
Analisnews.co.id, JAKARTA – Sambal Bakar Indonesia resmi membuka gerai ke-30 yang berlokasi di Jalan Senen Raya A No. 135–137, Jakarta Pusat. Pembukaan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam mengawali fase ekspansi agresif sepanjang 2026, sekaligus menandai kehadiran pertamanya di kawasan Jakarta Pusat.
Gerai terbaru yang berada tepat di depan Mall Atrium Senen tersebut dipilih melalui pertimbangan matang. Director of Marketing & Branding Sambal Bakar Indonesia, Renaldo Akhira Ruslan, mengatakan kawasan Senen memiliki tingkat mobilitas dan aktivitas ekonomi yang tinggi, sehingga dinilai ideal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Kami memilih lokasi ini karena sangat strategis, mudah diakses dari berbagai arah, serta dikelilingi perkantoran dan area komersial. Kami ingin Sambal Bakar Indonesia hadir dan menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat,” ujar Renaldo.
Berbeda dari sebagian gerai sebelumnya, cabang Senen hadir dengan konsep yang lebih matang. Bangunan seluas sekitar 3.000 meter persegi ini terdiri dari dua lantai dan dilengkapi ruang VIP yang dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan pelanggan, mulai dari makan bersama keluarga hingga agenda kantor dan acara privat.
Menurut Renaldo, konsep tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam, khususnya di kawasan pusat kota. Secara segmentasi, gerai Senen menyasar pegawai kantoran sebagai target utama, tanpa mengesampingkan keluarga dan komunitas sekitar.
“Lokasi ini kami harapkan menjadi pilihan untuk makan siang, pertemuan informal, hingga bersantap bersama setelah jam kerja,” katanya.
Di tengah persaingan industri makanan dan minuman yang semakin ketat, Sambal Bakar Indonesia menegaskan konsistensi rasa, kualitas bahan, dan pengalaman pelanggan sebagai kunci pertumbuhan bisnis. Perusahaan juga terus berinovasi dalam menu serta menjaga standar operasional di setiap gerai.
Sepanjang 2026, Sambal Bakar Indonesia menargetkan pembukaan puluhan gerai baru di wilayah strategis, baik di Jabodetabek maupun kota potensial lainnya. Selain memperluas jangkauan, ekspansi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.
“Bisnis kuliner adalah maraton, bukan sprint. Konsistensi, inovasi, dan fokus pada kepuasan pelanggan adalah fondasi utama untuk bertumbuh secara berkelanjutan,” tutup Renaldo.
Reporter : Ayhano