19
Februari
2026
Kamis - : WIB

Menyambut Ramadhan 2026, Wali Lepas “Romantika Badar dan Uhud” sebagai Cermin Kemenangan dan Kekalahan

yadisuryadi
yadisuryadi
Februari 19, 2026 4:14 pm pada JAKARTA, MUSIK
IMG 20260219

Analisnews.co.id | Jakarta – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, Wali kembali menegaskan identitasnya sebagai band pop Melayu yang konsisten merawat jalur religi. Lewat single terbaru bertajuk “Romantika Badar dan Uhud”, grup yang digawangi Faank, Apoy, Tomi, dan Ovie ini menghadirkan lagu yang bukan sekadar pengisi playlist Ramadhan, melainkan ajakan refleksi diri.

Dirilis resmi pada 13 Februari 2026 di bawah label Nagaswara, lagu ini ditulis oleh sang gitaris, Apoy. Ia meramu balutan pop Melayu khas Wali dengan nuansa spiritual yang lebih kontemplatif.

Alih-alih berkhotbah, Wali memilih metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam—Badar dan Uhud—sebagai simbol dinamika hidup manusia: tentang kemenangan yang bisa melahirkan kesombongan, dan kekalahan yang sering kali bersumber dari kelalaian.

> “Di hari ini jika kau menang jangan jadi kesombongan…
Di hari ini jika kau kalah itu karena kelalaian”

Lirik tersebut menjadi poros pesan lagu: bahwa hidup adalah siklus ujian. Menang dan kalah bukan sekadar hasil, melainkan cermin untuk bercermin.

Dari Sejarah ke Kehidupan Sehari-hari

“Romantika Badar dan Uhud” memotret realitas masa kini—ketika keberhasilan kerap diumbar, sementara kegagalan dicari kambing hitamnya. Wali mengajak pendengar untuk menata ulang sikap: bersyukur saat berada di atas, dan berani mengevaluasi diri ketika terjatuh.

Di sinilah kekuatan lagu ini. Ia tidak berdiri sebagai lagu religi musiman, tetapi sebagai anthem persiapan batin memasuki Ramadhan. Momentum puasa diposisikan sebagai ruang pembenahan, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Sentuhan shalawat yang disisipkan dalam lirik memperkuat atmosfer spiritual. Lagu ini terasa intim, hangat, dan relevan—mudah dinyanyikan, tetapi menyimpan pesan yang dalam.

Konsisten Hadir di Layar Kaca

Tak hanya lewat musik, Wali juga kembali menyapa publik melalui sinetron religi unggulan Amanah Wali yang tayang di RCTI selama Ramadhan. Program ini dipastikan mengisi jam-jam krusial—menjelang berbuka hingga sahur—membuat kehadiran Wali terasa kian dekat dengan keseharian masyarakat.

Strategi ini menegaskan satu hal: Wali memahami Ramadhan bukan hanya ruang spiritual, tetapi juga ruang kultural. Musik dan tayangan televisi menjadi medium untuk menyampaikan pesan yang sama—tentang konsistensi ibadah, kerendahan hati, dan kesadaran bahwa segala hasil akhir adalah kehendak Sang Pencipta.

Ajakan Merawat Pesan Kebaikan

Lebih dari sekadar mendengarkan, Wali mengajak penggemar untuk ikut menyebarkan semangat lagu ini. Gunakan audio resmi “Romantika Badar dan Uhud” di TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts. Bagikan momen refleksi, syukur, dan perjalanan spiritual Anda dengan tagar:

#RomantikaBadarDanUhud #WaliBand

Di tengah riuhnya konten instan, lagu ini hadir sebagai jeda. Sebuah pengingat sederhana: kemenangan bukan alasan untuk tinggi hati, dan kekalahan bukan alasan untuk berhenti berbenah.

Ramadhan selalu datang membawa kesempatan baru. Dan kali ini, Wali memilih menyambutnya dengan nada yang mengajak kita menunduk—sebelum akhirnya bangkit lebih kuat.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU