RajaBackLink.com
RajaBackLink.com
 

Wakaperwil Jabar Mengecam Keras Oknum Pejabat Pemkab Karawang Atas Penganiayaan Terhadap Dua Orang Wartawan Dan Meminta APH Segera Tangkap Pelaku!!!

AnalisNews.co.id | Jawa Barat,- Menyikapi tidak kekerasan terhadap dua orang wartawan yang dilakukan oleh oknum pejabat di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karawang, Wakil Kepala Perwakilan Wilayah Jawa Barat (Wakaperwil) media AnalisNews.co.id Chandra Foetra. S mengecam dan mengutuk keras oknun pejabat sekaligus pelaku penganiayaan terhadap dua orang wartawan di Karawang dan meminta dengan tegas kepada pihak Kepolisian Polres Karawang Polda Jawa Barat agar segera menindak tegas dan menangkap oknum pejabat sekaligus pelaku bersama para tersangka lain yang diduga telah ikut serta dalam perencanaan tindak penganiayaan tersebut.

“Saya mengecam dan mengutuk keras oknum pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berinisial A sekaligus pelaku penganiayaan terhadap dua orang wartawan yang terjadi di bekas kantor PSSI Karawang pada Sabtu malam, 17 September 2022 kemarin, hal tersebut bukan hanya melakukan perbuatan melawan hukum, tapi sudah sangat tidak manusiawi dan biadab dilakukan oleh oknum pejabat bersama para pelaku lainnya yang diduga turut serta dalam kasus perencanaan penganiayaan tersebut, oleh karena itu, saya meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Polres Karawang Polda Jawa Barat agar segera menangkap oknum pejabat tersebut bersama para pelaku lainnya sesuai dengan hukum yang berlaku, wartawan wajib dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun, termasuk sensor, karena wartawan adalah pilar utama dalam kemerdekaan Pers dan dilindungi oleh undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers”, tegasnya.

Mengutip dari beberapa sumber berita, kasus dugaan penculikan dan penganiayaan dua wartawan di Karawang oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkab Karawang terjadi pada akhir pekan lalu atau Sabtu 17 September 2022 malam. Dua orang wartawan yang menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan oknum pejabat Pemkab Karawang yang juga pengurus Askab PSSI Karawang itu ialah Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa.

Korban yang juga wartawan daring di Karawang kemudian melapor ke Polres Karawang pada Senin, 19 September 2022 malam dengan nomor laporan STTLP/1749/IX/2022/SPKT.Reskrim/PolresKarawang/PoldaJawaBarat. Pelaporan tersebut dilakukan korban dengan didampingi puluhan orang dari unsur wartawan dan aktivis.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu korban atas nama Gusti Sevta Gumilar, adapun kronologi kejadian dugaan Penculikan dan Penganiayaan terhadap dirinya dan satu orang rekannya tersebut bermula saat acara peluncuran Persika 1951, salah satu klub sepak bola Karawang di liga 3. Saat acara berlangsung, korban mengunggah kata-kata sindiran Persika melalui akun media sosial pribadi-nya, ternyata unggahan itu mengusik sejumlah ASN Pemkab Karawang yang kebetulan masuk dalam pengurus Askab PSSI Karawang.

Usai peluncuran Persika 1951 di Stadion Singaperbangsa Karawang pada Sabtu, 17 September 2022 malam, Gusti yang hadir dalam kegiatan itu dibawa orang yang mengaku suruhan pejabat Pemkab Karawang berinisial A. Gusti dibawa ke bekas kantor PSSI Karawang, lalu di dalam kantor itu, pintu langsung ditutup pelaku tidak boleh ada yang masuk selain orang-orang dari yang mengaku suruhan pejabat berinisial A dan korban.

Dilaporkan kalau telepon genggam milik korban dirampas saat berada di dalam kantor itu. Selang beberapa saat korban mendapat penganiayaan berupa pukulan dari sejumlah orang yang berada di ruangan tersebut.

Bahkan menurut laporan korban oknum pejabat A hadir di ruangan itu dan mencekoki korban dengan air kencing sebanyak tiga kali. Selain itu korban mendapat hantaman kepala dan tinju di beberapa bagian tubuhnya. Tidak hanya itu, Gusti mendapat ancaman jika soal ini berlanjut dan korban melapor, keluarganys akan dihabisi.

Korban akhirnya bisa keluar dari ruangan itu setelah dijemput oleh salah seorang keluarganya yang mengetahui dirinya ada di dalam sana. Sedangkan korban lainnya, Zaenal dijemput dari rumahnya oleh sekelompok orang bersama oknum pejabat Pemkab pada Minggu 18 September 2022, dan setelah berada di dalam mobil pelaku, Zaenal pun mendapat perlakuan kekerasan dan penganiayaan.

Penulis: Tim/Red.Editor: Chandra F. Simatupang.

Tinggalkan Balasan