Desa, dan disaat kami bersilaturahmi dengan anggota DPR-RI Bapak Ilham Pangestu, kami tidak pernah membicarakan tentang uang, karena kami hanya bersilaturahmi , Tutur Syukri.

 

“Perlu kami tegaskan, dalam upaya kami melobi program pembangunan ke Jakarta, kami tidak membayar sepeserpun dan kami tidak merasa dirugikan oleh pihak manapun terkait usaha kami tersebut, cetus Syukri.

Sampai berita ini disiarkan media ini belum berhasil melakukan konfirmasi dengan 4 orang Keuchik lainnya di Aceh Timur yang diduga ikut dalam melobi program dari kementerian Desa ke Jakarta.

 

 

Reporter :ZAS

Editor: Aneuk Syuhada