
Bogor, Analisnews.co.id,
Jika tim sepak bola juara membutuhkan pelatih kepala yang visioner untuk merancang strategi, memilih formasi, dan memimpin tim meraih kemenangan, maka Drs. H. Eman Supriyatman, M.Pd., adalah sosok “pelatih” di balik kesuksesan MAN 2 Kota Bogor. Di bawah kepemimpinannya, madrasah ini bukan hanya sekadar meraih prestasi, tetapi membangun sebuah sistem yang konsisten dan berkelanjutan, yang tahun ini kembali mengantarkan 397 lulusannya ke gerbang perguruan tinggi negeri (PTN) dan universitas ternama di luar negeri.
Prestasi pada Tahun Pelajaran 2024/2025 ini memperpanjang catatan gemilang madrasah. Sebanyak 280 siswa diterima di PTN, 110 siswa di PTKIN, dan 7 siswa bahkan berhasil menembus universitas kelas dunia seperti Monash University (Australia) dan Ritsumeikan Asia Pacific University (Jepang). Kesuksesan ini berlandaskan pada peringkat nasional madrasah yang kokoh, yaitu peringkat 537 dalam Top 1.000 Sekolah Terbaik berdasarkan nilai UTBK 2024.
Visi Pelatih: Membangun Tim Juara dari Awal
Sebagai “manajer” madrasah, langkah pertama Eman Supriyatman adalah membangun tim yang solid dan berorientasi pada tujuan. Visinya diterjemahkan ke dalam struktur pendukung yang efektif, seperti membentuk Tim Pengembang dan Penelitian Mutu Madrasah (P2MM) yang berfungsi sebagai “striker” khusus untuk pencapaian akademik puncak.
“Kami tidak menunggu hingga kelas 12. Melalui program Bimbingan Prestasi Akademik (BPA), siswa kelas 10 dan 11 sudah harus menyelesaikan materi kelas 12,” ujar H. Ade Rahman, S.Si, M.PKim Ketua P2MM, yang menjalankan strategi taktis sang Kepala Madrasah. Program ini melibatkan seleksi ketat dengan kelas intensif berisi 15 siswa terpilih per mata pelajaran, ibarat membentuk tim inti yang siap bertanding di level nasional.
Taktik dan Formasi: Kemitraan Strategis dan Pengembangan Holistik
Strategi kepemimpinan Eman tidak hanya fokus pada akademik. Sebagai pelatih yang cerdik, beliau memahami pentingnya membangun jaringan dan pengembangan karakter. Di bidang ini, Wakil Kepala Bidang Kehumasan, Lala Nurmala, M.Pd., menjadi ujung tombak eksekusi strateginya.
“Kemitraan dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri serta dukungan masyarakat adalah energi utama madrasah untuk berinovasi,” kata Lala, mencerminkan kebijakan Eman untuk membuka seluas-luasnya jalur prestasi bagi siswa. Selain itu, program Tahfiz yang menargetkan hafalan 10 juz menunjukkan strateginya yang holistik, memastikan siswa tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki landasan karakter dan spiritual yang kuat untuk mengakses beasiswa seperti Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB).
Hasil Pertandingan: Prestasi yang Membuktikan Efektivitas Strategi
Efektivitas seluruh strategi ini terbukti dari rentetan “trofi” yang dibawa pulang siswa sepanjang 2025, sekaligus menjadi kunci sukses penerimaan PTN. Beberapa di antaranya adalah:
· Juara 3 Nasional Olimpiade Matematika (OPTIKA) di UIN Jakarta.
· Juara 2 Nasional kompetisi Statistika Junior pada Pesta Sains Nasional IPB.
· Juara 2 Nasional Agrotech & Agroindustry Competition IPB.
· Medali Perunggu Nasional Kompetisi Riset KREASI di bidang Biomedis serta Ilmu Sosial.
Pencapaian ini bukan kebetulan, tetapi buah dari “latihan” dan “skema permainan” yang telah dirancang dan diterapkan dengan disiplin.
Kesimpulan: Legacy Seorang Pemimpin Pendidikan
Kepemimpinan Drs. H. Eman Supriyatman, M.Pd., di MAN 2 Kota Bogor mengajarkan bahwa kesuksesan pendidikan berkelanjutan lahir dari kombinasi antara visi yang jelas, sistem yang terukur, dan pemberdayaan tim yang tepat. Beliau tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi sebagai pelatih strategis yang mengidentifikasi bakat, menyusun rencana pertandingan (kurikulum & program), dan memastikan setiap unsur di madrasah bermain dalam posisi terbaiknya untuk mencetak gol (prestasi). Hasilnya adalah sebuah lembaga yang tidak hanya berprestasi pada satu momen, tetapi secara konsisten melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.