03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Setelah 3 Bulan Jalani Rehabilitasi Narkoba, Onad Ungkap Dirinya Mengidap Gejala Sindrom Peter Pan, Apa Itu?

yadisuryadi
yadisuryadi
Februari 1, 2026 10:27 pm pada TERKINI
IMG 20260201 WA0133

Analisnews.co.id | Artis, Onadio Leonardo telah kembali menghirup udara bebas setelah menjalani rehabilitasi buntut kasus penyalahgunaan narkoba.

Kini, Onad muncul di podcast Deddy Corbuzier dan mengungkapkan soal rehabilitasi narkoba yang telah dijalaninya selama 3 bulan ke belakang.

“Aku pikir kayak pakai seatbelt aja coba-coba sekali nggak masalah,” kata Onad sebagaimana dilansir dari siniar YouTube Deddy Corbuzier, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Dalam kesempatan itu, Onad lantas membeberkan pengalamannya selama rehabilitasi dengan sesama pengguna narkoba.

“Ada yang sampe lupa nama dirinya sendiri,” tutur Onad.

Lebih lanjut, Onad mengatakan dirinya sempat berkonsultasi terkait gejala yang dialami dirinya kepada psikolog yang ada di panti rehabilitasi narkoba tersebut.

“Aku kulik, apa sih yang ada di diriku. Oh ternyata bukan recreation katanya (memakai narkoba),” tuturnya.

Dari hasil terapi, Onad baru mengetahui bahwa dirinya mengalami gejala sindrom Peter Pan, sebuah kondisi psikologis di mana seseorang sulit melepaskan fase usia mudanya.

“Dan ada yang namanya sindrom Peter Pan, aku katanya begitu,” terang Onad.

“Aku tidak bisa move on dari golden age saat masih 19 tahun,” tegasnya.

Berkaca dari hal itu, terdapat sebuah penelitian yang mengungkap secara mendalam terkait gejala sindrom Peter Pan yang umumnya menghampiri seorang pria.

Sulit Mengerti Tentang Apa Arti Dewasa

Berdasarkan buku The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up (Kiley, Dan. 1983), sindrom Peter Pan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pria yang kesulitan menghadapi kenyataan tentang apa artinya tumbuh dewasa.

Dr. Dan Kiley pertama kali mencetuskan istilah ini pada awal tahun 1980-an.

Kiley mengidentifikasi dan menganalisis penyebab dan gejala sindrom Peter Pan, suatu kondisi yang digambarkannya sebagai keadaan psikologis dan emosional seseorang.

Hal itu yang disebabkan oleh faktor lingkungan yang terutama berasal dari lingkungan orang tua dan sosial-ekonomi seorang anak laki-laki, terlebih, saat ia tumbuh menjadi dewasa.

“Ayah memiliki peran kunci dalam pertumbuhan dan perkembangan putra mereka,” ungkap Kiley sebagaimana dikutip dari The Fifth Medium, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

“(Hal itu) karena anak laki-laki mencari bimbingan dan disiplin dari ayah mereka untuk memahami batasan dan mempelajari perilaku emosional dan sosial yang tepat,” tambahnya.

Dalam analisanya, jika seorang ayah bersikap dingin, acuh tak acuh, dan terputus dari putranya, maka suatu kepercayaan tidak akan berkembang.

Anak laki-laki kemudian akan beralih ke ibunya yang mungkin akan terlalu memanjakan putranya sehingga menghambat kemampuannya untuk sepenuhnya mengembangkan pola pikir disiplin yang diperlukan untuk pertumbuhannya.

“Jika membiarkan perilaku kekanak-kanakannya terus berlanjut, ia akan frustrasi dengan dorongan putranya untuk mandiri dan mengambil risiko,” terang Kiley.

“Lalu, meninggalkannya untuk mengurus dirinya sendiri sebelum ia siap,” tandasnya.

Rasa Dendam dan Saling Menyalahkan

Berdasarkan penelitian observasionalnya sebagai seorang psikolog, Kiley mengklaim anak laki-laki yang tumbuh di keluarga yang kerap menunjukkan rasa dendam dan saling menyalahkan, ia lebih cenderung mengembangkan sindrom Peter Pan.

Kiley menyebut, seringkali orang tua ini akan tetap berada dalam hubungan yang tidak sehat dan terputus karena tekanan sosial atau keluarga dan menjaga penampilan di luar rumah.

“Untuk mengatasi ini, seorang ibu akan melakukan kompensasi berlebihan di lingkungan rumah tangga dan bergantung pada putranya, terutama putra sulung, untuk dukungan emosional,” jelasnya.

“Sementara seorang ayah akan menggunakan putranya sebagai penengah untuk menghindari konflik dalam pernikahannya,” sambung Kiley.

Pada akhirnya, dinamika pernikahan ini menciptakan anak yang merasa terbebani oleh keadaan emosional ibunya dan berada dalam siklus ‘abadi’ yang hanya ingin menyenangkan ayahnya.***

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU