
PSI Bali Bangun Harmoni dan Kebersamaan Melalui Tradisi Melukat di Beji Kedatuan Raksa Sidhi Tabanan
Analisnews.co.id-TABANAN | Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali menggelar prosesi melukat di Beji Kedatuan Raksa Sidhi, Kabupaten Tabanan, Senin, 30 Maret 2026.
Kegiatan spiritual ini menjadi bagian dari pembersihan diri sekaligus penguatan integritas dan harmoni di internal partai.
Prosesi melukat tersebut juga dirangkaikan dengan evaluasi pertanggungjawaban serta pembubaran panitia Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali.
Agenda itu menjadi bentuk rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Rakorwil dan pelantikan anggota PSI Bali di Trans Hotel, Jalan Sunset Road, Badung, pada 24 Januari 2026.
Beji Kedatuan Raksa Sidhi dikenal sebagai tempat suci yang digunakan untuk ritual melukat atau pembersihan jiwa dan raga.
Kehadiran Ketua DPW PSI Bali Wayan Suyasa bersama jajaran pengurus PSI se-Bali menegaskan komitmen partai dalam menjaga nilai spiritual dan budaya Bali.
Dalam tradisi Bali, melukat memiliki makna mendalam sebagai bentuk penyucian diri, baik secara lahir maupun batin. Kegiatan ini diyakini mampu membawa ketenangan, keseimbangan hidup, serta memperkuat hubungan harmonis dengan alam dan sesama.
“Melukat bukan hanya tentang membersihkan diri secara fisik, tapi juga tentang membersihkan pikiran dan jiwa. Kami berharap acara ini dapat membawa kedamaian dan kesucian bagi kita semua,” kata Edi Wirawan selaku Ketua DPD PSI Tabanan.
Edi Wirawan menjelaskan, melukat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan para pengurus PSI, khususnya di tingkat DPD PSI Tabanan.
Ia menyebut Beji Kedatuan Raksa Sidhi memiliki lebih dari 10 pancoran yang dipercaya dapat menjadi tempat memohon kesembuhan, pengetahuan, hingga perlindungan spiritual.
Selain itu, Ketua DPW PSI Bali Wayan Suyasa turut mengapresiasi peran Edi Wirawan yang dinilai telah memberikan tenaga, pikiran, hingga dukungan finansial dalam membesarkan PSI di Tabanan.
Menurutnya, Edi Wirawan merupakan tokoh senior yang menjadi panutan bagi kader PSI. Bahkan saat ini DPD PSI Tabanan telah memiliki kepengurusan hingga tingkat DPC.
Wayan Suyasa menegaskan, kebersamaan menjadi modal terbesar dalam membangun kemajuan dan membesarkan PSI Bali.
“Sebuah kebanggaan predikat ungu untuk DPW PSI Bali, termasuk DPW PSI Jakarta. Predikat ungu salah satu kepengurusan PSI yang telah memiliki pengurus hingga tingkat DPC( dewan pimpinan cabang) diseluruh DPD se-Bali,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk bergandengan tangan membesarkan PSI mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, termasuk merangkul tokoh dan figur politik di Bali.
Melalui prosesi melukat ini, PSI Bali berharap para pengurus dapat membersihkan batin, meningkatkan kesadaran spiritual, serta menjaga keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat PSI Bali menuju panggung politik yang lebih besar pada 2029 mendatang.
Saat ini PSI Bali telah memiliki empat wakil di parlemen, yakni Grace Anastasia Surya Widjaja di DPRD Bali, A.A. Putu Gede Anugraha Merta di DPRD Kota Denpasar, Dr. Made Oka Cahyadi Wiguna, serta Agus Wirayaja. (red).
PSI Bali, Wayan Suyasa, Melukat Bali, Kedatuan Raksa Sidhi, Politik Bali