04
Februari
2026
Rabu - : WIB

GEKIRA Gelar Dialog Nasional Iklim dan Lingkungan Hidup di Tapanuli Utara

alexbutar
alexbutar
Januari 11, 2026 12:15 pm pada SUMUT, TERKINI
Screenshot 2026 01 11 12 09 18 17 c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf7062

 

Tapanuli Utara – analisnews.co.id

Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) menggelar Dialog Nasional Iklim dan Lingkungan Hidup di Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional GEKIRA dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup, peningkatan kesadaran publik terhadap isu perubahan iklim, serta penguatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Bpk. Hashim S. Djojohadikusumo, bersama jajaran pengurus Pimpinan Pusat GEKIRA, tokoh masyarakat, tokoh gereja, serta perwakilan pemerintah daerah.

Kedatangan Bpk. Hashim S. Djojohadikusumo beserta rombongan di Bandara Silangit sekitar pukul 08.30 WIB disambut langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. Penyambutan tersebut mencerminkan dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terhadap pelaksanaan kegiatan nasional yang mengangkat isu strategis lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Usai penyambutan di Bandara Silangit, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Area Salib Kasih Tarutung. Di lokasi yang memiliki nilai religius dan historis tersebut, dilakukan penanaman dan penyerahan bibit pohon aren secara simbolis kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pesan utama kegiatan, yakni pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pohon aren dipilih karena memiliki nilai ekologis yang tinggi serta manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat, mulai dari hasil nira hingga produk turunannya. Melalui penanaman ini, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan menuju Pearaja dengan singgah di Kantor Pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) atau kediaman Ephorus HKBP. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi serta penguatan komunikasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan dalam mendukung agenda pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Agenda utama kegiatan dilaksanakan di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Pearaja, melalui Dialog Nasional Iklim dan Lingkungan Hidup. Dalam dialog tersebut, Bpk. Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan paparan mengenai tantangan perubahan iklim global dan dampaknya terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk lingkungan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.

Ia menekankan bahwa penanganan perubahan iklim memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta partisipasi aktif masyarakat. Edukasi publik dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup untuk generasi mendatang.

Dialog nasional ini berlangsung interaktif dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap isu lingkungan hidup serta mendorong lahirnya komitmen bersama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. GEKIRA memandang dialog ini sebagai sarana edukasi sekaligus kontribusi nyata organisasi dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang iklim dan energi.

Ketua Pelaksana kegiatan yang juga bertindak sebagai PIC acara, Daniel Sipahutar, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, dialog nasional ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga dilengkapi dengan aksi nyata di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, GEKIRA ingin mendorong kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, sekaligus menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui penanaman pohon dan penyaluran bantuan sosial,” ujar Daniel Sipahutar.

Selain dialog nasional, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial sebanyak 10.000 paket kepada masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Bantuan tersebut disalurkan melalui pemerintah daerah dari wilayah terdampak sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.

Penyaluran bantuan sosial ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kontribusi GEKIRA dalam mendukung masyarakat di wilayah terdampak.

Rangkaian kegiatan Dialog Nasional Iklim dan Lingkungan Hidup ini ditutup dengan makan siang bersama sebelum rombongan meninggalkan lokasi kegiatan. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta menghadapi tantangan perubahan iklim secara berkelanjutan.(ABB)

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU