04
Februari
2026
Rabu - : WIB

Berkomitmen Menjadi Digital Attacker BRI Group, Bank Raya Terus Perkuat Customer Experience dan Employee Experience

vritimes
vritimes
November 2, 2025 6:50 pm pada BISNIS
Berkomitmen Menjadi Digital Attacker BRI Group, Bank Raya Terus Perkuat Customer Experience dan Employee Experience

Jakarta, 29 Oktober 2025 – Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus berkomitmen mengembangkan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan nasabah secara digital.  Komitmen tersebut kembali membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2025 dan Indonesia Best CX EX Strategy Awards 2025. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen Bank Raya dalam mendorong transformasi digital dan menciptakan customer experience dan Employee Experience yang terintegrasi dan berfokus pada nasabah, serta berhasil meningkatkan kepuasan, loyalitas, dan produktivitas baik dari sisi nasabah maupun karyawan.

Penghargaan ini diberikan kepada korporasi, institusi, dan organisasi yang berhasil menciptakan inovasi dengan dampak signifikan terhadap industri dan masyarakat. Penilaian dilakukan oleh dewan juri independen yang terdiri dari akademisi, praktisi bisnis, dan tokoh industri. Bank Raya dinilai mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan semangat mendorong percepatan literasi keuangan di masyarakat melalui produk perbankan yang mudah, relevan, dan dapat diandalkan untuk kebutuhan transaksi masyarakat sehari-hari.

Ida Bagus Ketut Subagia Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Dua penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya berkelanjutan kami dalam menciptakan layanan keuangan digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah. Kami percaya bahwa inovasi dan pengalaman adalah dua kunci utama untuk memperluas akses keuangan dan menciptakan dampak yang berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.”

Customer Experience (CX) di Aplikasi Raya di bangun sebagai perjalanan yang menyentuh setiap fase hubungan dengan nasabah. Bank Raya ingin membangun pengalaman menggunakan aplikasi Raya yang seamless sehingga desain yang ditampilkan juga memiliki menyatukan suara nasabah dengan kolaborasi lintas fungsi untuk menciptakan pengalaman bertransaksi finansial yang mudah dan aman.

Sebagai bank digital, Bank Raya mendorong keunggulan produk yang mudah diakses, dapat diandalkan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga Bank Raya tidak hanya sebagai bank digital, tetapi juga sebagai kawan finansial bagi para nasabah.

Selain mendorong Customer Experience terbaik, Bank Raya juga mengoptimalkan berbagai pendekatan dalam untuk memberikan Employee Experience terbaik pada pekerja. Bank Raya saat ini telah memiliki framework yang diciptakan dengan membangun digital dan agile entrepreneurial mindset pada pekerjanya.  Hal ini sejalan dengan visi Bank Raya dalam menjadikan Bank Raya sebagai Bank Digital Utama yang Memberikan Akses Terluas Bagi Masyarakat Segmen Mikro dan Kecil di Indonesia.

Per Juni 2025, pengguna Aplikasi Raya telah mencapai lebih dari 1,05 juta nasabah. Aktivitas transaksi melalui aplikasi meningkat sebesar 42,7% secara tahunan (YoY), dengan total mencapai 2,1 juta transaksi. Selain itu, pertumbuhan dana digital (digital saving) turut menunjukkan capaian positif dengan nilai Rp1,5 triliun, atau meningkat 66,6% (YoY), mencerminkan kepercayaan dan kenyamanan nasabah terhadap layanan digital Bank Raya.

“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen kami dalam menghadirkan inovasi digital yang tidak hanya menjawab kebutuhan nasabah, tetapi juga memperkuat hubungan dengan nasabah melalui pengalaman yang lebih personal. Ke depan, Bank Raya akan terus memperkuat ekosistem digital dan memperluas dampak positif kami terhadap literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.” tutup Bagus.

Tentang Bank Raya
Bank Raya adalah Bank Digital bagian dari BRI Group, yang dipercaya menjadi digital attacker BRI di industri perbankan Indonesia. Aplikasi mobile banking Bank Raya (Raya Apps) memiliki produk unggulan yaitu simpanan digital dengan fitur andalan seperti Saku Bujet, Saku Pintar, dan Saku Jaga yang membantu nasabah mengelola keuangan sesuai kebutuhan masing-masing nasabah secara lebih baik dan mudah. Disamping itu, nasabah juga dapat memanfaatkan Saku Bareng, yang dapat mendukung komunitas atau cluster usaha untuk mengelola keuangan bersama serta Saku Bisnis dimana nasabah, yang mempunyai usaha, dapat dengan mudah mengelola keuangan pribadi maupun keuangan bisnis secara terpisah namun masih dalam satu aplikasi/gadget. Tidak hanya itu, Raya Apps juga menyediakan berbagai fitur untuk memenuhi kebutuhan transaksi seperti transfer, pulsa, top up e-wallet dan QRIS. Raya Apps tersedia untuk diunduh di Android dan IOS.
Bank Raya juga merupakan Bank Digital yang memiliki produk pinjaman fully digital yaitu Pinang, dengan beberapa produk andalan seperti Pinang Dana Talangan yaitu pinjaman untuk mendukung transaksi keuangan Agen BRILink, Pinjaman multiguna untuk karyawan tetap yaitu Pinang Flexi, Pinang Maksima dan Pinang Performa yang menghadirkan pinjaman produktif untuk pelaku usaha, serta Pinang Connect yang menyalurkan pinjaman untuk pelaku usaha melalui fintech atau P2P lending.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Disalin

Pos Terkait

Public (2) (34)
November 20, 2025 7:42 am
Tokoh Logistik Nasional Bongkar Penyebab Biaya Logistik Termahal di Asia TenggaraBiaya logistik Indonesia mencapai 14,9% dari PDB, yang mana tertinggi di Asia Tenggara, yang disebabkan oleh empat faktor utama yang menghambat daya saing, yaitu: proteksi industri truk dan oligopoli, mahalnya infrastruktur tol, fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta kompleksitas regulasi dan birokrasi; namun, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), Daniel Budi Setiawan, menawarkan solusi strategis melalui digitalisasi logistik dengan aplikasi muatmuat yang bertujuan mengoptimalkan utilitas armada, meningkatkan transparansi pasar, dan menekan biaya suku cadang guna menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan kompetitif. JAKARTA – Biaya logistik Indonesia yang masih mencapai 14,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), tertinggi di Asia Tenggara dan jauh di atas rata-rata negara maju (8-9%) dinilai menjadi ancaman serius bagi daya saing ekonomi nasional. Menurut Ir. Daniel Budi Setiawan, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), tingginya biaya logistik mencerminkan masih rendahnya efisiensi rantai pasok nasional yang berimbas langsung pada harga produk dan daya beli masyarakat. “Angka 14,9% ini sangat membebani. Biaya tersebut akhirnya ditransfer ke harga jual produk, membuat barang-barang kita kurang kompetitif di pasar global,” ujar Daniel. Empat Faktor Penghambat Efisiensi Logistik Nasional Berdasarkan pengalaman Daniel selama puluhan tahun memimpin perusahaan logistik PT. Siba Surya yang punya aset ribuan truk dari yang awalnya hanya belasan, terdapat empat variabel utama yang berkontribusi terhadap tingginya biaya logistik Indonesia, di mana sebagian besar masih berada dalam kendali kebijakan pemerintah. 1. Proteksi Industri Truk (Kartel Pabrikan): Kebijakan proteksi yang sudah berjalan lebih dari lima dekade terhadap merek truk asal Jepang seperti Fuso, Hino, Isuzu, dan Nissan Diesel menyebabkan harga barang modal meningkat drastis. “Sampai saat ini, commercial vehicle masih dibebani bea masuk 35-45%. Empat merek besar itu berada dalam posisi oligopoli. Kalau mereka sepakat menaikkan harga, pasar tidak punya pilihan lain,” tegas Daniel. 2. Infrastruktur Tol yang Mahal: Tidak seperti di negara maju, di mana pajak kendaraan sudah mencakup hak menggunakan jalan bebas hambatan, Indonesia masih menerapkan sistem tol berbayar yang dianggap mahal bagi pelaku transportasi barang. Hal ini menambah biaya transportasi logistik di luar pajak kendaraan tahunan. 3. Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah: Ketergantungan terhadap suku cadang dan bahan bakar impor membuat biaya operasional sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah. Setiap perubahan kurs berpotensi menaikkan ongkos logistik secara signifikan. 4. Regulasi dan Birokrasi: Kompleksitas perizinan, pajak ganda (PPN, PPh, Bea Masuk, PKB, KIR), serta birokrasi antarinstansi memperpanjang proses dan meningkatkan biaya distribusi nasional. Peran Swasta: Mendorong Efisiensi dan Transparansi Meski tiga dari empat faktor tersebut bersifat makro, sektor swasta dinilai tetap memiliki ruang untuk mendorong efisiensi melalui inovasi dan digitalisasi logistik. Berbekal pengalaman puluhan tahun menghadapi kompleksitas industri logistik, Daniel menghadirkan muatmuat sebagai solusi strategis bagi pelaku logistik untuk memangkas biaya dan membuka efisiensi baru dalam rantai pasok Indonesia. Daniel mencontohkan langkah-langkah yang dapat diambil industri untuk mengurangi beban biaya, seperti: 1. Mengoptimalkan Utilisasi Armada: Mengurangi jumlah truk yang kembali kosong (empty return) dengan sistem pencocokan muatan digital di fitur Transport Market. 2. Meningkatkan Transparansi Pasar: Menghubungkan pengirim dan transporter secara langsung agar rantai distribusi lebih efisien dan biaya mark-up berkurang. 3. Digitalisasi Suku Cadang: di muatmuat juga tersedia Platform e-commerce bernama muatparts khusus logistik dapat menghadirkan harga suku cadang yang lebih kompetitif untuk menekan biaya operasional transportasi. “Kami percaya efisiensi pasar dapat dicapai lewat kolaborasi dan keterbukaan data. Semakin terhubung pelaku logistik nasional, semakin sehat pula industrinya,” tambah Daniel di podcast bersama Helmy Yahya. Aplikasi muatmuat, yang dikembangkan oleh Daniel Budi Setiawan dan kini telah dipercaya oleh puluhan ribu pelaku logistik nasional sejak mulai dipasarkan pada 2024, menjadi contoh nyata kontribusi sektor swasta dalam membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, transparan, dan berdaya saing. Karakter yang Dibutuhkan untuk Bertahan di Industri Logistik Bagi Daniel, industri logistik adalah arena yang menuntut ketahanan mental, disiplin, dan keberanian untuk terus bergerak. “Yang bisa survive di industri ini adalah mereka yang punya dedikasi penuh dan mental petarung,” ujarnya. Berhenti sejenak saja bisa tersingkir oleh mekanisme pasar, sehingga ekspansi dan adaptasi menjadi kunci untuk bertahan. Pengalaman panjang Daniel menghadapi kerasnya industri transportasi membentuk pemahaman bahwa banyak pelaku logistik sebenarnya mampu tumbuh, asal prosesnya dibuat lebih sederhana, efisien, dan terukur. Dari sinilah muatmuat lahir: sebagai perpanjangan dari semangat bertarung itu. Bukan sekadar platform, tetapi alat yang membantu pelaku industri meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya operasional, dan tetap kompetitif di tengah tantangan. Bagi Daniel, logistik memang keras, tapi selalu memberi ruang bagi mereka yang cukup kuat dan cukup berani untuk terus maju. Tentang muatmuat muatmuat hadir dengan visi menjadi produk yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat logistik di Indonesia. khususnya yang berdampak kepada : 1. Rendahnya daya beli masyarakat 2. Rendahnya kualitas atau nilai kompetitif sebuah produk/jasa, dan 3. Roda perekonomian di Indonesia Berbekal pengalaman nyata selama 4 generasi di bidang logistik serta teknologiyang handal, kami siap bersama pemangku kepentingan berkolaborasi mengemban misi dalam mendigitalisasi dan membangun industri logistik yang berkelanjutan. Kami turut mengajak masyarakat logistik untuk tergabung, saling terhubung dan jalan mudah bersama kami. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU