Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polsek Kapuas Kuala Laksanakan Patroli Malam Hari Antisipasi Kejahatan

Upaya Polri Ciptakan Kamtibmas Personel Piket Laksanakan Patroli Dialogis

PM India Narendra Modi Tiba di Indonesia, Disambut Langsung Presiden Prabowo

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Kolaborasi Multipihak Perkuat Aksi Iklim Berbasis Desa melalui ProKlim di Sumatera Selatan
Terkini

Kolaborasi Multipihak Perkuat Aksi Iklim Berbasis Desa melalui ProKlim di Sumatera Selatan

vritimesBy vritimes6 Juli 2026 7:49 PM034 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan United Nations Office for Project Services (UNOPS) menunjuk PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai mitra pelaksana Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk melakukan melakukan kegiatan field visit di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan gambaran langsung atas implementasi program di tingkat tapak sekaligus memastikan efektivitas intervensi dalam mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Pokja Bidang Pengembangan Masyarakat Berketahanan Iklim Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim KLH/BPLH, Koko Wijanarka menegaskan bahwa ProKlim tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan mata pencaharian masyarakat. Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan program pasca implementasi.

“Hal ini diharapkan dapat mendorong integrasi ProKlim ke dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah, sehingga upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Project Manager UNOPS, Kannikar Wanthana menyampaikan bahwa program ini telah bergerak dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata di masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Fokus kami tidak hanya pada perlindungan lingkungan, tetapi juga memastikan adanya peningkatan pendapatan masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumatera Selatan, Aries Safrizal mengapresiasi pemilihan Sumatera Selatan sebagai lokasi implementasi ProKlim. Menurutnya, program ini sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menuju Zero Net Emission.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab serta partisipasi masyarakat terhadap isu perubahan iklim global, sekaligus memperkuat langkah Sumatera Selatan menuju pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Barat PT SUCOFINDO (PERSERO), Urip Utama Putra menyampaikan bahwa kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan program yang telah menjangkau 100 desa di 10 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

“Pendekatan kolaboratif yang dilakukan dalam program ini telah mendorong peningkatan kapasitas masyarakat secara signifikan mencapai lebih dari 43 persen. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Urip Utama Putra menjelaskan bahwa program difokuskan pada penguatan literasi iklim, pengembangan mata pencaharian berkelanjutan berbasis digital, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan yang praktis, inklusif, dan berkelanjutan. Implementasi program dilakukan melalui pengembangan pertanian adaptif dan agroforestry, pengelolaan sampah, penggunaan solar panel, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, hingga peningkatan kolaborasi multipihak.

Hingga triwulan pertama 2026, program menunjukkan kemajuan positif dalam penguatan kapasitas masyarakat. Pelatihan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, diversifikasi produk, serta pengembangan bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) dan digital marketing telah dilakukan di berbagai desa sasaran.

Pada kategori penguatan literasi iklim, program telah menjangkau 2.036 peserta dengan keterlibatan perempuan sebesar 54,32 persen. Sementara itu, pada kategori penguatan literasi digital dan pengembangan UMKM, program menjangkau 215 peserta dengan keterlibatan perempuan mencapai 59,07 persen. Selain itu, sebanyak 70 rumah tangga sasaran di 10 desa prioritas juga menerima pendampingan teknis dan workshop pengembangan usaha, dengan 71,4 persen di antaranya merupakan usaha milik perempuan.

Selama kegiatan field visit, para stakeholder dari KLH/BPLH, UNOPS, perwakilan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dan Sekretaris Dinas LPH Provinsi Sumatera Selatan meninjau berbagai aksi nyata di lapangan, mulai dari penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga pengembangan UMKM yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal.

“Kami mengunjungi beberapa lokasi intervensi, mulai dari lokasi penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, demonstrasi sistem pengelolaan sampah, melihat inovasi produk UMKM seperti opak, keripik, kopi, bawang goreng, jamur krispi, hingga produk non-pangan seperti kompos, maggot, eco-print, dan eco enzyme,” tutur Urip Utama Putra.

Kegiatan field visit juga diisi dengan demonstrasi kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Megang Sakti IV yang menunjukkan praktik pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli, sosialisasi, serta teknik pembuatan sekat bakar.

“Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan aksi iklim, pemberdayaan ekonomi, dan kolaborasi multipihak, ProKlim di Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa tangguh iklim yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lainnya,” tutup Urip Utama Putra.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleUpaya Cegah Stunting, Polsek Kahayan Kuala Hadiri Rembug Stunting Desa Bahaur Tengah
Next Article PERSONEL POLSEK MANTANGAI LAKSANAKAN PATROLI DIALOGIS KEPADA WARGA DESA MANTANGAI HILIR KECAMATAN MANTANGAI
vritimes

Related Posts

Polsek Kapuas Kuala Laksanakan Patroli Malam Hari Antisipasi Kejahatan

7 Juli 2026 11:02 PM

Upaya Polri Ciptakan Kamtibmas Personel Piket Laksanakan Patroli Dialogis

7 Juli 2026 10:54 PM

PM India Narendra Modi Tiba di Indonesia, Disambut Langsung Presiden Prabowo

7 Juli 2026 10:39 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.