
Analisnews.co.id | Jakarta — Film keluarga bergenre fiksi ilmiah Pelangi di Mars tak berhenti menghadirkan pengalaman imajinatif hanya di layar lebar. Memperluas semesta ceritanya, original soundtrack (OST) bertajuk “Warnai Pelangi” resmi dirilis pada 24 Maret dan kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, hingga TikTok.
Lagu ciptaan Upie Guava ini dibawakan oleh Messi Gusti bersama Marclesia Karim. Kehadirannya menjadi jembatan emosional yang menghubungkan kembali penonton dengan kisah hangat dalam film, sekaligus memperkaya pengalaman menikmati cerita di luar bioskop.
Tak hanya hadir sebagai lagu, “Warnai Pelangi” juga dirilis dalam format video lirik. Menariknya, video ini memadukan lirik lagu dengan potongan adegan film serta cuplikan reaksi penonton. Pendekatan tersebut memberi sentuhan berbeda—menghidupkan kembali momen-momen penting sekaligus memperkuat nilai petualangan, persahabatan, dan imajinasi yang menjadi ruh utama film.
Produser Dendi Reynando mengungkapkan, penggunaan cuplikan film dalam video lirik bukan tanpa alasan. Hal ini dilakukan untuk membangun kembali kedekatan emosional penonton dengan cerita. Ia juga menegaskan bahwa lagu ini merupakan bagian dari upaya mengajak anak-anak terus berimajinasi.
“Warnai Pelangi lahir dari semangat anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi,” ujarnya.
Sementara itu, Messi Gusti yang memerankan tokoh Pelangi sekaligus membawakan lagu tersebut, menyampaikan harapannya agar pesan dalam lagu dapat dirasakan luas. Lagu ini, menurutnya, membawa semangat untuk terus bermimpi dan tidak mudah menyerah.
Film Pelangi di Mars sendiri mengisahkan tentang Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars setelah terdampar bersama ibunya, Pratiwi. Dalam petualangannya, ia ditemani robot-robot sahabat seperti Batik, Yoman, Sulil, Kimchi, dan Petya untuk melanjutkan misi penting menemukan mineral Zeolit Omega—harapan bagi krisis air bersih di Bumi sekaligus jalan untuk menemukan sosok ayahnya.
Dibintangi Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, hingga Livy Renata, serta didukung deretan pengisi suara seperti Kristo Immanuel dan Gilang Dirga, film ini menawarkan pengalaman sinematik yang hangat sekaligus imajinatif bagi keluarga.
Dengan hadirnya “Warnai Pelangi”, Pelangi di Mars tak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga pengalaman yang terus hidup—didengar, dirasakan, dan dibayangkan kembali, bahkan setelah penonton meninggalkan kursi bioskop