Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 2 Bandung Perbaiki Geometri Perlintasan Sebidang di 47 Titik

Sistem Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Parepare Dapat Respons Positif

Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Alih Fungsi Lahan Mengancam, Penelitian Dosen Unwar Soroti Keberlangsungan Pura Subak di Denpasar
Terkini

Alih Fungsi Lahan Mengancam, Penelitian Dosen Unwar Soroti Keberlangsungan Pura Subak di Denpasar

ranuBy ranu4 Juli 2026 8:12 AM0142 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Alih Fungsi Lahan Mengancam, Penelitian Dosen Unwar Soroti Keberlangsungan Pura Subak di Denpasar

 

Analisnews.co.id – DENPASAR | Tim peneliti dosen Universitas Warmadewa meneliti langsung lapangan. Fokusnya: implikasi alih fungsi lahan pertanian terhadap keberadaan Pura Subak di Kota Denpasar.

Penelitian ini bagian dari komitmen akademik mengkaji perlindungan hukum warisan budaya Bali di tengah desakan urbanisasi.

Tujuannya dua, menganalisis dampak alih fungsi lahan terhadap fungsi religius, sosial, dan budaya Subak, serta merumuskan model perlindungan hukum agar Pura Subak tetap eksis sebagai bagian sistem hukum adat Bali.

Observasi dan wawancara mendalam dilakukan di Subak Intaran, Sanur, dan Subak Renon, Denpasar.

Subak Intaran, 67 Ha Masih Bertahan:
Data lapangan menunjukkan konversi lahan ke permukiman, perdagangan, dan investasi jadi tantangan utama. Dari total 80 hektar, lahan sawah Subak Intaran tersisa sekitar 67 hektar.

Pengurus subak menilai area ini masih bisa diselamatkan lewat pengembangan agrowisata berbasis pertanian. Model ini diharapkan dongkrak kesejahteraan petani sekaligus jaga lahan produktif sebagai penopang adat dan agama.

Sebagai langkah preventif, pengurus usulkan insentif: keringanan pajak lahan pertanian dan kompensasi lebih layak bagi lahan yang terpaksa dialihfungsikan.

Subak Renon, terdesak dari 400 Ha jadi 40 Hektar:
Tekanan lebih berat terjadi di Subak Renon. Tahun 1998 masih ada sekitar 400 hektar sawah. Kini hanya tersisa sekitar 40 hektar yang difungsikan sebagai lahan pertanian.

Meski lahan menyusut drastis, krama subak bersama masyarakat adat tetap jalankan upacara dan pelihara Pura Subak. Pura tetap jadi simbol spiritual yang tak terpisahkan dari sistem Subak.

Awig-Awig Tak Cukup, Perlu Sinergi:
Penelitian juga mengungkap awig-awig desa adat belum efektif menahan laju konversi. Nilai ekonomi tanah tinggi dan dominasi kepemilikan perorangan membuat kewenangan desa adat terbatas.

Tim peneliti menilai perlu sinergi kuat: pemerintah daerah, desa adat, akademisi, dan masyarakat. Kebijakan perlindungan hukum lahan pertanian dan Pura Subak harus lebih komprehensif.

Tim berharap hasil kajian ini jadi referensi ilmiah dan masukan strategis bagi pemerintah. Keberlangsungan Subak bukan hanya urusan masyarakat adat, tapi soal menjaga identitas budaya Bali yang sudah diakui dunia, untuk diwariskan ke generasi mendatang.(red)

#Unwar Soroti, Alih Gungsi Lahan, Keberlangsungan Pura Subak, di Kota Denoasar

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePenelian Dosen Universitas Warmadewa Soroti Acaman Alih Fungsi Lahan Terhadap Keberlangsungan Pura Subak di Kota Denpasar
Next Article Siaga Mako, Polsek Timpah Rutin Cek Barang Inventaris Dinas dan Kondisi Ruang Tahanan
ranu

Related Posts

Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 2 Bandung Perbaiki Geometri Perlintasan Sebidang di 47 Titik

8 Juli 2026 4:21 AM

Sistem Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Parepare Dapat Respons Positif

8 Juli 2026 4:12 AM

Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

8 Juli 2026 12:15 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.