
Analisnews.co.id | Jakarta – Film horor-komedi Sebelum Dijemput Nenek resmi tayang hari ini di seluruh bioskop Indonesia. Diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film ini menghadirkan pengalaman menonton yang ringan, menghibur, dan penuh tawa, tanpa meninggalkan unsur horor berbasis mitos lokal.
Sejak penayangan perdananya, penonton mulai merespons dinamika unik Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar Hestu dan Akbar. Di layar lebar, keduanya terlihat semakin “kembar”, baik secara visual maupun chemistry, memperkuat komedi situasi yang lahir dari perbedaan karakter: Hestu yang dingin dan serius berhadapan dengan Akbar yang santai, polos, dan apa adanya.
Bagi Angga Yunanda, Sebelum Dijemput Nenek menjadi salah satu film paling berbeda sepanjang kariernya. Film ini memperlihatkan sisi Angga yang lebih cair, komedik, dan lepas dari persona serius yang selama ini melekat.
“Film ini benar-benar pengalaman baru buat aku. Aku harus berani terlihat lucu, ceroboh, dan nggak jaim. Jujur, ini film yang bikin aku makin tertarik mengeksplorasi komedi,” ujar Angga.
Sementara itu, Dodit Mulyanto menanggapi pergeseran peran tersebut dengan candaan
khasnya. “Sekarang Angga udah ganteng, lucu lagi. Kayaknya karier aku sebagai komika mulai terancam,” ujar Dodit sambil tertawa.
Selain duet utama, film ini juga diperkuat oleh jajaran karakter pendukung yang mencuri perhatian. Oki Rengga yang dikenal dengan logat bataknya yang khas mencuri perhatian ketika harus berakting menggunakan bahasa Jawa.
Menanggapi hal itu, Oki menjelaskan,
“Orang suka heran kenapa aku nggak latihan bahasa Jawa. Ya karena aku orang Jawa. Aku ini orang Jawa yang tinggal di Medan, jadi bahasanya sudah terbentuk dari keseharian. Itu yang aku bawa ke karakter ini,” ujar Oki Rengga.
Sementara itu aktor sekaligus komika pendukung film ini yang berperan sebagai Ki Mangun, Nopek Novian, mengungkapkan bahwa pendalaman karakternya dilakukan dengan riset langsung ke lapangan. Sambil bercanda, Nopek mengungkapkan, “aku mendatangi sejumlah dukun di kampung halamanku untuk memahami gestur, cara bicara, hingga aura karakter yang
diperankannya’. ujar Nopek sambil tertawa.
Nopek melanjutkan, “Nggak lah, karakter dukun ini aku ambil dari referensi tontonan berbagai film yang ada dukunnya”, tutup Nopek.
Kehadiran cameo juga menjadi kejutan tersendiri bagi penonton. Salah satunya adalah Eri Pras, yang dikenal publik lewat momen viral salah lirik, serta Tante Ernie, influencer yang digandrungi kaum pria. Kehadiran mereka menandai peralihan dari fenomena digital ke layar lebar, sekaligus menambah warna, kesegaran, dan lapisan komedi dalam cerita.
Disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, Sebelum Dijemput Nenek sejak awal dirancang sebagai tontonan yang tidak membebani penonton. “Ini film yang nggak menuntut penonton untuk berpikir rumit. Duduk, ikut tertawa, menikmati ceritanya, lalu pulang dengan perasaan ringan. Horor dan komedinya berjalan berdampingan, saling menguatkan,” ujar Fajar.
Sebagai produser, Sunil Samtani menegaskan bahwa film ini sejak awal ditujukan sebagai hiburan yang bisa dinikmati bersama. Karena itu, pada hari pertama penayangan, sejumlah pemain seperti, Dodit Mulyanto, Nopek Novian, dan Wavi Zihan yang akan menyapa langsung penonton melalui rangkaian cinema visit.
“Kami ingin Sebelum Dijemput Nenek tidak hanya dinikmati di layar, tetapi juga dirayakan bersama penonton. Di hari pertama penayangan, kami menyapa langsung penonton lewat cinema visit di Yogyakarta dan Madiun, lalu dilanjutkan ke Malang dan Surabaya pada 23 Januari. Ini menjadi cara kami berbagi energi, tawa, dan pengalaman menonton yang hangat
bersama penonton di berbagai kota,” ujar Sunil Samtani.
Dengan kombinasi horor, komedi karakter, serta penampilan para pemain yang segar dan berbeda dari biasanya, Sebelum Dijemput Nenek siap menjadi pilihan tontonan yang pas untuk mengawali tahun 2026.
Saksikan Sebelum Dijemput Nenek, mulai hari ini, 22 Januari 2026, di seluruh bioskop
Indonesia. Pantau sosial media Rapi Films untuk mengetahui kunjungan para pemain film Sebelum Dijemput Nenek lainnya di kota-kota.