03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Kolaborasi ITB dan Industri Rilis Kendaraan Otonom AVA di TEI 2025, Bukti Nyata Hilirisasi Riset Indonesia

hartonojkt
hartonojkt
Oktober 18, 2025 8:55 am pada TERKINI
IMG 20251018 WA0029

Analisnews.co.id,
Jakarta, [Tanggal, Bulan, Tahun] – Dalam gebrakan inovasi teknologi transportasi Indonesia, AVA (Autonomous Vehicle) hadir sebagai purwarupa nyata kendaraan otonom listrik yang cerdas, terjangkau, dan berkelanjutan di Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi strategis antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan tiga mitra industri terkemuka: PT AVS, PT Sibernetika Teknologi Industri, dan PT TESA.

Solusi Nyata untuk Tantangan Mobilitas Indonesia

Di tengah kontribusi sektor transportasi yang menyumbang 30% emisi karbon global (US EPA, 2020), AVA hadir dengan solusi konkret: mobilitas efisien yang ramah lingkungan tanpa mengorbankan kepraktisan dan anggaran. Kendaraan ini menjawab paradoks urbanisasi Indonesia – kebutuhan mobilitas yang meningkat berbanding lurus dengan dampak ekologis dan biaya yang membebani.

Revolusi Teknologi dengan Pendekatan Cerdas

Yang membedakan AVA dari solusi otonom lainnya adalah pendekatan teknologinya yang revolusioner. Alih-alih mengandalkan sensor LiDAR dan GPS yang mahal, AVA mengembangkan sistem Computer Vision dan AI yang lebih adaptif dengan kondisi Indonesia.

Augie Widyotriatmo, S.T., M.T., Ph.D., Ketua Periset AV AVA ITB, menjelaskan: “Kolaborasi dengan tiga mitra industri ini memungkinkan kami mengembangkan sistem yang tidak hanya cerdas, tetapi juga terjangkau. Dengan menggantikan sensor mahal dengan computer vision dan algoritma AI yang kami kembangkan sendiri, kami berhasil menekan biaya produksi hingga 60% dibanding solusi konvensional.”

Keunggulan Teknologi yang Terbukti

AVA menawarkan keunggulan teknologi yang terukur:

1. AI Adaptive Driving: Sistem yang mampu belajar dari pola berkendara dan kondisi jalan untuk optimasi energi
2. Eco Routing: Algoritma canggih yang mampu mengurangi konsumsi energi hingga 40%
3. Baterai LiFePO4: Teknologi baterai yang lebih stabil dan ramah lingkungan

Dengan jarak tempuh 100 km dan kapasitas 4-6 orang, AVA secara strategis dirancang untuk operasional di kawasan industri, resor wisata, kampus, dan bandara.

Model Kolaborasi yang Sukses

Kolaborasi antara ITB dan tiga mitra industri ini menjadi bukti nyata kesuksesan model hilirisasi riset di Indonesia. Masing-masing mitra memberikan kontribusi khusus:

· PT AVS: Pengembangan platform kendaraan dan sistem otonom
· PT Sibernetika Teknologi Industri: Integrasi sistem kontrol dan kecerdasan buatan
· PT TESA: Produksi dan assembling komponen kendaraan

Peluang Pasar yang Menjanjikan

Kehadiran AVA sangat tepat waktu, mengingat proyeksi pasar kendaraan otonom global yang diprediksi mencapai USD 300-400 miliar pada 2035 (McKinsey, 2023). Di sisi lain, pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat sebesar 16.84% pada 2023.

Visi Masa Depan

“Keberhasilan pengembangan AVA membuktikan bahwa talenta teknologi Indonesia mampu menciptakan solusi mobilitas masa depan yang kompetitif secara global,” tambah Augie. “Ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju sistem transportasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan.”

Kehadiran AVA di TEI Expo 2025 tidak hanya memamerkan teknologi, tetapi juga membuktikan kemampuan Indonesia dalam berinovasi dan berkolaborasi menciptakan solusi mobilitas masa depan.

Tentang AVA:
AVA adalah inisiatif teknologi dalam negeri hasil kolaborasi ITB dengan PT AVS, PT Sibernetika Teknologi Industri, dan PT TESA, yang berfokus pada pengembangan solusi mobilitas otonom dan berkelanjutan.

Tagar:
#AVA #TEIExpo2025 #MobilOtonom #GreenTech #KecerdasanBuatan #AI #EVIndonesia #InovasiAnakBangsa #SmartMobility #SustainableFuture #TechUpdate #KolaborasiIndustri #ITB #HilirisasiR

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU