
Penegakkan Hukum Terhadap Pembuang Sampah Ilegal, Dipandang Cukup Buat Efek Jera
Analisnews.co.id – DENPASAR | Bali merupakan destinasi wisata populer, kini menghadapi krisis sampah yang serius. Salah satu contoh tumpukan sampah di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, telah mencapai titik kritis.
Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengatasi volume sampah harian yang menyentuh angka hingga 3,4 ribu ton per hari. Namun baru mencapai 29% atau 916 ton per hari yang baru berhasil dikelola, sisanya masih belum terkelola
Penyebab Krisis Sampah
Yayasan Tripanglipur Inisiatif Indonesia ( YTII) dalam rapat dengar pendapat di ruag rapat Kanti, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi(Pemprov) Bali, dan Stakeholder, Selasa 10 Februari 2026, terkait program pembahasan kepastian penambahan dan pembelian tenaga listrik PSEL, oleh PT PLN (persero) dan paparan penyampaian beberapa poin yang mendesak untuk segera mengakuisisi salah satunya program teba modern untuk diterapkan disetiap kepala keluarga.
Disamping sebagai pemangku kebijakan, Pemerintah Provinsi Bali telah menerapkan strategi pengelolaan sampah berbasis sumber(PSBS) untuk mengatasi, dan mengelola sampah dari sumbernya, yang telah diperkuat dengan Pergub Nomor 47 Tahun 2019.
Strategi pengelolaan berbasis ini mencakup pemilihan sampah organik, anorganik, dan residu serta pengelolaan sampah menjadi biogas dan kompos
Tripanglipur sekaligus owner yayasan YTII mengatakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah, termasuk keterbatasan infrastruktur dalam pengolahan sampah, membuat Bali disentil Presiden Prabowo, dan menjadi perhatian serius.
Lebih menghawatirkan lagi, lonjakan peningkatan volume sampah, akibat pertumbuhan penduduk dan deras wisatawan masuk ke Bali, terangnya.
Disamping itu, gaya hidup konsumtif dengan penggunaan kemasan plastik sekali pakai, secara tidak langsung menyumbang peningkatan volume sampah di Bali.
Lebih jauh Tripanglipur mengatakan, pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem, sangat mengkawatirkan kesehatan bagi masyarakat, termasuk
kerugian ekonomi akibat penurunan pariwisata
Namun demikian pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS), dengan
pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern, tegaskan edukasi ke masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah, termasuk penegakan hukum terhadap pembuangan sampah secara ilegal, urainya.
Pemerintah Provinsi Bali telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi krisis sampah, namun masih diperlukan upaya bersama dari semua pihak untuk mencapai target 100%, sampah terkelola sepenuhnya (red)
#Yayasan YTII
#Bali Krisis Sampah
#Tripanglipur Owner YTII