
Winie Kaori Soroti Peran UMKM dan Investasi Hijau Demi Masa Depan Pariwisata Bali
Analisnews.co.id – DENPASAR | Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota selaku pelaku UMKM menegaskan Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 sebagai media untuk mempersatukan stakeholder pariwisata, pengusaha dan akademisi serta pemerintah, untuk mendukung langkah green economy (ekonomi hijau) buat Bali tahun 2026.
Untuk itu, garis merahnya berupa kolaborasi memegang peranan penting demi menciptakan Bali yang mandiri terkait pariwisata dan pendukung pariwisata.
Mengingat, Bali tidak hanya terkenal dengan Tourism saja, tapi dari hulu ke hilir bisa dioptimalkan untuk menjadi bernilai positif di tanah kelahiran Bali.
Demikian disampaikan Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota selaku pelaku UMKM, disela-sela acara pelantikan pengurus
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali Masa Bakti 2026-2031 dirangkaikan acara Seminar Nasional bertajuk Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 di Bali International Hospital (BIH), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Denpasar, Rabu, 18 Pebruari 2026.
Untuk itu, Winie Kaori menyebutkan keseimbangan Bali Utara dan Bali Selatan menjadi polemik, tapi hal tersebut bukanlah salah satu masalah yang tidak ada solusinya.
“Hari ini Forum BEIF 2026 memecah kondisi yang terjadi akibat macet, sampah, green economy dengan sebuah solusi dan problem solving,” kata Winie Kaori.
Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan skill dari masyarakat Bali untuk tidak hanya sebagai penonton. Namun, dari sekarang, masyarakat lokal diupayakan menjadi pelaku, baik sektor ekonomi, trader, agrowisata maupun pelaku pariwisata yang menjadi cerminan masyarakat dunia.
“Kita butuh skill di Bali, perlu akademisi serta kebijakan pemerintah dan pelaku usaha yang mendukung perputaran ekonomi Bali,” kata Winie Kaori.
Menurutnya, salah satu contoh kecil adalah gerakan menanam, yang dilakukan untuk mendukung pariwisata sekaligus memanfaatkan tanah Bali supaya lahannya produktif.
Mengingat, lahan kosong yang tidak ditanami itu bisa dioptimalkan, untuk memenuhi komoditas ekspor.
“Itu komunitas yang seksi di Bali. Bukan hanya bicara pariwisata, tapi Bali memiliki peluang untuk meningkatkan nilai ekspor di bidang agriculture,” kata Winie Kaori.
Apalagi, agriculture itu memenuhi kebutuhan rempah-rempah Nusantara yang berawal dari Bali. “Contohnya cengkeh, kunir, kayu manis dan vanili memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Di Bali cocok ditanam dan dikembangkan,” terangnya.
Untuk itu, Winie Kaori berharap agar kolaborasi yang baik antara stakeholder dan petani sebagai pelaku serta pemerintah selaku regulasi yang memberikan kesempatan untuk masyarakat Bali berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. “Jadi, mulailah menanam dari sekarang dengan memanfaatkan lahan kosong buat komoditas ekspor,” pungkasnya.
Acara tersebut juga dihadiri Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Dr. Drs. Made Mangku Pastika,M.M., selaku Gubernur Bali dua periode 2008-2018 dan Mantan Anggota DPD RI Dapil Bali dan Ketua BPD PHRI Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si., yang akrab disapa Cok Ace.
Selain itu, hadir pula, Prof. Dr.Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si., yang ditunjuk sebagai Moderator dalam Seminar Nasional
Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 dengan menghadirkan lima Narasumber berkompeten, diantaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja, S.E., M.B.A., Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H., yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Bali, I Ketut Sukra Negara, S.Sos., M.Si., Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, I Made Ariandi yang diwakili Gede Wiratha dan President Director PT. Swire Investment Indonesia, BIH KEK Bali Beach Sanur, Mr. Ainsley Mann.
Menariknya, Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, MM., membuka sekaligus meresmikan kegiatan Seminar Nasional bertajuk Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026. mengusung tema: “Green Investment sebagai Penggerak Utama Menuju Indonesia Emas 2045”.
Turut hadir, Ketua Umum DPP NCPI Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E.,M.M.,M.B.A.,Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali, Agus Maha Usadha, Ketua Panitia Pelaksana Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026, I Made Mendra Astawa, S.Tr.Par.,M.Tr.Par., dan Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Ketut Yadnya Winarta. (red).
Winie Kaori, UMKM,
BEIF 2026, NCPI Bali, Agus Maha Usadha, Gubernur Bali, Wayan Koster, Gubernur Koster, Investasi Hijau Bali, Pariwisata Bali