04
Februari
2026
Rabu - : WIB

Wabup Taput Pimpin Rapat Dinas Kesehatan, Tekankan Disiplin dan Kualitas Layanan

alexbutar
alexbutar
September 17, 2025 4:00 pm pada SUMUT, TERKINI
Screenshot 2025 09 17 15 55 29 02 c75e17524159248fca3fa78e53d1eea7

 

Tapanuli Utara – analisnews.co.id

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng memimpin rapat bersama seluruh jajaran pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, bertempat di Aula Dinas Kesehatan, Selasa (16/09/2025).

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa sektor kesehatan adalah wajah pelayanan pemerintah yang terlihat langsung oleh masyarakat dan dapat dijadikan sebagai indikator kinerja Pemkab Taput. Untuk itu, peran tenaga kesehatan (Nakes) sangat krusial dan seluruh masalah yang muncul di lapangan harus segera dilaporkan agar dapat dicari solusi melalui koordinasi lintas bidang. “Disiplin, komunikasi, koordinasi, dan terus belajar adalah kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” tegas Wakil Bupati.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya kedisiplinan Nakes dengan prinsip Available (kehadiran), Reliable (dapat dipercaya), dan Sustainable (berkelanjutan). Bidan dan Kepala UPT diminta aktif melakukan monitoring kedisiplinan, sementara presensi dan pelayanan disebut sebagai dua hal yang sama penting dan tidak boleh saling meniadakan. Selain itu, penggunaan data yang akurat juga ditekankan dalam upaya menurunkan angka AKI dan AKB, menyusun solusi penanganan TB, serta perencanaan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa APBD telah menampung anggaran untuk pembelian vaksin rabies, sementara alokasi dana desa sebesar 7% dapat digunakan untuk penanganan stunting. Ia mendorong adanya inovasi pemerataan tenaga kesehatan untuk mendukung ILP, misalnya melalui rotasi berkala per enam bulan. Di akhir arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh jajaran Dinas Kesehatan untuk memperkuat koordinasi, mendukung setiap keputusan pimpinan, serta menjadikan pelayanan kesehatan sebagai komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara.

Dalam kesempatan sebelumnya Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lamseria Nababan menyampaikan bahwa program prioritas Cek Kesehatan Gratis (CKG)yang digagas Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah berhasil menempati posisi kedua terbaik di Sumatera Utara. Ke depan juga, sejumlah rencana kegiatan akan dilaksanakan, antara lain pembentukan BLUD Puskesmas, renovasi gedung farmasi serta validasi data kepesertaan PBI yang masih menggunakan fasilitas kesehatan di luar Taput.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan menyampaikan isu-isu penting di masing-masing bidang. Pada Bidang Sumber Daya Kesehatan, permasalahan utama adalah pemutusan pembiayaan jaminan kesehatan dari provinsi yang berdampak pada turunnya UHC. Di bidang Kesehatan Masyarakat, tantangan mencakup distribusi tenaga kesehatan pada program Integrasi Layanan Primer (ILP), masih tingginya kasus AKI dan AKB akibat rendahnya ANC lengkap, serta keterbatasan anggaran penanganan stunting. Bidang ini juga mencatat belum meratanya ketersediaan IPAL di Puskesmas.

Pada Bidang Pencegahan Penyakit, dilaporkan meningkatnya kasus gigitan anjing sehingga diperlukan regulasi berupa Peraturan Bupati tentang vaksinasi dan SOP penanganan rabies. Keterbatasan BMHP juga menjadi kendala dalam penanganan kasus TB. Sementara pada Bidang Pelayanan Kesehatan, masalah yang dihadapi antara lain masih kurangnya staf di layanan primer dan rujukan. Layanan Public Safety Center (PSC) juga tidak dapat beroperasi sejak 2024 karena keterbatasan SDM, sehingga dua unit ambulans dialihkan ke Badan Penanggulangan Bencana.(ABB)

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU