04
Februari
2026
Rabu - : WIB

Bukan Solusi Instan: Langkah Konkrit Wamen PUPR – Pemkot Semarang Dorong Pendekatan Hidro-Geoteknik Terintegrasi Menjamin Keberlanjutan Infrastruktur Air Masa Depan

hartonojkt
hartonojkt
November 13, 2025 5:37 am pada TERKINI
IMG 20251113 WA0003

*Akselerasi November 2025: Pemkot Semarang dan PUPR Tuntaskan Peremajaan Pompa Krusial. ————

Analisnews.co.id,
Semarang ,Pemerintah Kota Semarang dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersinergi menghadapi tantangan penanganan banjir yang semakin kompleks akibat penurunan tanah (land subsidence). Upaya terpadu ini diwujudkan melalui percepatan peremajaan sistem pompa dan normalisasi kolam retensi di titik-titik strategis kota.

Berdasarkan data monitoring Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, kawasan Rumah Pompa Kali Semarang mengalami penurunan tanah hingga 10 sentimeter per tahun. Meski laju penurunannya telah melambat, dampak kumulatifnya terhadap efektivitas sistem drainase kota tetap menjadi perhatian serius.

“Kami berhadapan dengan multi-dimensional challenge. Tidak hanya air hujan dan rob, tetapi juga dinamika permukaan tanah yang terus berubah. Setiap sentimeter penurunan tanah berdampak signifikan pada kinerja infrastruktur drainase kami,” papar Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, dalam keterangan persnya, Selasa (11/11/2025).

Akselerasi Peremajaan Infrastruktur

Menghadapi kondisi ini, Pemkot Semarang melakukan akselerasi peremajaan sistem pompa. Di Rumah Pompa Tenggang, tiga dari enam unit pompa berkapasitas 2.000 liter per detik (LPS) telah beroperasi normal, dengan total kapasitas yang akan mencapai 12.000 LPS setelah seluruh unit terpasang.

Progres serupa dilaporkan di Rumah Pompa Sringin, di mana empat dari lima unit pompa telah selesai diganti. Seluruh pekerjaan peremajaan pompa ditargetkan tuntas November 2025.

“Kami juga memajukan jadwal pengerukan sedimen di Kolam Retensi Muktiharjo yang semula direncanakan 2026. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga efektivitas sistem pengendalian banjir secara keseluruhan,” tegas Suwarto.

Dukungan dan Integrasi dari Pemerintah Pusat

Komitmen penanganan banjir di Semarang mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat. Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti, dalam kunjungan kerjanya ke Semarang, Sabtu (8/11/2025), menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi yang mempertimbangkan aspek hidrologi dan geoteknik.

“Kami menyiapkan sistem pengendali air yang komprehensif. Peremajaan dan integrasi sistem pompa ini merupakan bagian dari solusi terpadu yang juga mencakup penanganan akar permasalahan land subsidence,” ujar Diana Kusumastuti.

Wakil Menteri menekankan, pendekatan ini sejalan dengan strategi nasional penanganan banjir rob dan land subsidence di wilayah pesisir utara Jawa, dengan Semarang sebagai salah satu prioritas utama.

Adaptasi Teknologi dan Desain Infrastruktur

Menghadapi realita land subsidence, DPU Kota Semarang melakukan berbagai adaptasi dalam perencanaan infrastruktur. “Dalam setiap peremajaan dan pembangunan infrastruktur baru, kami memasukkan faktor penyesuaian terhadap penurunan tanah ke dalam desain teknis. Ini adalah keniscayaan yang harus kami hadapi,” jelas Suwarto.

Adaptasi ini termasuk pemilihan teknologi dan material yang mampu beradaptasi dengan perubahan elevasi tanah, serta desain fondasi yang lebih fleksibel untuk memastikan keberlangsungan operasional sistem pemompaan.

Tantangan Keberlanjutan

Genangan air setinggi hampir satu meter yang melumpuhkan Jalan Kaligawe selama lebih dari sepekan pada akhir Oktober 2025 menjadi pengingat nyata akan kompleksitas penanganan banjir di Semarang. Keberadaan Rumah Pompa Kali Semarang sebagai episentrum tata kelola air kota terus diuji oleh kondisi tanah yang terus berubah.

Tantangan terbesar kami adalah memastikan keberlangsungan sistem ini di atas fondasi yang dinamis. Ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi komitmen jangka panjang untuk keberlanjutan kota

Melalui langkah-langkah strategis dan sinergi pusat-daerah ini, Pemkot Semarang berupaya membangun ketahanan kota yang mampu beradaptasi dengan tantangan geologis dan hidrologis yang kian kompleks. #PemkotSemarang. #KotaSemarang. # BanjirKotaSemarang

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU