12
Februari
2026
Kamis - : WIB

Respons Cepat Polres Bangka Barat Soal Ancaman Buaya Tuai Apresiasi Warga, Kapolres Siapkan Pemetaan dan Hotline Laporan

jonkenedy
jonkenedy
Februari 11, 2026 9:30 pm pada News, TERKINI
IMG 20260211 WA0380

Langkah cepat Polres Bangka Barat dalam merespons potensi ancaman satwa liar, khususnya buaya, di sejumlah aliran sungai dan kolong di wilayah Kabupaten Bangka Barat mendapat apresiasi luas dari masyarakat.

Setelah pemasangan spanduk imbauan waspada di kawasan aliran Sungai Desa Peradong, Kecamatan Simpang Teritip, Rabu (11/2/2026), Polres Bangka Barat langsung menyiapkan langkah lanjutan berupa pemetaan titik-titik rawan kemunculan buaya serta membuka layanan pengaduan cepat bagi warga.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

“Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Karena itu, selain pemasangan spanduk peringatan, kami akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi habitat atau jalur pergerakan buaya, baik di aliran sungai maupun kolong-kolong di Bangka Barat,” ujar Pradana.

Menurut dia, pemetaan tersebut akan melibatkan jajaran polsek, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat untuk mengidentifikasi lokasi yang dinilai rawan.

“Langkah ini bukan hanya reaktif, tetapi preventif dan terukur. Dengan pemetaan, kami bisa menentukan di mana saja perlu dipasang imbauan tambahan dan pengawasan lebih intensif,” katanya.

Tak hanya itu, Polres Bangka Barat juga membuka akses layanan pengaduan cepat bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan buaya di sekitar permukiman maupun lokasi aktivitas warga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi call center 110 atau melapor ke polsek terdekat jika melihat keberadaan buaya. Informasi sekecil apa pun sangat penting agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ujar Pradana.

Langkah tersebut dinilai warga sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman. Sejumlah warga Desa Peradong menyebut respons kepolisian tergolong cepat dan tidak menunggu hingga muncul korban baru.

“Biasanya kalau sudah ada kejadian baru ramai. Tapi ini sebelum ada korban lagi sudah dipasang spanduk dan ada rencana pemetaan. Kami merasa lebih diperhatikan,” ujar salah seorang warga.

Di sisi lain, kebijakan pemetaan titik rawan ini juga memicu perhatian publik karena dinilai sebagai langkah yang jarang dilakukan secara sistematis sebelumnya.

Namun, banyak warga justru menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan penting dalam penanganan konflik manusia dan satwa liar di daerah yang memiliki banyak aliran sungai dan kolong bekas tambang.

Kapolres menegaskan bahwa upaya ini akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan masyarakat Kabupaten Bangka Barat dapat beraktivitas dengan aman. Ini komitmen kami. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi ancaman satwa liar bisa diminimalisasi,” kata dia.
Dengan langkah preventif,

pemetaan terstruktur, serta layanan laporan cepat, Polres Bangka Barat berharap potensi serangan satwa liar dapat ditekan dan rasa aman masyarakat tetap terjaga.analisnews.co.id

 

M.Jhon Kenedy

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU