
Analisnews.co.id | Jakarta – Denting gondang dan raungan gitar Batak tak lagi hanya milik kampung halaman. Ia kini menjelma menjadi arus besar. Pagelaran musik bertajuk Road to Konser 165 terus bergulir sebagai rangkaian perayaan HUT ke-165 HKBP Management, menyusuri lebih dari 160 kota di Indonesia—sebuah skala yang jarang disentuh konser bertema budaya daerah.
Digagas oleh Efendi Simbolon, konser ini bukan sekadar perhelatan musik. Ia dirancang sebagai gerakan kebudayaan—mendorong musik Batak naik kelas, tampil megah, dan berdiri sejajar di panggung nasional. Dari musisi senior hingga talenta muda, semua disatukan dalam satu tajuk: menjaga warisan, memperluas jangkauan.
Untuk memastikan tur raksasa ini berjalan presisi, Efendi bersama Corry Simbolon menunjuk Posan Tobing sebagai promotor melalui Anak Ni Raja Production. Sosok drummer enerjik yang pernah membesarkan band Kotak itu kini mengorkestrasi konser lintas kota dengan standar produksi yang ambisius.
Tiga Kota, Satu Energi
Gelombang pertama dimulai di Surabaya. Multi Purpose Hall Ciputra World dipadati penonton yang larut dalam penampilan Marsada Band, Osen Hutasoit, Tongam Sirait, Maria Calista, Antonio, Alex Hutajulu, Angel Voice, Simbolon Band, hingga penampilan khusus Irma Purba. Energi panggung dijaga oleh MC Egan Nababan—membuat suasana terasa akrab sekaligus megah.
Semarang menjadi kota kedua. Atmosfer tak kalah hangat. Nama Bastian Steel ikut memperluas spektrum penonton, menjembatani generasi muda dengan musik Batak yang sarat identitas.
Bandung kemudian mengukuhkan posisi tur ini sebagai peristiwa lintas generasi. Kolaborasi musisi senior dan talenta baru menjadi simbol bahwa musik Batak bukan nostalgia—melainkan masa depan yang terus ditulis ulang.
Jakarta: Puncak Spektakel
Jakarta dijadwalkan menjadi puncak rangkaian pada 19 Februari 2026. Formasi artis disebut akan lebih besar dan lebih spektakuler. Jika tiga kota sebelumnya menjadi pemanasan, maka ibu kota adalah klimaksnya—sebuah deklarasi bahwa musik Batak mampu berdiri gagah di pusat industri hiburan nasional.
Efendi Simbolon menegaskan, konser ini membawa misi yang lebih luas.
> “Kami ingin musik Batak tetap hidup dan dikenal lintas generasi. Road to Konser 165 adalah wujud komitmen menjaga warisan budaya sekaligus mempersembahkan karya terbaik bagi masyarakat Indonesia.”
Sementara itu, Posan Tobing menyebut tur ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab.
> “Musik Batak punya kekuatan menyatukan. Kami ingin setiap kota merasakan energi yang sama.”
Dengan tiket resmi yang tersedia melalui tiketapasaja.com, Road to Konser 165 tak hanya menjadi rangkaian konser—ia menjelma menjadi pergerakan. Di tengah derasnya arus musik global, panggung ini mengirim pesan tegas: budaya lokal bukan untuk dipinggirkan, melainkan untuk dirayakan.
Dan ketika lebih dari 160 kota ikut berdendang dalam satu irama, yang terdengar bukan hanya lagu—melainkan gema identitas.