
Menjaga Air, Menjaga Bangsa:
Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Ayunan untuk Ketahanan Air Berkelanjutan
Analisnews.co.id – Badung | Air bukan sekadar sumber kehidupan, tetapi juga fondasi ketahanan bangsa.
Dengan semangat tersebut, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Menjaga Air, Menjaga Bangsa demi Ketahanan Air Berkelanjutan di Desa Ayunan, Abiansemal, Kabupaten Badung.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2025, bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Desa Ayunan, ini diketuai oleh I Gusti Ngurah Krisna Dana, S.HI., M.A beserta tim pengabdian Program Studi Ilmu Pemerintahan. Acara dihadiri oleh masyarakat Desa Ayunan, perangkat pemerintahan desa, serta mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa.
Tak ketinggalan turut hadir Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa, Drs. I Wayan Sudana, M.Si, serta Kepala Desa Ayunan, I Wayan Kumara Natha, S.H.
Kehadiran keduanya menegaskan dukungan kelembagaan dalam memperkuat sinergi antara kampus dan desa untuk mewujudkan tata kelola air yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Seusai akhir sesi, Ketua Pengabdian memberikan dua buah buku tentang ketahanan air kepada Pemerintah Desa Ayunan untuk menjadi media pembelajaran bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut, dibuka sambutan dari Kepala Desa Ayunan, I Wayan Kumara Natha, S.H., yang menyampaikan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga sumber daya air. Bahkan Ia menekankan bahwa Desa Ayunan tengah berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian sumber air, yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat setempat.
Menariknya dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan dua Narasumber, untuk memberikan wawasan dari perspektif global dan lokal. Dimoderatori oleh I Putu Hadi Pradnyana, SIP.,M.Si. Narasumber Sellita, S.Sos., M.A, Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Bakrie Jakarta, dengan topik materi bertajuk “Perspektif Global Ketahanan Air dalam Era Perubahan Iklim.
Pihaknya menyoroti bahwa krisis air kini telah menjadi isu geopolitik dan kemanusiaan yang menuntut kerja sama lintas negara. Air, menurutnya, bukan hanya persoalan sumber daya, tetapi juga bagian dari strategi keamanan dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Sementara itu, Dr. I Ketut Agus Karmadi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Provinsi Bali memberikan pemaparan ilmiah mengenai kondisi topografi dan geologi Desa Ayunan. Ia menjelaskan bahwa wilayah Ayunan memiliki potensi air tanah yang signifikan, namun juga menghadapi tantangan berupa penurunan debit air akibat perubahan tata guna lahan dan tekanan pembangunan. Ia mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk lebih aktif menerapkan pendekatan ilmiah dan kolaboratif dalam menjaga ketahanan air.
Menariknya kegiatan tersebut juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa, yang berdiskusi langsung dengan narasumber dan masyarakat untuk memahami dinamika pengelolaan air di tingkat lokal.
Tak hanya itu, selain meningkatkan kesadaran lingkungan, kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Warmadewa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui semangat “Menjaga Air, Menjaga Bangsa,” kegiatan ini menjadi momentum reflektif bahwa menjaga air berarti menjaga kehidupan, budaya, dan masa depan bangsa.
Oleh sebab itu, sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan inovasi serta kebijakan berbasis kearifan lokal menuju ketahanan air yang berkelanjutan di Desa Ayunan dan Bali pada umumnya.(red/tim)