06
April
2026
Senin - : WIB

Merayakan 10 Tahun, Palari Films Buka Layar dengan 7 Film dan Generasi Sineas Baru

yadisuryadi
April 5, 2026 8:34 pm pada Entertainment

Analisnews.co.id, Jakarta – Perjalanan sepuluh tahun sebuah rumah produksi kerap menjadi titik jeda untuk menoleh, sebelum kembali melangkah lebih jauh. Bagi Palari Films, satu dekade bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kumpulan cerita—tentang keberanian memilih tema, ketekunan merawat gagasan, hingga kepercayaan pada talenta-talenta baru yang kini mulai menemukan panggungnya.

Didirikan oleh Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan sutradara Edwin, Palari Films mengawali langkahnya lewat Posesif—film yang langsung menancapkan jejak kuat di Festival Film Indonesia 2017. Sejak itu, perjalanan mereka seperti pelayaran panjang yang tak selalu tenang, tetapi sarat arah.

Karya-karya berikutnya, seperti Aruna & Lidahnya, hingga pencapaian monumental lewat Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang meraih Golden Leopard di Locarno Film Festival, menjadi bukti bahwa film Indonesia mampu berbicara lantang di panggung dunia.

Dari dapur kreatif yang sama, lahir pula karya populer seperti Ali & Ratu Ratu Queens yang menjangkau penonton global lewat platform digital.

Namun, ulang tahun ke-10 ini bukan tentang nostalgia semata. Palari Films memilih merayakannya dengan membuka lembar baru: memperkenalkan tujuh proyek film yang mencerminkan keberagaman suara dan pendekatan sinematik.

Mulai dari Monster Pabrik Rambut yang kembali disutradarai Edwin, hingga eksplorasi personal dalam Desember Jani garapan Ariani Darmawan—sebuah proyek all-women yang menandai kembalinya sang sineas setelah satu dekade.

Ada pula Menari dengan Bayangan, adaptasi dari karya musikal Baskara Putra, yang kini menjelma menjadi medium baru; serta film-film debut panjang dari sineas muda seperti Khozy Rizal lewat I Wanna Dance with Myself dan Aditya Ahmad melalui Goldfish.

Sementara itu, Strange Root menjadi penanda konsistensi Palari dalam merawat kolaborasi lintas negara.

Di tengah geliat industri yang terus berubah, Palari Films tampak percaya pada satu hal sederhana: cerita yang jujur akan selalu menemukan penontonnya.

Kolaborasi dengan aktor seperti Iqbaal Ramadhan dan kehadiran talenta lintas disiplin menjadi energi baru yang memperkaya arah mereka ke depan.

Perayaan ini juga meluas ke ruang publik—dari pemutaran film hingga pameran di Museum MACAN—seolah menegaskan bahwa film bukan hanya tontonan, tetapi juga jejak budaya yang bisa dirayakan bersama.

Sepuluh tahun pertama telah dilalui dengan berbagai pencapaian. Kini, Palari Films kembali berlayar, membawa peta baru yang belum sepenuhnya tergambar. Seperti yang mereka yakini, setiap cerita punya jalannya sendiri—dan barangkali, perjalanan terbaik justru masih menunggu di depan.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU