14
Maret
2026
Sabtu - : WIB

Dari World Cup hingga PON: Alumni RCTI Sports Kembali Berkumpul Setelah 30 Tahun

yadisuryadi
yadisuryadi
Maret 14, 2026 6:12 pm pada TERKINI
IMG 20260314

Analisnews.co.id | Tiga Dekade Reuni RCTI Sports “MENCETAK BANYAK SELEBRITIS Dan ATLET” Waktu boleh berlalu tiga dekade, tetapi kenangan di ruang siar tetap hidup.

Itulah suasana yang mengemuka ketika para penggerak lama redaksi olahraga RCTI Sports, kembali berkumpul dalam reuni sederhana namun hangat, di Bakso Lapangan Tembak Senayan, cabang Lapangan Panahan, seberang TVRI, Jumat, 13 Maret 2026.

Mereka pernah membuat jejak, menjadi bagian dari event raksasa, dari World Cup, EURO Champions, Olimpiade, Asian Games, SEA Games, Thomas dan Uber Cup hingga PON.

Serta ikut membesarkan single event, seperti Insonesia Open, dan banyak peristiwa olahraga nasional.

Bahkan, ketika mereka keluar dari RCTI Sports, juga laku sebagai manusia-manusia profesional, di tivi-tivi swasta nasional.

Artinya, jebolan RCTI Sports masih laku, sebagai “raja-raja kecil” di tivi swasta, dan tetap eksis di lembaga penyiaran lainnya.

Pertemuan yang dirangkai dengan buka puasa bersama itu, seakan membuka kembali lembaran pertengahan 1990-an masa ketika tim RCTI Sports, bekerja dalam ritme cepat dunia siaran langsung: memburu berita san live dari venue ke venue, menyiapkan liputan, dan menghadirkan denyut olahraga ke ruang keluarga di seluruh Indonesia.

Sejumlah nama yang dulu akrab di ruang redaksi RCTI Sports, hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Linda Wahyudi, Andi Chairil, Gita Suwondo, Erick Irawan, Josef Erwiyantoro, Herti Purba, Yoyon Ukrawinata, Olan Fatah, Hadi Gunawan, serta Untung Pranoto, bersama sejumlah sahabat lama lainnya, yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Bagi Linda Wahyudi, yang dulu dikenal piawai memandu program olahraga di layar kaca, reuni di bulan Ramadan, menghadirkan makna lebih dari sekadar nostalgia.

“Kadang kami masih bertemu di sekitar Senayan, tetapi Ramadan membuat silaturahmi ini, terasa lebih dalam,” ujarnya.

Linda meninggalkan RCTI pada 2001, tetapi kiprahnya di dunia penyiaran olahraga tidak pernah benar-benar berhenti. Kini, ia memimpin IMsport TV sebagai CEO, menjaga agar siaran olahraga tetap memiliki ruang di media.

Percakapan malam itu juga membawa kisah perjalanan Andi Chairil, dulu sebagai produser RCTI Sports, sebagai sosok kreator yang kemudian menapaki dunia produksi program televisi. Setelah era RCTI Sports, ia akhirnya menclok dan terlibat dalam berbagai pengembangan program di Trans7.

Sebelum di Trans7, sempet dua tahun ikut membantu lahirnya TV7 milik Harian Kompas tahun 2004.

Di Trans7, Andi Chairil menciptakan sejumlah program populer dan program charityshow nomer satu, seperti Empat Mata, Opera Van Java, hingga format kreatif lain pernah menjadi bagian dari dinamika kerjanya.

Dalam dunia produksi televisi, kata Andi, kreativitas sering lahir dari eksperimen yang tidak selalu berakhir sukses. Di balik layar, tim kreatif bahkan memiliki berbagai “sandi” internal untuk mengelola banyaknya program yang diproduksi dari hiburan hingga laporan investigatif semuanya berlomba menjadi tayangan unggulan di layar kaca.

Namun seperti halnya pertandingan olahraga, tidak semua strategi berakhir dengan kemenangan. Banyak program harus berhenti sebelum mencapai garis akhir. Bagi para kreator televisi, kegagalan justru menjadi ruang belajar untuk menemukan format baru yang lebih segar bagi penonton.

Reuni ini sekaligus memperlihatkan perjalanan panjang para alumninya. Yoyon Ukrawinata masih berkarya di MNC Group, sementara Untung Pranoro, kini melanjutkan kiprahnya di GarudaTV.

Di tengah tawa dan cerita lama yang mengalir, satu kesan terasa kuat: dunia penyiaran olahraga tidak hanya dibangun oleh kamera, mikrofon, atau siaran langsung pertandingan.

Tapi, tivi swasta juga dibangun oleh persahabatan yang ditempa oleh tenggat waktu, adrenalin liputan, dan semangat tim.

Malam itu, di sudut Senayan, tiga dekade perjalanan terasa seolah kembali dekat seperti pertandingan lama yang baru saja usai, dan para pemainnya kembali berkumpul di ruang ganti yang sama.

Yoyon, sebagai pemrakasa, merasa bahwa reuni kali ini, bisa memperpanjang usia para senior, agar tetap di frekwensi yang sama, sebagai penggagas progrqm-program tivi, sesuai keinginan generasi z, generasi alpha dan betha.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU