13
Maret
2026
Jumat - : WIB

Tren Mobil Elektrifikasi Meningkat, JAECOO Jelaskan Perbedaan HEV dan PHEV

shanty
shanty
Maret 12, 2026 8:40 pm pada BISNIS, Industry
IMG 20260312

Analisnews.co.id, JAKARTA — JAECOO memaparkan perbedaan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di tengah meningkatnya tren kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia. Seiring berkembangnya adopsi mobil elektrifikasi, konsumen kini dihadapkan pada berbagai pilihan teknologi yang menawarkan efisiensi dan fleksibilitas berbeda.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa meskipun keduanya termasuk teknologi hybrid, cara kerja dan karakter penggunaannya memiliki perbedaan mendasar.

Menurutnya, HEV merupakan kendaraan yang mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik, tetapi baterainya tidak dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. Energi listrik pada HEV dihasilkan dari mesin bensin serta sistem regenerative braking yang mengisi ulang baterai saat kendaraan melakukan pengereman.

“Motor listrik biasanya bekerja pada kecepatan rendah atau kondisi lalu lintas padat, sementara mesin bensin akan mengambil alih ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar,” ujar Jim Ma.

Dengan kapasitas baterai yang relatif kecil, umumnya sekitar 1–2 kWh, kendaraan HEV dikenal lebih praktis karena tidak memerlukan pengisian daya dari luar. Sistem ini memungkinkan efisiensi bahan bakar lebih baik tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan.

Sementara itu, PHEV menawarkan pendekatan berbeda karena baterainya dapat diisi melalui charger eksternal, baik di rumah maupun melalui fasilitas publik seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dengan kapasitas baterai lebih besar, kendaraan PHEV dapat melaju dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mulai bekerja.

Di Indonesia, JAECOO menghadirkan teknologi Super Hybrid System melalui model JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Pada J7 SHS-P, kendaraan mampu menempuh jarak sekitar 100 kilometer dalam mode listrik murni, sehingga dinilai cocok untuk mobilitas harian di perkotaan.

Selain itu, JAECOO juga menawarkan kendaraan listrik murni melalui JAECOO J5 EV yang mencatat distribusi 1.942 unit pada Januari 2026 berdasarkan data GAIKINDO. Capaian tersebut menempatkan JAECOO sebagai salah satu merek SUV listrik yang cukup diperhitungkan di pasar otomotif nasional.

Reporter : Ayhano 

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU