
Analisnews.co.id | Festival Film Horor (FFH) Edisi ke-4 berlangsung sukses dengan menghadirkan pendekatan berbeda dibanding festival sejenis. Selain memilih film terbaik bulan ini, festival tersebut juga dikenal memiliki ciri khas berupa diskusi mendalam yang dapat menjadi rujukan bagi para sineas dalam proses berkarya.
Dalam edisi terbaru ini, film “Lift” terpilih sebagai film terbaik. Para pembicara dalam forum diskusi juga sepakat bahwa musik memiliki peran penting dalam sebuah film. Tanpa musik, menurut mereka, sebuah film seolah tidak pernah benar-benar berakhir.
Acara yang digelar di Pictum Cafe tersebut mengangkat tema “Musik Horor yang Membumi: Membangun Vibes Horor Tanpa Kehadiran Setan”. Diskusi menghadirkan produser eksekutif Lok S. Iman, sutradara Randy Chana, music director Bemby Gusti, dengan moderator Alyne Ma’arif.
Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa musik dan film merupakan dua unsur yang saling melengkapi. Bahkan dalam sejarah perfilman, musik menjadi elemen penting yang “menghidupkan” film setelah era film bisu berkembang pesat. Meski demikian, para pembicara menekankan pentingnya membedakan antara musik dan sound. Bunyi-bunyian dalam film tidak selalu bermakna musik, melainkan dapat berupa efek suara yang berfungsi membangun kondisi psikologis penonton.
Sebagai produser, Lok S. Iman mengaku memberi kebebasan kepada para kreator film untuk menentukan penggunaan musik maupun suara dalam karya mereka. Menurut dia, sebagian produser memang turut campur dalam menentukan unsur tersebut, tetapi ia memilih memberikan ruang kreativitas bagi para pembuat film.
“Aku percaya dengan mereka, terserah mereka saja menentukan musiknya,” ujar Lok.
Sementara itu, Bemby Gusti menilai musik memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi psikologis penonton. Dalam praktiknya, proses penentuan musik dalam film sering kali melibatkan diskusi bahkan perdebatan antara music director dan sutradara.
Menurut dia, dalam beberapa kondisi music director harus menyesuaikan diri dengan visi sutradara demi menghasilkan karya yang selaras. Ia menegaskan bahwa film merupakan karya seni yang kompleks karena memadukan berbagai unsur seni di dalamnya.
Hal senada disampaikan Randy Chana yang menekankan pentingnya kesesuaian antara musik dan tema film yang digarap. Musik, menurut dia, mampu membangun ketegangan sekaligus memperkuat emosi penonton sehingga proses diskusi antara sutradara dan penata musik menjadi bagian penting dalam produksi film.
Diskusi dalam FFH edisi ke-4 berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dari para pembicara sesuai latar belakang profesinya. Namun mereka sepakat bahwa musik adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah film dan harus digarap secara serius agar cerita dapat tersampaikan secara utuh.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan sejumlah penghargaan untuk bulan Maret. Film “Lift” terpilih sebagai film terbaik, dengan aktor pria terbaik Alfie Afandi, aktris terbaik Ismi Melinda, sinematografer terbaik Risky Dwipanca, serta sutradara terbaik Randy Chana.