12
Januari
2026
Senin - : WIB

Dewo Hadi Soeprobo Owner Sekaligus Arranger tiketnonton.com dan Pelaku Impresariat Dunia Show Biz Tanah Air

ahmadrrc
Januari 11, 2026 3:31 pm pada Music

Dewo Hadi Soeprobo yang akrab disapa Dewo sudah 3 dekade lebih menjalani usaha jasa impresariat ( perizinan yang berhubungan dengan dunia pertunjukan) dan tiket nonton (karcis nonton pertunjukan konser musik, sports, film, dan lain-lain).

Kedua jasa ini merupakan bagian penting dalam dunia show biz (pertunjukan). Pastinya jasa ini sangat dibutuhkan oleh pihak-pihak yang menggelar event konser musik, olahraga, dan film di wilayah Indonesia.

Founder sekaligus owner www.tiketnonton.com ini awallnya bekecimpung pada dua bidang ticketing dan impresariat ini awalnya iseng atau coba-coba. Akhirnya malah menekuni secara profesional.

Mengenai pengalamannya di dunia industri hiburan ini, Dewo sampaikan saat ngobrol santai bersama Bois Famous Maker di kantornya PT Sahabat Tiket Nonton Indonesia yang beralamat di Jalan Kerinci Kebayoran, Jakarta Selatan.

“Ticketing dan impresariat adalah kebutuhan utama bagi para promotor atau event organizer, seperti di dunia musik, sport, dan film. Awalnya dirintis dengan iseng, gak tahunya keterusan hingga sekarang,” papar lelaki kelahiran. Jakarta tahun 1965 itu.

Menurutnya, untuk pekerjaan ticketing management ini banyak tantangan dan setiap show selalu berbeda tantangannya. Usaha ticketing dirintisnya sejak tahun1996 secara off line. Kemudian tahun 2005 bermetamorfosis secara online dengan nama brand Tiket Nonton Dot Com yang bisa diakses lewat www.tiketnonton.com, kini usahanya ini sudah establish. Bahkan beberapa tahun lalu perusahaan yang dibangunnya ini menjadi incaran perusahaan start up dengan harga miliaran.

“Kebetulan saya emang gak jual, karena secara idealis, saya mau warisin untuk anak-anak saya, karena ini bagian dari sejarah perjalanan hidup saya,” ungkap alumni SMA 29 Jakarta itu.

Dalam perjalanan usaha ticketing di Indonesia saat ini pastinya sudah banyak kompetiter. Namun kelebihnan Dewo dalam memberikan servis pelayanan secara management dan pengemasan. Ini ia lakukan untuk menjaga reputasi dan sebuah kepercayaan.

Dari ticketing sudah puluhan event yang ditanganinya, baik event nasional maupun internasional. Diantaranya, Aladin On Ice 1996, Disney Live! 2008, konser Dream Theater 2014, The Real Shaolin Kung Fu 2000, A Spectacular China Acrobat From Beijing 2001, MXGP 2022, Circus International 2010, ILA GALIGO 2003 , AXIATA CUP 2012, 2013 dan MXGP ( Motor Cross World Championship ) th 2022 di Sumbawa NTB.

Kemudian Guruh Soekarno Putra ( Chrisye 5 Dekade, Lelaki Super, Sri Mimpi, Beta Cinta Indonesia, 100 Tahun Bung Karno, Titik Puspa Theater Musical ( Kupu kupu, Bawang Merah Bawang Putih ), Ruth Sahanaya Live 2005 dan 2009, 3 DIVA, KD live, Konser Traya, Glenn Fadly Tour 2005, Anggun C Sasmi 2004. Theater Musical Siti Nurbaya, Sehari bersama Sherina 2001, Erwin Gutawa Konser 2016, Diatas Rata2 seri 1 dan 2 dan Chrisye Kidung Abadi 2012.

Pastinya bisnis ini terus berevolusi mengkuti perkembangan jaman. Menurut Dewo, sejak dari awal ia, sudah mengerjakan sistem ticketing management secara manual, yang dimanage dari hulu sampai hilir. Seperti ikut menentukan harga jual tiket, arrangement tempat duduk, menentukan mitra pihak ketiga, distribusi tiket hingga laporan penjualan.

Sedangkan untuk usaha jasa impresariat, Dewo menjalaninya berbarengan dengan usaha ticketing. Dimatanya, semua artis asing yg datang ke indonesia harus melalui badan swasta namanya impresariat. Dulu perijinan ini harus melalui 13 instansi. Lintas kementerian dan lintas depertemen. Diantaranya ada Polda, Pariwisata, Imigrasi, Tramtib DKI, dan Kementrian Ketenagakerjaan. Namun kini birokrasi teraebut dipangkas lebih effisien.

Banyak suka duka yang menjadi pengalaman berharga dan tak terlupakan dalam usahanya ini. Salah satunya ketika event pertunjukan Circus, dimana tenda pertuniukan tersebut roboh. Otomatis akibat peristiwa force majeur itu, promotor alami kerugian. Namun acara tetap berjalan cuma mundur 2 hari karna pindah Venue yg lebih kecil kapasitas. Ada beberapa kejadian lagi, ketika satu promotor buat acara Internasional Band top dunia sampai pinjam uang untuk bayar artisnya, acaranya berjalan sukses, sayangnya uang tiket dibawa kabur. Sehingga pihak promotor tak bisa melakukan pembayaran pinjamannya terhadap Dewo dan tim selaku mitra kerjasama.

Kedepannya dari bidang ticketing dan impresariat ini, Dewo terus berinovasi dengan melebarkan usaha bisnis jasa ini ke wilayah Indonesia, terutama di daerah propinsi dan kabupaten.

“Saat ini kegiatan show biz kembali marak di tanah air, bukan saja di ibukota negara atau kota-kota besar. Saya ingin bermitra dengan para pelaku show biz di daerah,” pungkas Dewo yang saat ini menangani ticketing ‘Bukan Cinta Galih Ratna’ pada bulan Februari nanti.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU